Tahuna, Sulutnews.com – Menjelang hari pemungutan suara Pemilihan Kapitalaung (Kepala Desa) serentak pada 21 Oktober 2026, suasana di Kabupaten Kepulauan Sangihe semakin terasa hangat. Suhu politik menjelang pemilihan di 117 kampung ini seolah berpadu dengan teriknya cuaca siang hari dan panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM mengular di sejumlah SPBU di Sangihe. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menunggu lebih lama di bawah terik matahari yang menyengat kulit.
Situasi ini menjadi perhatian masyarakat, terlebih menjelang pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat kampung. Di tengah aktivitas warga yang tetap berjalan, antrean BBM menambah persoalan tersendiri bagi pengendara yang membutuhkan bahan bakar untuk menunjang kegiatan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Yusak Karame, menjelaskan bahwa panjangnya antrean BBM diduga dipicu kepanikan masyarakat, meskipun berdasarkan informasi yang diterimanya, stok BBM di Pertamina Tahuna masih dalam kondisi aman.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, stok BBM di Pertamina Tahuna masih aman. Kami juga mendapat informasi bahwa kapal pengangkut BBM akan tiba di Tahuna besok. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak panik atau melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat memicu antrean semakin panjang,” ujar Karame.
Ia berharap masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Menurutnya, informasi mengenai ketersediaan pasokan perlu menjadi perhatian bersama agar tidak berkembang kekhawatiran yang berujung pada antrean panjang di SPBU, termasuk isu kenaikan harga BBM, sejauh ini belum ada informasi tersebut.
Sementara itu, Manager Fuel Terminal (Depot) Pertamina Tahuna, Arie Hermawan, membenarkan informasi mengenai rencana kedatangan kapal pengangkut BBM tersebut.
“Informasi mengenai kedatangan kapal pengangkut BBM memang benar. Kami terus memantau kondisi pasokan dan melakukan koordinasi untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di wilayah Sangihe,”
Dengan adanya informasi mengenai ketersediaan stok dan rencana kedatangan kapal tersebut, masyarakat diharapkan tidak terpancing kepanikan. Kelancaran distribusi BBM dan ketenangan masyarakat menjadi hal penting, terutama menjelang pemungutan suara Pemilihan Kapitalaung serentak pada 21 Oktober 2026.
Di tengah suhu politik yang meningkat dan cuaca yang terasa semakin panas, masyarakat Sangihe tentu berharap situasi tetap kondusif, pasokan BBM berjalan lancar, serta aktivitas sehari-hari tidak terganggu oleh antrean panjang di SPBU. (Andy Gansalangi)






