Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 21 Jan 2026 10:05 WITA ·

Takut Deposit karena Penipuan, Nasabah Ini Bertahan 5 Tahun di HSB Investasi


Takut Deposit karena Penipuan, Nasabah Ini Bertahan 5 Tahun di HSB Investasi Perbesar

Maraknya penipuan trading membuat seorang nasabah berhati-hati. Pengalaman lima tahun di HSB Investasi ini menyoroti pentingnya legalitas, transparansi, dan disiplin dalam trading.

Maraknya kasus penipuan berkedok trading dan investasi membuat banyak masyarakat semakin berhati-hati sebelum menempatkan dana. Berbagai modus, mulai dari titip dana, grup tertutup di media sosial, hingga janji keuntungan tetap dalam waktu singkat, kerap menjadi jebakan yang merugikan, terutama bagi trader pemula.

Kondisi ini juga pernah dirasakan oleh Dwi Ardiansyah, seorang karyawan yang mulai mengenal trading sejak 2020. Ketertarikannya muncul bukan karena ingin mencari jalan pintas, melainkan keinginan untuk memahami instrumen keuangan secara mandiri di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

“Awalnya saya tertarik karena melihat trading sebagai salah satu instrumen yang bisa dipelajari dalam pengelolaan keuangan. Tapi yang paling saya khawatirkan justru soal keamanan dana, terutama saat harus melakukan deposit,” ujar Dwi.

Pengalamannya menyaksikan berbagai kasus dana nasabah yang tertahan di broker, baik lokal maupun luar negeri, membuatnya bersikap ekstra hati-hati. Menurutnya, rasa aman dalam trading tidak hanya datang dari kemampuan membaca pasar, tetapi juga dari kepastian bahwa dana dapat ditarik sesuai ketentuan yang berlaku. 

Belajar Pelan dan Menghindari Jalan Pintas

Alih-alih terburu-buru mengejar hasil, Dwi memilih pendekatan yang lebih hati-hati. Ia mempelajari dasar-dasar trading secara bertahap, mulai dari analisis teknikal, pola pergerakan harga, hingga memperkaya literasi dari berbagai sumber edukasi.

Baginya, trading bukan soal kecepatan hasil, melainkan bagaimana prosesnya dijalani dengan disiplin dan terukur. Prinsip inilah yang kemudian membentuk cara pandangnya dalam mengambil keputusan.

Legalitas Jadi Pertimbangan Utama

Dalam memilih platform trading, Dwi menempatkan aspek legalitas sebagai prioritas. Ia akhirnya menggunakan HSB Investasi, platform yang telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), OJK, dan Bank Indonesia, serta didukung lembaga kliring resmi.

“Buat saya, yang penting platformnya jelas dan legal. Banyak kasus penipuan justru bermula dari broker yang tidak memiliki izin resmi,” jelasnya.

Salah satu kekhawatiran terbesar dalam trading di aplikasi adalah ketika dana sulit ditarik. Namun, pengalaman penarikan dana (withdraw) yang berjalan lancar dan sesuai prosedur menjadi alasan utama Dwi bertahan lebih dari lima tahun di HSB Investasi. 

Selama menggunakan platform tersebut, ia menilai proses transaksi berjalan secara terstruktur, sehingga aktivitas trading dapat dijalani dengan lebih tenang. Hasil transaksi pun bisa dikelola sesuai dengan perencanaan keuangannya. 

Fokus ke Konsistensi dan Manajemen Risiko

Meski telah memiliki pengalaman dalam aktivitas trading, Dwi menegaskan pentingnya menjaga ekspektasi. Ia menilai keberlanjutan jauh lebih penting dibandingkan mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Kita tidak boleh serakah. Ketika kondisi sudah sesuai dengan rencana, penting untuk menjaga disiplin dan tidak berlebihan. Selain itu, konsistensi dan manajemen risiko juga penting,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pergerakan pasar sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kebijakan ekonomi global dan kondisi geopolitik, yang perlu dipahami sebelum mengambil keputusan.

Di tengah maraknya kasus penipuan investasi, kisah Dwi menjadi pengingat bahwa membangun kepercayaan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses belajar, disiplin, dan keputusan yang matang. Perlu diingat, aktivitas trading memiliki risiko dan membutuhkan pemahaman serta pengelolaan yang matang.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 953 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre

18 Agustus 2026 - 00:06 WITA

MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA

17 Agustus 2026 - 23:16 WITA

Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

17 Agustus 2026 - 21:48 WITA

Hadapi Volatilitas, Valbury Soroti Strategi Kombinasi Komoditas dan Saham Global untuk Investor Domestik

17 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Valbury Bagikan Panduan Menyusun Watchlist Saham Global secara Terstruktur

17 Agustus 2026 - 21:29 WITA

Valbury Bagikan Panduan Menyusun Watchlist Saham Global secara Terstruktur

17 Agustus 2026 - 21:29 WITA

Trending di Bisnis