Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 11 Mar 2026 16:49 WITA ·

Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja sebagai Instrumen Geopolitik, Krakatau Steel Tangkap Peluang Penguatan Industri Strategis Nasional


Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja sebagai Instrumen Geopolitik, Krakatau Steel Tangkap Peluang Penguatan Industri Strategis Nasional Perbesar

Jakarta, 11 Maret 2026 – Dinamika perdagangan global yang semakin menjadikan tarif baja sebagai instrumen geopolitik membuka peluang strategis bagi penguatan industri baja nasional. Bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbkp/Krakatau Steel Group erubahan ini menegaskan pentingnya baja sebagai komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi sekaligus fondasi ketahanan industri.

Direktur Utama PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa realitas
global tersebut harus dibaca sebagai peluang untuk memperkuat fondasi industri
baja nasional secara berkelanjutan.

“Baja
kini diakui secara global sebagai komoditas strategis yang menentukan ketahanan
industri dan ekonomi suatu negara. Bagi Krakatau Steel, ini menjadi momentum
untuk memperkuat posisi sebagai industri baja nasional yang berdaya saing,
efisien, dan mampu mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia,” ujar
Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel
Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder
Indonesia (ALFI/ILFA).

Momentum bagi Penguatan Daya
Saing Baja Nasional
 

Bagi
Krakatau Steel Group, perubahan lanskap global ini mempertegas nilai strategis
baja nasional sebagai tulang punggung pembangunan dan ketahanan ekonomi.
Pergeseran dari rezim perdagangan netral menuju rezim berbasis kepentingan
nasional menciptakan ruang bagi negara untuk memperkuat industri bajanya secara
lebih terintegrasi. 

Dr.
Akbar Djohan menambahkan, penguatan industri baja nasional juga berperan
penting dalam menjaga kepercayaan investor, karena menunjukkan adanya arah
kebijakan yang konsisten dalam melindungi sektor strategis dari volatilitas
geopolitik global. 

Tarif Berubah Fungsi: Dari
Instrumen Ekonomi ke Bahasa Kekuasaan
 

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel & Mining
Insights menjelaskan bahwa kebijakan tarif Amerika Serikat di era Presiden
Donald Trump, termasuk ancaman terhadap negara-negara Eropa dan NATO terkait
isu Greenland, menunjukkan bahwa perdagangan baja global tidak lagi sepenuhnya
bergerak dalam logika pasar. Baja kini diposisikan sebagai instrumen kekuasaan
dan keamanan nasional, sebuah realitas yang harus dibaca sebagai sinyal bisnis
dan strategi jangka panjang bagi industri baja Indonesia.

Widodo
menilai bahwa kasus Greenland menandai babak baru dalam perdagangan global, di
mana tarif digunakan sebagai alat tekanan politik, bukan lagi sekadar koreksi
distorsi pasar. “Untuk pertama kalinya secara sangat terbuka, tarif tidak lagi
dikaitkan dengan dumping atau lonjakan impor, tetapi dijadikan tuas untuk
memengaruhi sikap politik negara lain. Dalam konteks ini, perdagangan telah
bertransformasi menjadi bahasa kekuasaan,” ujar Widodo.

Menurutnya,
akses pasar Amerika Serikat kini diperlakukan sebagai leverage strategis,
bahkan untuk isu yang berada di luar domain perdagangan. Pergeseran ini
mengaburkan batas antara kebijakan ekonomi, keamanan nasional, dan politik luar
negeri.

Ketahanan Industri dan
Kedaulatan Ekonomi
 

Pergeseran
perdagangan baja global ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik
Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi
nasional, hilirisasi industri, dan kemandirian sektor strategis. Industri baja
tidak lagi dapat diposisikan semata sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai
instrumen kedaulatan ekonomi.

Dalam
konteks ini, Krakatau Steel terus mendorong transformasi bisnis, efisiensi
operasional, serta penguatan pasar domestik sebagai basis pertumbuhan jangka
panjang. Strategi tersebut tidak hanya menjawab tantangan global, tetapi juga
memastikan bahwa industri baja nasional menjadi bagian integral dari arsitektur
ketahanan ekonomi Indonesia. 

Dengan
dinamika global yang semakin menempatkan baja sebagai komoditas strategis,
Krakatau Steel Group memandang penguatan industri baja nasional bukan sekadar
respons defensif, melainkan peluang bisnis untuk membangun industri yang
tangguh, bernilai tambah tinggi, dan relevan dalam peta kepentingan strategis
global.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Model Pembiayaan Baru Jalan Tol, Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

12 Agustus 2026 - 23:16 WITA

PTPN Group Bangun Ekosistem Hilirisasi Ubi Kayu Terintegrasi, Tandatangani MoU dengan 11 Mitra Strategis di Lampung

12 Agustus 2026 - 22:20 WITA

Sribu dan Sudin PPAPP Jakarta Utara Dorong Perempuan Lebih Berdaya di Era Digital

12 Agustus 2026 - 19:43 WITA

ROAD TO PURANA 17: PURANA MEMULAI RANGKAIAN SELEBRASI LEWAT “PURANA KIDS MODEL SEARCH” DI CENTRAL DEPARTMENT STORE

12 Agustus 2026 - 17:40 WITA

Rayakan Kemerdekaan di Fatmawati City Center Dengan Penawaran 17-8-45

12 Agustus 2026 - 17:31 WITA

Rekomendasi Motor Irit untuk Kerja, Tetap Stylish Dipakai ke Mana Saja

12 Agustus 2026 - 16:53 WITA

Trending di Bisnis