Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 4 Feb 2026 16:09 WITA ·

Sambut POJK 35/2025, BRI Finance Terapkan Pembiayaan DP 0% Berbasis Manajemen Risiko


Sambut POJK 35/2025, BRI Finance Terapkan Pembiayaan DP 0% Berbasis Manajemen Risiko Perbesar

Jakarta, 4 Februari 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyambut baik penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35 Tahun 2025 yang memberikan relaksasi uang muka (down payment/DP) hingga 0% bagi perusahaan pembiayaan yang memenuhi kriteria tertentu. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah antisipatif regulator dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan sektor pembiayaan serta memperkuat daya dorong industri otomotif nasional di tengah dinamika perekonomian yang masih berkembang.

Relaksasi DP tersebut dinilai membuka ruang yang lebih luas bagi perusahaan pembiayaan untuk menjangkau segmen konsumen yang memiliki kapasitas pembayaran memadai namun terkendala keterbatasan dana awal. Dalam perspektif BRI Finance, kebijakan ini berpotensi meningkatkan aksesibilitas pembiayaan secara inklusif sekaligus menjaga momentum pemulihan permintaan kendaraan, khususnya pada segmen retail dan produktif.

Namun demikian, BRI Finance menegaskan bahwa implementasi kebijakan DP 0% akan dilakukan secara selektif, terukur, dan berbasis manajemen risiko yang kuat. Perusahaan berkomitmen untuk tetap menjaga keseimbangan antara akselerasi pertumbuhan pembiayaan dengan kualitas aset, serta memastikan keberlanjutan kinerja keuangan dalam jangka panjang. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan bisnis.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menekankan bahwa penguatan tata kelola dan manajemen risiko merupakan prasyarat utama dalam mengoptimalkan kebijakan relaksasi DP tersebut.

“BRI Finance mengimplementasikan skema DP 0% dengan pendekatan manajemen risiko yang komprehensif. Hal ini dilakukan melalui penajaman proses seleksi debitur dengan analisis kelayakan yang lebih ketat, penyesuaian struktur dan skema pembiayaan, serta pengendalian tenor dan plafon pembiayaan, khususnya untuk produk multiguna dan konsumtif,” ujar Wahyudi.

Lebih lanjut, Wahyudi menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten melakukan pemantauan terhadap kualitas portofolio pembiayaan guna memastikan risiko kredit tetap berada dalam batas yang dapat diterima. “Kami memastikan bahwa setiap langkah ekspansi pembiayaan tetap selaras dengan profil risiko perusahaan, sehingga pertumbuhan yang dicapai bersifat sehat, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Dari sisi segmentasi, BRI Finance memproyeksikan pembiayaan kendaraan roda empat sebagai segmen yang paling optimal dalam memanfaatkan kebijakan relaksasi DP 0%. Segmen ini dinilai memiliki profil risiko yang relatif lebih terkelola, didukung oleh karakteristik konsumen dan nilai aset yang lebih stabil. Meski demikian, pembiayaan kendaraan roda dua tetap menjadi bagian dari portofolio perusahaan, khususnya untuk kebutuhan produktif, dengan penerapan seleksi yang lebih ketat dan pengawasan berkelanjutan guna mengantisipasi potensi peningkatan risiko gagal bayar.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, BRI Finance juga terus memperkuat sinergi dengan ekosistem BRI Group, termasuk optimalisasi data, penguatan sistem penilaian kredit, serta peningkatan kapabilitas digital dalam proses pembiayaan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung implementasi kebijakan DP 0% secara prudent sekaligus memperkuat posisi BRI Finance sebagai perusahaan pembiayaan yang adaptif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 913 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gedung Baru Kedutaan Besar India di Jakarta Akan Mulai Beroperasi September, Tandai Babak Baru Hubungan Bilateral

16 Agustus 2026 - 20:35 WITA

Kedutaan Besar India Rayakan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta dengan Pengibaran Bendera, Pertunjukan Budaya, dan Momentum Baru Hubungan Bilateral

16 Agustus 2026 - 20:16 WITA

Dukung Kawasan Hijau, Pelindo Tanam 600 Pohon di Coastal Area Karimun

16 Agustus 2026 - 19:41 WITA

Perkuat Sektor E-KYC, Api.co.id Rilis API Dukcapil Check dan NPWP Check

16 Agustus 2026 - 15:32 WITA

Dukung Pertamina Patra Niaga, Elnusa Petrofin Percepat Distribusi Energi Pascabencana Gempa Nusa Tenggara Timur

16 Agustus 2026 - 15:25 WITA

AI Ubah Lanskap Pemasaran Digital Indonesia, Tigo AI Tawarkan Model Terintegrasi untuk Brand hingga UMKM

16 Agustus 2026 - 14:16 WITA

Trending di Bisnis