Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 2 Apr 2026 10:20 WITA ·

XAU/USD Tembus Level Tertinggi Dua Pekan, Tren Bullish Kian Solid


XAU/USD Tembus Level Tertinggi Dua Pekan, Tren Bullish Kian Solid Perbesar

Harga emas global kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari Kamis, 2 April 2026, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah dinamika geopolitik dan pergerakan dolar Amerika Serikat yang melemah. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, pergerakan emas (XAU/USD) saat ini menunjukkan tren bullish yang semakin kuat dalam jangka pendek, khususnya pada timeframe H1. Sinyal teknikal yang terbentuk mengindikasikan bahwa momentum kenaikan masih cukup solid untuk menopang pergerakan harga ke level yang lebih tinggi.

Pada sesi perdagangan terakhir, emas berhasil mencatat kenaikan untuk hari keempat secara berturut-turut dan sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan di kisaran 4.800 dolar AS. Meski kemudian mengalami sedikit koreksi, harga tetap bertahan di sekitar 4.758 dolar AS, atau menguat hampir 2% dibandingkan sesi sebelumnya. Kinerja ini menunjukkan bahwa pasar masih merespons positif perkembangan global, terutama terkait meredanya ketegangan di Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pemicu volatilitas.

Dari sisi teknikal, Andy Nugraha menjelaskan bahwa kombinasi pola candlestick yang mengarah naik serta posisi harga yang bergerak di atas indikator Moving Average memperkuat indikasi tren bullish. Struktur pergerakan harga yang terbentuk menunjukkan dominasi tekanan beli, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek emas dalam jangka pendek. Selama tidak ada perubahan signifikan dalam sentimen pasar, tren ini diperkirakan masih akan berlanjut.

Dalam proyeksi pergerakan harian, Dupoin Futures memperkirakan bahwa harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan hingga mendekati level resistance di 4.789 dolar AS apabila momentum bullish tetap terjaga. Namun, potensi koreksi tetap perlu diantisipasi, terutama jika terjadi aksi ambil untung atau perubahan sentimen global. Dalam skenario tersebut, level support terdekat diperkirakan berada di sekitar 4.539 dolar AS, yang dapat menjadi titik penahan penurunan harga.

Secara fundamental, penguatan emas tidak terlepas dari pelemahan dolar AS yang terjadi seiring meningkatnya ekspektasi bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran akan mereda. Pernyataan Presiden AS yang membuka peluang penarikan pasukan dalam beberapa pekan ke depan memberikan sinyal positif bagi pasar. Meskipun demikian, ketidakpastian masih membayangi setelah adanya perbedaan pernyataan antara pihak AS dan Iran terkait kemungkinan gencatan senjata.

Selain faktor geopolitik, lonjakan harga energi global turut memengaruhi pergerakan pasar dengan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk menyesuaikan kembali ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga, khususnya di Amerika Serikat. Federal Reserve diketahui masih mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50% hingga 3,75%, dengan prospek pemangkasan suku bunga yang semakin terbatas. Lingkungan suku bunga tinggi cenderung menjadi faktor penahan bagi kenaikan emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dalam waktu dekat, seperti klaim pengangguran mingguan dan laporan Non-Farm Payrolls. Data tersebut akan menjadi indikator penting dalam menilai kondisi ekonomi AS. Jika hasil yang dirilis menunjukkan pelemahan, maka hal ini berpotensi menekan dolar AS lebih lanjut dan memberikan ruang tambahan bagi harga emas untuk menguat.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental yang ada, harga emas diperkirakan akan tetap bergerak dalam tren positif meskipun disertai volatilitas yang tinggi. Investor diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan global yang dapat memengaruhi arah pasar, termasuk dinamika geopolitik dan kebijakan moneter. Dalam kondisi ketidakpastian seperti saat ini, emas masih menjadi salah satu instrumen yang relevan sebagai lindung nilai sekaligus peluang investasi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 933 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Keselamatan di Jalan Tol, Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027

11 Agustus 2026 - 19:49 WITA

Masih Ada Waktu! Dupoin Blog Competition Resmi Diperpanjang

11 Agustus 2026 - 17:49 WITA

Mugen 2026: Hadirkan Model Context Protocol (MCP), RevComm Ciptakan Inovasi Voice Analytics untuk Bisnis

11 Agustus 2026 - 17:24 WITA

ESR dan INA Perluas Kemitraan untuk Pengembangan Logistik Baru di Indonesia

11 Agustus 2026 - 17:22 WITA

Rian D’Masiv hingga Didik Nini Thowok Puji Talenta AICE Got You! Solo

11 Agustus 2026 - 17:00 WITA

K Mall Semarakan Indonesia Shopping Festival 2026 Lewat Kemayoran Reimagined

11 Agustus 2026 - 16:59 WITA

Trending di Bisnis