Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 19 Nov 2025 21:21 WITA ·

Strategi SEO 2026: 5 Hal yang Perlu Dipikirkan Pemilik Situs Menurut Pakar SEO Indonesia, Viktor Iwan


Strategi SEO 2026: 5 Hal yang Perlu Dipikirkan Pemilik Situs Menurut Pakar SEO Indonesia, Viktor Iwan Perbesar

Dunia SEO sedang berubah cepat. Tahun 2026 bukan lagi tentang mengejar ranking di Google, tapi tentang bagaimana brand Anda muncul di jawaban AI seperti Google AI Mode, Perplexity, hingga ChatGPT Search. Menurut Viktor Iwan, seorang Pakar SEO Indonesia yang telah lama meneliti pergeseran perilaku pencarian digital, strategi SEO kini harus berfokus pada visibilitas di era AI dan multi-platform search.

“Sukses SEO di 2026 bukan tentang banyaknya klik, tapi tentang seberapa sering brand Anda muncul di jawaban AI,” ujar Viktor Iwan.

Dalam artikelnya yang berjudul Strategi SEO 2026: Tahun Visibilitas di Era AI & Search Engine, Viktor menguraikan beberapa tren utama yang akan mengubah cara bisnis bersaing di mesin pencari tahun depan.

1. Era “Answer Engine”

Google AI Mode kini hadir dalam Bahasa Indonesia. Pengguna bisa bertanya secara natural dan mendapatkan jawaban langsung dari AI, tanpa perlu klik situs. Ini menandai pergeseran besar menuju zero-click search dan strategi baru yang disebut Generative Engine Optimization (GEO).

2. Voice Search Meningkat Drastis

Lebih dari separuh pengguna internet Indonesia kini menggunakan voice search. Artinya, pemilik situs harus mulai menulis dengan gaya percakapan dan struktur Q&A yang mudah dipahami AI.

3. Gen Z & TikTok Search

Generasi muda mencari informasi bukan lagi lewat Google, tapi melalui TikTok dan YouTube. Optimasi video kini menjadi bagian tak terpisahkan dari SEO modern.

 4. Data Terstruktur & Schema Jadi Kunci

Konten tanpa schema markup tidak akan mudah dibaca oleh AI. JSON-LD kini menjadi bahasa universal agar situs Anda dapat dikenali dan dikutip dalam AI Overview.

5. Agentic Commerce: Belanja Tanpa Website

AI Agent seperti ChatGPT dan Google Assistant kini bisa melakukan transaksi langsung tanpa membuka situs. Maka, bisnis harus siap dengan data produk yang lengkap, real-time, dan machine-readable.

Menurut Viktor, fondasi SEO 2026 tetap sama: technical SEO, E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness), dan topical authority. Namun, konteksnya kini lebih luas dengan menyentuh cara AI membaca, mengutip, dan memproses konten digital.

“SEO bukan lagi permainan keyword. Ini tentang kejelasan entitas, kredibilitas penulis, dan data yang siap dipahami AI,” jelasnya.

Untuk membaca analisis lengkapnya, kunjungi artikel penuh di  https://viktoriwan.com/post/strategi-seo-2026

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 975 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Di hadapan Presiden RI, Pertamina NRE Pamerkan PLTS Pulau Sembur Dukung Program PLTS 100 GWp

26 Agustus 2026 - 12:01 WITA

Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6 Diwarnai Aksi Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

26 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Memasuki Usia 70 Tahun, IPI Perkuat Komitmen Dukung Hidup Sehat Melalui IPI Pilih Sehatmu Challenge

26 Agustus 2026 - 10:53 WITA

MENTERI PERDAGANGAN DORONG PERLUASAN INDUSTRI MEBEL DAN KERAJINAN INDONESIA MENUJU PASAR GLOBAL DI KOTA SURAKARTA

26 Agustus 2026 - 10:44 WITA

Tidak Setiap Dinding Hotel Butuh Wall Art

26 Agustus 2026 - 10:24 WITA

UMKM Binaan BRI Region 6 Antusias Ramaikan Festival Semarak Merah Putih di Pasar Malaka Rorotan

26 Agustus 2026 - 10:00 WITA

Trending di Bisnis