Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Sultra · 6 Sep 2026 10:56 WITA ·

Sukanto Toding Pacu Ekonomi Sultra, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Ekspor


Sukanto Toding Pacu Ekonomi Sultra, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Ekspor Perbesar

KENDARI, SULUTNEWS.COM  –  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) Sukanto Toding terus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Sukanto mengarahkan jajaran Disperindag mengendalikan inflasi, meningkatkan daya saing industri, dan memperluas pasar produk lokal.

 

Ia mengajak pelaku usaha memperkuat sektor non-tambang. Sukanto melihat pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri pengolahan sebagai sumber pertumbuhan baru bagi Sultra.

 

Pelaku usaha dapat mengolah komoditas lokal untuk meningkatkan nilai jual. Mereka juga dapat menciptakan produk baru, memperluas usaha, dan membuka lapangan kerja.

 

Sukanto meminta industri kecil dan menengah (IKM) meningkatkan kapasitas produksi. Ia juga meminta pelaku usaha menjaga kualitas dan memperbaiki standar produk.

 

Pemerintah bersama instansi terkait terus mengendalikan pergerakan harga di Sultra. Mereka memantau harga, pasokan, dan distribusi berbagai komoditas.

 

Disperindag Sultra mengecek perkembangan harga secara berkala. Petugas juga memantau ketersediaan barang di sejumlah pasar.

 

Ketika petugas menemukan potensi gangguan pasokan, pemerintah segera berkoordinasi dengan instansi terkait. Mereka mencari solusi untuk menjaga kelancaran distribusi.

 

Pemerintah juga memantau jalur distribusi dari pemasok hingga pasar. Langkah tersebut membantu pemerintah mengantisipasi kenaikan harga dan kekurangan pasokan.

 

Sukanto menilai stabilitas harga menjaga daya beli masyarakat. Stabilitas tersebut juga membantu pedagang dan pelaku usaha menjalankan kegiatan ekonomi.

 

Karena itu, Disperindag terus mengawasi perkembangan harga. Pemerintah mengambil langkah cepat ketika menemukan gejolak di pasar.

 

Sukanto meminta pelaku IKM meningkatkan kapasitas produksi. Ia juga meminta mereka memperbaiki kualitas, kemasan, legalitas, dan standar produk.

 

Pelaku usaha harus menjaga mutu produk sejak proses produksi hingga pemasaran. Mereka juga perlu menjaga kontinuitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar.

 

Pengusaha dapat memperkuat merek dan kemasan untuk meningkatkan daya tarik produk. Mereka juga dapat memperluas jaringan pemasaran melalui berbagai kanal perdagangan.

 

Setelah memenuhi standar, pelaku usaha dapat menawarkan produk ke pasar nasional. Mereka kemudian dapat mencari mitra dan pembeli dari luar negeri.

 

Sultra memiliki sejumlah komoditas potensial untuk pasar ekspor. Pengusaha dapat mengembangkan kakao, mete, rumput laut, serta produk olahan perikanan dan pertanian.

 

Pelaku usaha dapat mengolah komoditas tersebut sebelum memasarkannya. Mereka dapat mengubah bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau produk jadi.

 

Proses pengolahan meningkatkan nilai jual komoditas. Pengusaha juga dapat memperoleh margin lebih besar melalui produk bernilai tambah.

 

Sukanto sebelumnya menyebut sekitar 98 persen nilai ekspor Sultra masih berasal dari sektor pertambangan.

 

Angka tersebut menunjukkan ketergantungan ekspor daerah terhadap komoditas tambang masih tinggi. Karena itu, pemerintah mencari sumber ekspor baru.

 

Pemerintah mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan untuk memperluas basis ekspor Sultra.

 

Sukanto juga mengajak pelaku usaha mempercepat hilirisasi. Pengusaha dapat mengolah bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau produk jadi.

 

Pengolahan tersebut meningkatkan nilai ekonomi komoditas. Hilirisasi juga membuka peluang bagi pengusaha menciptakan produk baru.

 

Pelaku usaha dapat menjual produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi. Mereka juga dapat memperluas pasar melalui produk yang memenuhi kebutuhan konsumen.

