Rote Ndao,Sulutnews.com – Staf ahli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao, Dr. Marthen Mulik,kepada media ini Selasa 8 Oktober 2024 menyampaikan klarifikasinya terkait sebuah berita yang ramai diperbincangkan di salah satu media online yang ditulis oleh seorang.
Berita tersebut menuding bahwa Dr. Marthen Mulik terlibat dalam kegiatan politik praktis, yang menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
Dalam pernyataannya, Dr. Marthen Mulik menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui telah dimasukkan ke dalam grup WhatsApp, apalagi bertindak sebagai admin grup tersebut. “Saya tidak tahu kalau saya dimasukkan dalam grup WhatsApp yang disebut-sebut dalam berita tersebut, apalagi sebagai admin. Ini jelas tidak benar,” ungkap Dr. Mulik saat memberikan klarifikasi kepada media.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mengakses atau memposting hal apapun di media sosial yang berkaitan dengan politik. “Saya selalu menjaga posisi saya sebagai staf ahli pemerintah yang netral dan tidak terlibat dalam politik praktis. Selama ini, saya juga tidak pernah menggunakan media sosial untuk memposting hal-hal yang bersifat politik,” tambahnya.
Dr. Marthen Mulik juga menyampaikan rasa terganggunya atas pemberitaan yang dianggap tidak akurat tersebut. Ia mengkritik keras langkah berita yang mempublikasikan tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepadanya. “Saya merasa sangat terganggu dengan berita ini. Media yang menulis berita tersebut tidak pernah melakukan klarifikasi kepada saya. Namun, ia sudah memuat berita dan menyatakan bahwa saya melakukan politik praktis. Ini adalah tindakan yang tidak sesuai dengan etika jurnalistik,” tegas Dr. Mulik.
Kasus ini mencuat setelah publik memperdebatkan keterlibatan beberapa pihak di lingkungan pemerintahan dalam politik praktis menjelang kontestasi politik yang akan datang. Namun, Dr. Mulik dengan tegas membantah keterlibatan dirinya dalam isu tersebut, dan menegaskan komitmennya sebagai seorang profesional yang berdedikasi untuk melayani masyarakat tanpa ada kepentingan politik pribadi.
Publik kini menantikan langkah-langkah selanjutnya dari media yang terlibat dan klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait untuk menuntaskan kesalahpahaman yang terjadi. (*/Redaksi)







