Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bisnis · 13 Mei 2026 10:36 WITA ·

Wujudkan Layanan Pangan Aman, SUCOFINDO Gelar Sosialisasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi


Wujudkan Layanan Pangan Aman, SUCOFINDO Gelar Sosialisasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Perbesar

Jakarta, (13/5) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menggelar webinar bertajuk “Sosialisasi Mekanisme Sertifikasi HACCP dan Penerapan Sistem Keamanan Pangan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)” yang diikuti oleh SPPG di Indonesia. Webinar ini merupakan dukungan terhadap implementasi Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam penguatan sistem keamanan pangan dan peningkatan kualitas layanan pemenuhan gizi masyarakat.

Dalam kegiatan ini turut menghadirkan narasumber di bidang keamanan pangan dan sertifikasi, yaitu Act. Senior Manager of Product Certification & Quality System sekaligus Lead Auditor Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) PT SUCOFINDO (PERSERO), M. Taufiq Hidayatulloh dan Senior Manager Agriculture Commodity dan Lead Auditor HACCP PT SUCOFINDO (PERSERO), Vidyana Purna Ahmad.

M. Taufiq Hidayatulloh menjelaskan pentingnya penerapan sistem keamanan pangan pada operasional SPPG sebagai salah satu unit strategis penyedia makanan bergizi yang aman, higienis, dan berkualitas bagi masyarakat. Seiring meningkatnya perhatian terhadap program pemenuhan gizi, pengelolaan pangan skala massal dinilai memiliki tantangan besar apabila tidak didukung sistem pengendalian keamanan pangan yang memadai.

“Keamanan pangan bukan hanya urusan dapur, tetapi bagian dari perlindungan penerima manfaat, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Karena makanan diproduksi dalam jumlah besar, keamanan pangan menjadi fondasi operasional SPPG agar makanan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan terjamin mutunya,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Vidyana Purna Ahmad menjelaskan HACCP merupakan sistem preventif yang berfokus pada identifikasi dan pengendalian potensi bahaya pangan sejak proses penerimaan bahan baku, produksi, hingga distribusi makanan. Menurutnya, penerapan HACCP tidak hanya relevan bagi industri besar, tetapi juga sangat penting diterapkan pada dapur layanan seperti SPPG.

“Keamanan pangan bukan sekadar menjaga kebersihan dapur, tetapi bagaimana seluruh proses dapat dikendalikan secara sistematis dan terdokumentasi mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, pengolahan, pemorsian dan pengemasan sampai dengan distribusi,” jelasnya.

Selanjutnya, kedua narasumber memberikan penjelasan terkait 12 langkah 7 Prinsip HACCP. Vidyana Purna Ahmad menjelaskan 5 langkah awal yang terdiri dari Penetapan Tim HACCP, Deskripsi produk, Tujuan penggunaan, Penyusunan diagram alir, dan verifikasi diagram alir di tempat. Selanjutnya M. Taufiq Hidayatulloh menjelaskan Langkah selanjutnya yaitu 7 Prinsip HACCP yang diawali dengan identifikasi dan analisa bahaya, penetapan CCP, penetapan batas kritis CCP, Sistim monitoring CCP, penetapan Tindakan koreksi, Validasi rencana HACCP dan program verifikasi, Dokumentasi dan rekaman.

Lebih lanjut, M. Taufiq Hidayatulloh juga menyoroti tantangan implementasi keamanan pangan di lapangan, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, tata letak dapur, pengendalian bahan baku, hingga pentingnya dokumentasi dan monitoring secara berkala.

“Pelatihan personel dan konsistensi penerapan prosedur menjadi kunci utama keberhasilan sistem HACCP. Kebersihan saja tidak cukup tanpa adanya pengawasan dan pencatatan yang baik,” jelasnya.

Pada sesi terakhir, Vidyana Purna Ahmad juga memaparkan tahapan sertifikasi HACCP yang meliputi pengajuan aplikasi, audit tahap 1 dan tahap 2, keputusan sertifikasi, hingga surveillance. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih lembaga sertifikasi terakreditasi guna memastikan kredibilitas dan pengakuan terhadap sertifikasi yang diterbitkan.

“Melalui kegiatan ini, SUCOFINDO berharap dapat meningkatkan pemahaman publik dan stakeholder terkait pentingnya sistem keamanan pangan, khususnya bagi pengelola SPPG dan layanan jasa boga. Webinar ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung terciptanya layanan pangan yang aman, berkualitas, dan terpercaya bagi masyarakat,” kata Vidyana Purna Ahmad.

Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen mendukung implementasi sistem keamanan dan jaminan mutu pangan melalui layanan terpadu, mulai dari sertifikasi halal, Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), ISO 22000 terkait Sistem Manajemen Keamanan Pangan, hingga inspeksi, audit, pengujian laboratorium, sertifikasi produk, serta pelatihan teknis guna memastikan setiap proses produksi pangan memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 924 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tangani Pembayaran Klaim Dengan Cepat, BRI Insurance Bayarkan Asuransi Mikro Puluhan Juta di Balikpapan

14 Juni 2026 - 09:56 WITA

Dari Prestasi Akademik dan Non-Akademik: Perjalanan Irham Mengembangkan Diri di BINUS @Bandung

14 Juni 2026 - 09:00 WITA

Kolaborasi Strategis BRI Finance dengan Kejaksaan Negeri Padang Wujudkan Tata Kelola Bisnis Akuntabel

13 Juni 2026 - 23:18 WITA

Optimistis Pembiayaan EV Terus Bertumbuh, BRI Finance Sambut Kebijakan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik

13 Juni 2026 - 23:17 WITA

Dana Renovasi Rumah Terwujud, Cek Pendanaan Tunai BRI Finance Berikut Ini

13 Juni 2026 - 23:15 WITA

Wujudkan Perjalanan Nyaman, BRI Finance Hadirkan KKB Mobil Baru dengan Bunga Mulai 3,97%

13 Juni 2026 - 23:14 WITA

Trending di Bisnis