Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Bitung · 7 Okt 2026 20:51 WITA ·

Viral di Medsos  Galian C Tak Berizin, Pengelola Siap Patuhi Aturan APH


Viral di Medsos  Galian C Tak Berizin, Pengelola Siap Patuhi Aturan APH Perbesar

Bitung – Aktivitas galian C yang diduga belum mengantongi izin di Kelurahan Pinokalan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, menjadi sorotan setelah viral di media sosial.

Ditengah isu itu, pihak pengelola lokasi angkat bicara. Bambang mengakui bahwa kegiatan tersebut memang belum memiliki izin.

“Izin memang belum ada, lokasi itu merupakan pekerjaan pematangan lahan. Nah, sebelum melakukan kegiatan kami sudah berkoordinasi terlebih dahulu,”ucapnya.

Ia menjelaskan, pihaknya tidak bermaksud mengabaikan aturan bhkan jika APH memerintahkan agar kegiatan dihentikan pihaknya menyatakan siap mematuhi perintah tersebut.

“Kalau memang diperintahkan untuk ditutup, ya kami tutup. Tetapi kami ingin menyelesaikan pembicaraan terlebih dahulu dengan pemilik lahan,” katanya.

Terkait keluhan mengenai abu atau debu yang disebut muncul akibat aktivitas di lokasi, Bambang meminta persoalan tersebut dilihat secara lebih menyeluruh.

“Soal abu kasiang kita tahu bersama bukan hanya di Pinokalan hampir di seluruh wilayah Kota Bitung juga banyak abu. Itu juga dampak dari kondisi El Nino dan cuaca yang kering,” ungkap Bambang dengan mata berkaca-kaca.

Pria paru baya tersebut juga menanggapi adanya dugaan bahwa lahan tersebut sengaja dibakar untuk memperluas areaa kegiatan galian C.

“Untuk masalah pembakaran, kita tahu bersama bahwa sebelum kegiatan galian dilakukan, lokasi itu sudah terbakar. Tidak mungkin torang yang membakar hanya untuk perluasan kegiatan galian C,”tegasnya dengan nada kesal.

Lebih jauh, pria paru baya ini meminta kalau memang mau diadakan penertiban aktivitas galian C di Kota Bitung dilakukan secara adil dan tidak tebang pilih.

“Kalau memang harus ditutup torang siap tutup. Tapi jangan cuma torang tapi harus berlaku untuk semuanya,” tegasnya.

Ia mengaku khawatir penghentian seluruh aktivitas galian C secara tiba-tiba dapat berdampak langsung terhadap kehidupan para sopir dan keluarganya.

“Kasihan juga para sopir kalau tidak ada muatan, istri dan anak mereka mau makan apa,,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang sopir yang ditemui juga menyampaikan keresahannya.

“Ya kasiang kalau ditutup itu lokasi, torang mau makan apa. Nah, di lokasi bukan cuma sopir orang Bitung bahkan ada sopir dari luar daerah yang datang mencari nafkah di Bitung,” keluhnya.

Ia dan para sopir berharap meminta agar ada solusi yang tidak mengorbankan masyarakat kecil yang selama ini bergantung pada pekerjaan sebagai sopir angkutan material.

“Kami meminta APH dan pengusaha mencari jalan keluar. Kalau angkutan dihentikan, kami juga butuh kepastian bagaimana nasib kami dan keluarga,”harapnya.

Artikel ini telah dibaca 996 kali

Baca Lainnya

Hujan Lebat Besok Jumat 9 Oktober 2026 di Sulawesi Utara

8 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Wali Kota  Sambut Peserta Marpolex 2026 di Pelabuhan Bitung

8 Oktober 2026 - 10:34 WITA

Marpolex 2026

34 Alumni Ikuti Evaluasi Pasca Pelatihan Bapelkum Bitung

7 Oktober 2026 - 16:20 WITA

Bangun komunikasi Bersama Generasi Muda Polres Bitung Hadir di Tengah Pelajar

6 Oktober 2026 - 12:48 WITA

Indonesia Gelar Dialog Global Bahas Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara

5 Oktober 2026 - 21:31 WITA

FPSL 2026 Dimulai, Bitung Market & Expo Resmi Dibuka

3 Oktober 2026 - 20:45 WITA

Trending di Bitung