MAKASSAR, SULUTNEWS.COM – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Wakapolda Sulsel) Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan mengajak jemaat Gereja Katolik Katedral Makassar menangkal hoaks, menghindari penipuan daring, dan melindungi keluarga dari bahaya narkoba. Ia menyampaikan ajakan itu saat menghadiri program Minggu Kasih di Katedral Makassar, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA ini mempererat hubungan polisi dengan masyarakat. Melalui pertemuan tersebut, jajaran Polda Sulsel juga mendorong jemaat berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sejumlah pejabat Polda Sulsel mengikuti kegiatan itu, antara lain Dirpolairud Kombes Pol. Donny Charles Go, Kasetum AKBP Sally Helen Bakkara, dan Waka SPN AKBP Robert Kennedy Aritonang. Perwakilan personel Polda Sulsel turut hadir.
Dari Keuskupan Agung Makassar (KAMS), hadir Vikjen Pastor Derikson Turnip, CICM, Sekretaris KAMS Pastor Aidan Putra Sidik, Ekonom Keuskupan Pastor Anthon Michael, serta Pastor Paroki Katedral Pastor Yulius Malli bersama jemaat.
Dalam kesempatan itu, Wakapolda membacakan pesan kamtibmas dari Kapolda Sulsel. Pesan tersebut menyoroti ancaman hoaks, penipuan digital, narkoba, dan gangguan keamanan lingkungan.
Pertama, Wakapolda meminta jemaat memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Ia mengingatkan warga agar tidak langsung mempercayai kabar dari sumber yang tidak jelas. Dengan cara itu, masyarakat dapat menekan penyebaran hoaks dan mencegah keresahan.
Selanjutnya, ia mengajak warga mengenali modus penipuan daring atau scam online. Pelaku kerap menawarkan hadiah, pinjaman online ilegal, atau tautan mencurigakan untuk menjerat korban. Karena itu, masyarakat perlu menolak tawaran yang tidak masuk akal dan menghindari tautan asing.
Wakapolda juga mengingatkan orang tua agar melindungi anak dari bahaya narkoba. Ia mendorong keluarga memantau pergaulan anak, membangun komunikasi terbuka, dan mengenali perubahan perilaku sejak dini. Dengan demikian, orang tua dapat mengambil langkah pencegahan sebelum masalah berkembang.
Selain itu, Wakapolda menyosialisasikan layanan Call Center Polri 110. Warga dapat menghubungi nomor bebas pulsa tersebut selama 24 jam untuk meminta bantuan atau melaporkan gangguan keamanan. Karena itu, ia mengimbau masyarakat segera menggunakan layanan tersebut saat menghadapi keadaan darurat.
Untuk menjaga keamanan lingkungan, Wakapolda mengajak jemaat menghindari tawuran dan menolak provokasi. Sebaliknya, ia mendorong warga mengutamakan dialog, memperkuat kepedulian, dan bekerja sama mencegah konflik.
“Polisi dan masyarakat harus bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Sulawesi Selatan. Mari kita jaga Sulsel tetap aman, damai dan kondusif,” pesan Kapolda Sulsel yang dibacakan Wakapolda.
Sementara itu, Pastor Paroki Katedral Pastor Yulius Malli mengapresiasi kehadiran jajaran Polda Sulsel. Ia menyambut baik Minggu Kasih karena polisi berdialog langsung dengan jemaat dan memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polda Sulsel mengajak warga menjaga keamanan mulai dari lingkungan terdekat. Dengan menyaring informasi, menghindari penipuan, mencegah penyalahgunaan narkoba, dan menolak provokasi, masyarakat dapat membantu menjaga Sulawesi Selatan tetap aman dan harmonis.
Kegiatan Minggu Kasih pun berlangsung tertib dan khidmat.
Penulis : Muhammad Irwansyah (Wartawan Madya)









