Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Aceh · 16 Jan 2026 07:05 WITA ·

Tak Henti-henti Usman Husin Desak Pembebasan Kawasan Hutan untuk Petani NTT Dalam RDP Komisi IV DPR RI


Tak Henti-henti Usman Husin Desak Pembebasan Kawasan Hutan untuk Petani NTT Dalam RDP Komisi IV DPR RI Perbesar

Jakarta – Komisi IV DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pejabat eselon I dan II Kementerian Kehutanan pada Rabu, 15 Januari. Dalam forum tersebut, Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, secara tegas meminta pemerintah membebaskan kawasan hutan yang selama ini menjadi kendala utama bagi masyarakat petani di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Usman Husin menyampaikan bahwa di sejumlah wilayah, khususnya Desa Pukubaun, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, masih terdapat kawasan hutan yang secara administratif belum dilepaskan, padahal lahan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk digarap sebagai lahan pertanian produktif.

Tak hanya di Kabupaten Kupang, Usman juga menyoroti persoalan serupa yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Rote Ndao, hingga seluruh wilayah daerah pemilihan NTT II, di mana masih banyak kawasan kehutanan yang berada di tengah permukiman dan lahan garapan rakyat.

“Masyarakat sudah lama hidup dan berkebun di kawasan itu. Negara perlu memberi kepastian hukum agar lahan tersebut bisa dimanfaatkan secara sah untuk pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Usman Husin dalam RDP tersebut.

Menurutnya, ketidakjelasan status lahan kehutanan seringkali membuat petani kesulitan mengakses program pemerintah, bantuan pertanian, serta pengembangan usaha tani yang berkelanjutan.

Usman menilai, pembebasan dan penataan kawasan hutan yang tepat akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi pedesaan di NTT, daerah yang sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian.

Ia pun meminta Kementerian Kehutanan untuk melakukan peninjauan lapangan dan percepatan kebijakan terkait pelepasan kawasan hutan yang telah lama dimanfaatkan masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan.

“Kita ingin hutan tetap terjaga, tetapi rakyat juga harus sejahtera. Keduanya bisa berjalan seiring jika kebijakannya berpihak pada realitas di lapangan,” ujar Usman.

RDP Komisi IV DPR RI tersebut menjadi momentum penting bagi perjuangan petani NTT untuk mendapatkan kepastian lahan garapan, sekaligus menegaskan komitmen Usman Husin dalam mengawal aspirasi masyarakat pedesaan di parlemen.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,072 kali

Baca Lainnya

Kolaborasi Strategis BRI Finance dengan Kejaksaan Negeri Padang Wujudkan Tata Kelola Bisnis Akuntabel

13 Juni 2026 - 23:18 WITA

Optimistis Pembiayaan EV Terus Bertumbuh, BRI Finance Sambut Kebijakan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik

13 Juni 2026 - 23:17 WITA

Dana Renovasi Rumah Terwujud, Cek Pendanaan Tunai BRI Finance Berikut Ini

13 Juni 2026 - 23:15 WITA

Wujudkan Perjalanan Nyaman, BRI Finance Hadirkan KKB Mobil Baru dengan Bunga Mulai 3,97%

13 Juni 2026 - 23:14 WITA

BRI Finance Catatkan Pertumbuhan Bisnis Resilien Di Tengah Perubahan Nilai Tukar Rupiah

13 Juni 2026 - 23:13 WITA

Pastikan Ekspansi Bisnis Terukur, BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat 33,26%

13 Juni 2026 - 23:12 WITA

Trending di Bisnis