Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 15 Jan 2026 14:52 WITA ·

Tonggak Awal 2026, Pelindo Multi Terminal Jamrud Nilam Mirah Layani Kapal Impor Perdana


Tonggak Awal 2026, Pelindo Multi Terminal Jamrud Nilam Mirah Layani Kapal Impor Perdana Perbesar

Surabaya, Januari 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) melalui Branch Jamrud Nilam Mirah (Janirah) mencatatkan tonggak penting di awal tahun 2026 dengan berhasil menangani kapal impor pertama yang bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat di terminal tersebut. Kapal MV Jiashun menjadi kapal perdana yang membawa muatan steel slabs impor dengan total mencapai 40.695 metrik ton, menandai dimulainya penanganan kargo impor skala besar di Branch Janirah.

Kegiatan bongkar muat dilaksanakan di dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan berlangsung pada periode 2 hingga 6 Januari 2026. Kapal tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Sohar, Oman, membawa komoditas baja yang merupakan bahan baku strategis bagi industri nasional.

Branch Jamrud Nilam Mirah merupakan unit operasional di bawah pengelolaan PT Pelindo Multi Terminal yang melayani komoditas curah dan general cargo, termasuk baja dan produk turunannya. Keberhasilan penanganan muatan impor perdana ini menunjukkan kesiapan terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik, khususnya bagi wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Jamrud Nilam Mirah, Muh Junaedhy, menegaskan bahwa keberhasilan bongkar muat kargo impor perdana sebesar sekitar 40 ribu metrik ton tersebut menjadi bukti kesiapan SPMT Branch Janirah secara menyeluruh, baik dari sisi fasilitas, peralatan, maupun sumber daya manusia.

“Penanganan kargo impor perdana dengan volume sekitar 40 ribu metrik ton ini menunjukkan bahwa Branch Janirah siap melayani bongkar muat komoditas skala besar. Seluruh proses berjalan lancar sesuai standar operasional dan rencana pelayanan kapal,” tegas Muh Junaedhy.

Selama periode kegiatan bongkar muat, rata-rata capaian kinerja bongkar muat di Branch Janirah mencapai sekitar 10.000 ton per hari, mencerminkan produktivitas operasional terminal dalam menangani muatan impor skala besar secara efisien.

Ia menambahkan, keberhasilan penanganan kapal impor pertama ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi operasional Branch Janirah sepanjang tahun 2026, sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan SPMT.

Seluruh data kedatangan kapal dan realisasi bongkar muat tercatat dalam sistem operasional terminal sebagai bagian dari pengelolaan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi. Terminal Jamrud juga berperan sebagai salah satu titik distribusi utama komoditas baja yang masuk melalui jalur laut di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

Melalui kegiatan ini, SPMT Branch Janirah terus menjalankan perannya dalam mendukung kelancaran arus bahan baku industri serta memperkuat rantai logistik nasional di awal tahun 2026.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 933 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KAI Bandara Hadirkan Promo “Bayar Tiket Cuma 81%” Sambut HUT ke-81 RI

18 Agustus 2026 - 13:45 WITA

Rekomendasi Motor Matic untuk Harian, Pilihan Stylish dengan Fitur Modern Mulai Rp20 Jutaan

18 Agustus 2026 - 13:09 WITA

Moladin Finance dan Pashouses Jalin Kemitraan Strategis, Hadirkan Solusi Pembiayaan bagi Pemilik Properti

18 Agustus 2026 - 13:00 WITA

“HUT ke-81 RI, PAM JAYA Rayakan Kebersamaan dan Dukung Penyerahan Ambulans untuk Masyarakat Suku Baduy”

18 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Bukan Sekadar Hadir di Gala Premiere, ESAFX Perkuat Kolaborasi Strategis Bersama Film Ketok Mejik

18 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Bitcoin Tembus US$64.000 di Tengah Ketegangan AS-Iran, Ini Risiko Harga Bitcoin

18 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Trending di Bisnis