Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 17 Jan 2026 01:12 WITA ·

Teknologi Drone LiDAR Meningkatkan Efisiensi Inspeksi Power Line


Teknologi Drone LiDAR Meningkatkan Efisiensi Inspeksi Power Line Perbesar

Pemanfaatan teknologi drone dan LiDAR semakin berperan penting dalam mendukung inspeksi jaringan listrik.

Seiring meningkatnya kebutuhan akan data yang akurat, aman, dan efisien, teknologi drone LiDAR memungkinkan pemantauan kondisi jalur transmisi dilakukan secara lebih menyeluruh, terutama di area dengan medan sulit dijangkau melalui metode konvensional.

Dalam inspeksi power line, penggunaan drone yang dilengkapi sensor LiDAR memungkinkan pengumpulan data spasial beresolusi tinggi untuk mendukung pemeliharaan jaringan, analisis risiko, serta perencanaan jangka panjang. Data yang dihasilkan memberikan gambaran detail kondisi kabel, struktur tower, hingga lingkungan di sekitarnya, termasuk vegetasi yang berpotensi mengganggu jalur transmisi.

Halo Robotics memanfaatkan platform drone DJI M350 RTK yang dipadukan dengan sensor Zenmuse L2 untuk mendukung proses inspeksi LiDAR power line. Teknologi ini memungkinkan pengambilan data dilakukan secara efisien dengan hasil yang presisi, sehingga dapat membantu perusahaan utilitas kelistrikan dalam memahami kondisi aset jaringan secara lebih objektif dan berbasis data.

Salah satu fitur yang digunakan dalam inspeksi ini adalah Power Line Follow, yang memungkinkan drone mengikuti jalur kabel secara otomatis. Pendekatan ini membantu menjaga stabilitas penerbangan di sekitar jaringan listrik, sekaligus meningkatkan keamanan dan konsistensi pengambilan data, terutama di area berbukit atau dengan tutupan vegetasi lebat.

Setelah data lapangan dikumpulkan, pengolahan awal dilakukan menggunakan perangkat lunak DJI Terra untuk menghasilkan model spasial seperti kontur dan representasi permukaan tanah. Data tersebut kemudian dianalisis lebih lanjut untuk memberikan informasi yang relevan bagi evaluasi kondisi jalur transmisi, termasuk jarak aman antara kabel dan objek di sekitarnya, potensi risiko vegetasi, serta indikasi kemiringan struktur tower.

“Dengan dukungan data LiDAR yang detail, perusahaan utilitas kelistrikan dapat memperoleh gambaran kondisi jalur transmisi secara lebih menyeluruh. Informasi ini membantu proses evaluasi dan perencanaan pemeliharaan dilakukan secara lebih terukur,” ujar Halo Robotics.

Pemanfaatan inspeksi berbasis drone dan LiDAR menjadi bagian dari upaya mendorong praktik pengelolaan infrastruktur kelistrikan yang lebih modern dan berbasis data. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan keselamatan kerja serta keandalan jaringan listrik secara berkelanjutan.

Perkembangan platform drone generasi terbaru seperti DJI Matrice 400 dan sensor Zenmuse L3, membuka peluang peningkatan kapasitas inspeksi yang lebih luas, baik dari sisi jangkauan, kualitas data, maupun efisiensi operasional. Teknologi ini diharapkan dapat semakin mendukung kebutuhan inspeksi jaringan listrik di Indonesia yang memiliki karakteristik geografis yang beragam.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 934 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Blockchain Resmi Masuk Ekonomi Kreatif, IDBW 2026 Jadi Panggung Besar Web3 Indonesia

18 Agustus 2026 - 11:22 WITA

Perusahaan Jepang Bidik Pasar Indonesia di Era AI: Firma Hukum dan Startup Legal-Tech Gelar Seminar Strategi Masuk Pasar di Tokyo.

18 Agustus 2026 - 10:44 WITA

Dolar AS Melemah dan Konflik Memanas, Mengapa Harga Emas (XAUUSD) Bisa Terkoreksi?

18 Agustus 2026 - 10:03 WITA

Dolar AS Melemah dan Konflik Memanas, Mengapa Harga Emas (XAUUSD) Bisa Terkoreksi?

18 Agustus 2026 - 10:03 WITA

ANTERAJA INVESTASI PADA GENERASI AI INDONESIA LEWAT NEXTGEN AI ACADEMY

18 Agustus 2026 - 08:39 WITA

Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel, Bukan WhatsApp Saja

18 Agustus 2026 - 08:00 WITA

Trending di Bisnis