Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bisnis · 12 Jun 2026 16:12 WITA ·

Volatilitas Rupiah Dorong Diversifikasi Portofolio, BRI-MI Tawarkan Alternatif Investasi Dolar


Volatilitas Rupiah Dorong Diversifikasi Portofolio, BRI-MI Tawarkan Alternatif Investasi Dolar Perbesar

Volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan. Rupiah saat ini menghadapi tekanan dari kombinasi faktor eksternal, kebijakan moneter Federal Reserve yang belum sepenuhnya melunak, penguatan indeks dolar AS akibat divergensi pertumbuhan ekonomi global, hingga dinamika arus modal keluar dari pasar negara berkembang. Di pasar domestik, kondisi ini membuat investor untuk memikirkan ulang eksposur mata uang dalam portofolio mereka.

Jakarta – Volatilitas
nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan.
Rupiah saat ini menghadapi tekanan dari kombinasi faktor eksternal, kebijakan
moneter Federal Reserve yang belum sepenuhnya melunak, penguatan indeks dolar
AS akibat divergensi pertumbuhan ekonomi global, hingga dinamika arus modal
keluar dari pasar negara berkembang. Di pasar domestik, kondisi ini membuat
investor untuk memikirkan ulang eksposur mata uang dalam portofolio mereka.

Diversifikasi valuta
tidak lagi identik dengan panic buying dolar di tengah gejolak kurs.
Semakin banyak investor yang mempertimbangkan eksposur terhadap mata uang asing
sebagai bagian integral dari perencanaan keuangan jangka menengah dan panjang,
terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan finansial terkait dolar AS.

Salah
satu cara yang dapat dipertimbangkan investor untuk memperoleh eksposur
tersebut adalah melalui instrumen investasi berbasis dolar yang dikelola secara
profesional. Pendekatan ini memungkinkan investor memperoleh akses terhadap
aset berdenominasi dolar AS tanpa harus melakukan pengelolaan investasi secara
langsung.

Kepala
Divisi Corporate Secretary & Communication PT BRI Manajemen Investasi
(BRI-MI) Bagus Setyawan menilai adanya volatilitas nilai tukar tidak selalu
harus dipandang sebagai risiko. Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat menjadi
momentum bagi investor untuk mengevaluasi kembali alokasi aset yang dimiliki.

“Ketika
volatilitas nilai tukar meningkat, kami melihat investor mulai lebih aktif
mengevaluasi komposisi asetnya. Fokusnya bukan hanya mengelola risiko, tetapi
juga mencari peluang diversifikasi yang dapat membantu menjaga keseimbangan
portofolio dalam berbagai kondisi pasar,” ujar Bagus.

Ia
menambahkan, semakin banyak investor yang mulai mempertimbangkan eksposur
terhadap dolar AS sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang, bukan
semata-mata untuk memanfaatkan pergerakan kurs dalam jangka pendek.

“Eksposur
terhadap mata uang yang berbeda dapat menjadi diversifikasi dalam pengelolaan
portofolio. Bagi sebagian investor, hal ini juga berkaitan dengan kebutuhan
keuangan di masa depan yang memiliki keterkaitan dengan dolar AS,” katanya.

Tawarkan Diversifikasi Melalui Investasi Dolar Reksa Dana BSLD

Adapun
BRI-MI merespons kebutuhan ini melalui BRI Seruni Likuid Dolar (BSLD), reksa
dana pasar uang yang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek bersifat
utang berdenominasi dolar AS dengan jatuh tempo di bawah satu tahun.

Sejak
peluncurannya pada 10 Juli 2025 hingga 8 Juni 2026, BSLD mencatatkan imbal
hasil sebesar 3,14% dalam denominasi dolar AS, atau ekuivalen 15,54% dalam
denominasi Rupiah pada periode yang sama, didukung oleh apresiasi nilai tukar
dolar AS terhadap rupiah.

“Dengan
fokus pada instrumen jangka pendek, BSLD mempertahankan tingkat likuiditas yang
relatif tinggi, sebuah diferensiasi yang membedakannya dari instrumen dolar
berjangka panjang. Sehingga, instrumen pasar uang berbasis dolar dapat menjadi
salah satu pilihan bagi investor yang mengutamakan fleksibilitas dalam
pengelolaan dana sekaligus ingin mulai membangun eksposur terhadap dolar AS
secara bertahap,” tambah Bagus.

Di
tengah volatilitas nilai tukar yang masih menjadi perhatian pasar, investor
memiliki berbagai alternatif untuk memperluas diversifikasi portofolio.
Instrumen berbasis dolar AS dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi
strategi investasi jangka menengah maupun jangka panjang.

“Bagi
investor yang ingin memiliki eksposur terhadap dolar AS dengan Risiko yang
terukur dan sesuai kebutuhan likuiditas, instrumen pasar uang dolar dapat
menjadi titik awal yang relevan. Yang terpenting adalah memastikan setiap
keputusan investasi tetap selaras dengan tujuan keuangan dan profil risiko
masing-masing,” tutup Bagus.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai BSLD ataupun
produk-produk investasi BRI-MI, kunjungi instagram resmi BRI-MI di
@brimi.official atau melalui website https://bri-mi.co.id/.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dukung Hilirisasi Riset, Wamenko Pangan Luncurkan Inovasi Faspol 5.0 dan Kompetisi PFsains 2026

12 Juni 2026 - 16:55 WITA

Tingkatkan Komitmen Melayani Sepenuh Hati Menjelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan Respons Real-Time melalui One Call Center 133

12 Juni 2026 - 16:46 WITA

Harga Emas Pekan Kedua Juni Berpotensi Konsolidasi Setelah Reli Tajam

12 Juni 2026 - 16:40 WITA

Hisense di Laga Pembuka Piala Dunia FIFA 2026™: “Innovating a Brighter Life”!

12 Juni 2026 - 16:11 WITA

KAI Daop 2 Bandung Ajak Masyarakat Berperan Serta Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api

12 Juni 2026 - 14:40 WITA

BP Tapera Dorong Akselerasi Program Perumahan di Kepulauan Nias, BSPS 2026 Dialokasikan untuk Seluruh Wilayah

12 Juni 2026 - 14:13 WITA

Trending di Bisnis