Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Internasional · 20 Jun 2026 13:43 WITA ·

Tambak Garam Rote Ndao: Suara Pemilik Lahan Bergema di Ruang Paripurna DPRD Fakta Terbongkar Tuntas di RDPU


Tambak Garam Rote Ndao: Suara Pemilik Lahan Bergema di Ruang Paripurna DPRD Fakta Terbongkar Tuntas di RDPU Perbesar

Reporter: Dance Henukh

Sulutnews.com • Rote Ndao, 19 Juni 2026 — Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Rote Ndao menjadi saksi bergemanya suara para pemilik lahan. Di sini, segala topeng penipuan pelaksanaan proyek tambak garam robek habis tanpa sisa. Terbukti nyata: kontraktor yang ditunjuk sama sekali bukan mitra pembangunan, melainkan perampok berizin yang menjadikan tanah subur Rote Ndao sekadar lahan jarahan pribadi. Potensi kekayaan pesisir tidak dikelola, melainkan dieksploitasi habis‑habisan demi keuntungan sepihak.

Kejahatan Terencana

Kontraktor bergerak dengan skema rapi merampok anggaran secara sistematis: material kualitas terendah dipasang seolah barang berharga, pekerjaan dikerjakan asal jadi, uang miliaran rupiah disedot langsung masuk kantong sendiri. Lahan leluhur yang subur dan bernilai tinggi milik warga yang kini berani bersuara dianggap barang buangan, diduga diambil paksa dengan harga hina, jauh di bawah harga wajar. Pesisir yang kaya sumber daya dibunuh sengaja; aliran air dikacaukan, tempat berkembang biak ikan musnah, sumber hidup warga dikorbankan demi keuntungan secepat mungkin. Bagi mereka, aturan hukum cuma kertas bekas, rakyat cuma penghalang yang harus disingkirkan, dan alam yang kaya ini cuma korban tak berdaya.

Tegasan Tanpa Kompromi

Suara lantang pemilik lahan dan anggota dewan bergema memecah kebisuan di ruang sidang:

“Ini bukan sekadar kekurangan teknis. Ini pengabaian sadar terhadap hukum dan hak asasi warga. Proyek ini berjalan seolah tidak ada yang berani menuntut. Kami tidak lagi menerima janji manis atau alasan berbelit. Yang kami minta: pertanggungjawaban mutlak.”

Kontraktor tahu persis apa yang diperbuat sejak awal. Ini kejahatan yang disusun, bukan kelalaian biasa. Tak ada jabatan, tak ada koneksi apa pun yang bisa dijadikan tameng perlindungan.

Kesimpulan Pasti

Di atas lahan yang kaya ini tanah yang selama ini dijaga pemiliknya mereka mencuri uang negara, merampas hak rakyat, dan menghancurkan masa depan daerah selamanya. Sekarang saatnya menagih hutang keadilan: seret mereka ke pengadilan, sita segala keuntungan kotor yang telah dikumpulkan, jatuhkan hukuman setimpal tanpa keringanan. Bagi perampok berkedok kontraktor di tanah Rote Ndao yang kaya ini, tak ada ampun sama sekali.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Tambak Garam Rote Ndao Kebohongan yang Tak Bisa Lagi Disembunyikan

20 Juni 2026 - 13:05 WITA

Kasus Kematian Johanis Anabokai Memanas: Polres Rote Ndao Jemput 3 Warga Dusun Lutu

17 Juni 2026 - 00:45 WITA

Perjumpaan Miftahul Huda – Sesditjen Pengelolaan Kelautan DJPK-KKP Membangun Kolaborasi Pemilik Lahan Dukung Penuh Pembangunan K-SIGN Tahap 2

15 Juni 2026 - 07:07 WITA

Peran Ketua Panitia SPMB Yedid Bessie dalam Menyampaikan Sistem Penerimaan Siswa Baru

15 Juni 2026 - 06:21 WITA

Pemilik Lahan di Kawasan Industri Garam Dukung Penuh Pembangunan K-SIGN Tahap Dua

13 Juni 2026 - 06:04 WITA

*Kolaborasi Inklusif Masyarakat Rote dalam Mendukung Program Strategis Nasional K-SIGN*

12 Juni 2026 - 16:18 WITA

Trending di Entertainment