 

Sukanto meminta pengusaha tidak hanya menjual bahan mentah. Ia ingin pelaku usaha mengembangkan produk olahan yang mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.

 

Pemerintah terus mengembangkan infrastruktur perdagangan dan distribusi. Mereka ingin memperlancar arus barang dari sentra produksi menuju pasar.

 

Pemerintah mengembangkan fasilitas pelabuhan di Kendari untuk mendukung kegiatan perdagangan. Fasilitas tersebut membantu pengusaha mengirim produk ke berbagai daerah dan negara.

 

Pelaku usaha dapat memanfaatkan akses tersebut untuk mempercepat pengiriman. Mereka juga dapat memperluas jaringan perdagangan ke pasar internasional.

 

Pemerintah perlu terus meningkatkan konektivitas perdagangan. Pengusaha membutuhkan jalur distribusi yang lancar untuk menekan biaya logistik.

 

Konektivitas yang baik juga membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing. Mereka dapat mengirim produk lebih cepat dan menjangkau pembeli di berbagai wilayah.

 

Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra mencatat nilai ekspor Sultra pada Juli 2026 mencapai US$393,11 juta.

 

BPS mencatat nilai tersebut naik 32,66 persen dibandingkan Juli 2025 yang mencapai US$296,32 juta.

 

Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Sultra tetap kuat. Namun, pemerintah perlu memperbesar kontribusi sektor non-tambang.

 

Disperindag Sultra menjalankan sejumlah strategi untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi. Sukanto mengendalikan inflasi, meningkatkan kapasitas IKM, mempercepat hilirisasi, dan memperluas akses pasar.

 

Pelaku usaha juga perlu mengambil peluang tersebut. Mereka dapat meningkatkan produksi, mengolah komoditas, memperbaiki kualitas, dan mencari pembeli baru.

 

Pemerintah dapat membantu pelaku usaha membuka akses pasar. Pelaku usaha kemudian dapat memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan volume penjualan.

 

Sukanto ingin produk lokal Sultra menguasai pasar domestik. Ia juga ingin pengusaha membawa produk daerah ke pasar internasional.

 

Strategi tersebut dapat memperluas sumber pertumbuhan ekonomi Sultra. Pemerintah dan pelaku usaha dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus menciptakan lapangan kerja.

 

Pada saat yang sama, Sultra dapat mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan. Pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri pengolahan dapat mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi daerah.

 

Sukanto terus mengajak pelaku usaha memanfaatkan potensi tersebut. Ia meminta pengusaha meningkatkan produksi, mengolah komoditas, menjaga kualitas, dan memperluas pemasaran.

 

Melalui langkah tersebut, pemerintah ingin membangun struktur ekonomi Sultra yang lebih beragam. Pelaku usaha juga dapat membawa lebih banyak produk lokal ke pasar nasional dan internasional.

Penulis : Muhammad Irwansyah (Wartawan Madya)

Artikel ini telah dibaca 1,212 kali

Baca Lainnya

PWI Sultra Gelar Konferprov 21 November, Dua Kandidat Mulai Berebut Kursi Ketua

23 Oktober 2026 - 23:31 WITA

Personel Gabungan TNI-Polri, Damkar, dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan di Lebo Jaya Konsel

23 Oktober 2026 - 23:16 WITA

Sambut HUT ke-55 Desa Pangan Jaya, Babinsa Koramil 1417-04/Lainea dan Warga Benahi Lapangan Voli

23 Oktober 2026 - 23:06 WITA

Personel Gabungan TNI-Polri, Polhut dan Warga Pantau Kebakaran Lahan di Desa Laloumera Konawe

23 Oktober 2026 - 22:58 WITA

Jumat Keliling, Kapolresta Kendari Ajak Jamaah Masjid Al Muhajirin Jaga Kamtibmas

23 Oktober 2026 - 19:33 WITA

Gandeng KPU, Kapolresta Kendari Edukasi Masyarakat terkait Pendidikan Pemilih, Kamtibmas, dan Pencegahan Narkoba

22 Oktober 2026 - 21:56 WITA

Trending di Sultra