Menu ✖

Mode Gelap
Geger! KSP Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar

Manado · 4 Nov 2026 22:03 WITA ·

Teladan Kesetiaan Iman Ayah Kami Jason Simbolon: Tidak Tergoda Aroma Harumnya Kopi Sidikalang


 Foto : Keluarga Simbolon-Marbun bersama sembilan anak Perbesar

Foto : Keluarga Simbolon-Marbun bersama sembilan anak

Oleh: Merson Simbolon

Di bawah naungan Kawasan Ekosistem Leuser, tepatnya di Desa Laeluhung, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, tanah yang subur ini selalu punya cara untuk bercerita tentang ketabahan. Dairi, dengan ibukota Sidikalang yang dikenal luas sebagai penghasil biji kopi berkualitas dunia, menyuguhkan hamparan kebun yang menyejukkan mata. Namun bagi keluarga kami, ladang kopi ini bukan sekadar sumber penghidupan, melainkan altar tempat kesetiaan iman diuji dan dibuktikan setiap hari.

Cerita ini berpijak pada dua sosok teladan yang takkan pernah pudar dari ingatan: Ayah kami, almarhum Jason Simbolon, dan Ibu tercinta, Tioman Marbun.

Tahun 1991 menjadi titik yang mengubah seluruh perjalanan hidup keluarga kami. Di usia yang masih produktif, tepatnya 50 tahun, Ayah dipanggil pulang oleh Sang Pencipta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam sekaligus tanggung jawab yang berat di pundak Ibu, yang kala itu juga berusia 50 tahun, untuk berdiri tegak sebagai orang tua tunggal. Tugasnya tiada main-main untuk menuntun, membesarkan, dan mendidik sembilan orang anak yang sedang tumbuh berkembang. Tiga anak tidak melihat saat Ayah kami meninggal karena keterbatasan biaya, jarak dan komunikasi yang masih susah saat kami sudah merantau ke Jakarta dan  yang bungsu baru 6 tahun belum mengerti apa-apa.

Sembilan anak itu, Rosdiana, Merson, Sihar, Luhut, Rolina, Parmin, Romelina, Frengky, dan Ervina. Menjadi amanah yang dijaga Ibu dengan keringat dan doa yang tak pernah putus. Sejak kecil, kami semua akrab dengan tanah perkebunan. Tangan-tangan kecil belajar memetik buah kopi yang memerah, memikul keranjang, hingga membantu mengolah ratusan hingga ribuan kilogram hasil panen. Dari kebun itulah, Ibu merajut asa demi masa depan kami.

Namun ada satu hal yang membedakan keluarga kami di tengah gemuruh budaya minum kopi di tanah Dairi: kami adalah petani kopi, menghasilkan biji terbaik, tetapi tidak satu tetes pun kami minum. Begitu pula rokok dan minuman keras, dan bahkan minuman tradisional tuak sama sekali tidak menyentuh kehidupan kami.

Ini bukan karena ketakutan, melainkan bentuk kesetiaan yang tulus. Semasa hidup, Ayah kami Jason Simbolon telah meletakkan fondasi yang kokoh. Ia mendidik kami hidup selaras dengan prinsip Reformasi Kesehatan yang dijunjung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Dimana tubuh adalah bait Allah yang suci, wajib dijaga murni dari segala zat yang dapat mengaburkan kejernihan pikiran dan rohani.

Ketika Ayah berpulang, ajaran itu tidak ikut terkubur. Ibu Tioman Marbun meneruskannya dengan ketegasan yang lembut. Selama bertahun-tahun memikul tanggung jawab sendirian, ia menjaga benteng iman kami agar tak runtuh oleh arus zaman. Di warung, kopi mungkin lambang keakraban, tetapi di rumah kami, ketaatan kepada Tuhan dan penghormatan terhadap pesan orang tua adalah hukum yang tak tergoyahkan.

Kini kami masing-masing sudah punya anak, bahkan sudah tua juga, merantau ke kota-kota besar ke Jakarta hingga Manado. Tantangan kehidupan kota modern tentu berbeda dengan kesahajaan desa. Di tengah hiruk-pikuk materialisme dan pergaulan yang serba bebas, perjuangan kami berlanjut untuk mewariskan iman ini kepada generasi ketiga, anak-cucu kami.

Tujuan kami sederhana: memastikan mereka tetap menjaga kehormatan dan integritas. Sesuai firman Tuhan dalam Amsal 17:6: “Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu, dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.” Ayat ini menjadi kompas hidup kami. Kami ingin menjadi teladan yang dihormati, sekaligus menjadikan takut akan Tuhan sebagai mahkota indah bagi Ibu di usia senjanya.

Dan buah kesetiaan itu kini nyata. Atas pertolongan Tuhan, kami sembilan bersaudara berhasil menamatkan pendidikan tinggi, dari jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktor. Bukan karena kekuatan atau kecerdasan sendiri. Namun di balik setiap lembar ijazah, ada keringat Ibu, doa-doanya di keheningan malam, serta fondasi disiplin yang diletakkan Ayah. Keberhasilan ini adalah bukti bahwa dengan memegang teguh pesan orang tua dan iman kepada Tuhan tidak pernah sia-sia.

Kini di usia 85 tahun, Ibu Kami Tioman Marbun dapat tersenyum penuh syukur. Anak-anak yang dulu dibesarkan dalam keterbatasan telah tumbuh membawa manfaat bagi sesama, tanpa pernah mengorbankan prinsip yang ditanamkan sejak kecil. Kami membuktikan bahwa seseorang dapat menghasilkan yang terbaik bagi dunia, baik lewat hasil bumi maupun pemikiran di dunia akademik, tanpa mengorbankan iman dan integritas.

Ayah kami Jason Simbolon menanam benih keteladanan. Ibu Tioman Marbun menyiraminya dengan ketabahan yang luar biasa, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Dan kami, kesembilan anaknya, berjanji menjaga pohon iman ini tetap rimbun, berbuah lebat, hingga ke anak-cucu kami.(*)

Artikel ini telah dibaca 119 kali

Baca Lainnya

2000 Kader PDI Perjuangan Sulut Ikut Rakor Tiga Pilar Puan Maharani Dijadwalkan Hadir

4 November 2026 - 15:08 WITA

2000 Kader PDI Perjuangan Sulut Ikut Rakor Tiga Pilar Puan Maharani Dijadwalkan Hadir

4 November 2026 - 12:58 WITA

Polisi Siapkan 500 Pasukan Amankan Aksi Demo di Kantor DPRD Sulut

4 November 2026 - 11:23 WITA

Prof Roike Montolalu Jadi Pendaftar Pertama Calon Rektor Unsrat, Tiga Calon Lain Rencana Mendaftar Kamis 5 November 2026

3 November 2026 - 23:11 WITA

TKA di Sejumlah SMA dan SMK Sulut Gelombang Kedua Berjalan Lancar, Listrik dan Server Online Tanpa Gangguan

3 November 2026 - 23:00 WITA

Kokohkan Kebersamaan TNI, Pangdam XIII/Merdeka Sambangi Kodaeral VIII Manado

3 November 2026 - 20:25 WITA

Trending di Manado