Rote Ndao, Sulutnews.com – Sebuah rekaman suara yang diduga melibatkan seorang Pejabat Pembuat Komitmen (EN) menggemparkan Rote Ndao. Rekaman tersebut memuat percakapan yang mengindikasikan adanya praktik suap dalam sebuah proyek.
Dalam rekaman yang kini menjadi buah bibir, suara yang diduga milik PM itu terdengar tengah berdiskusi mengenai sejumlah uang dengan bahasa yang mengarah pada negosiasi terlarang. Beberapa kutipan yang mencolok antara lain, “Lu tau sa beres dan menang,” yang mengisyaratkan adanya jaminan keberhasilan dalam proses yang mencurigakan.
Selanjutnya, terdengar pula kalimat, “Masa lu sonde percaya ni,” seolah meyakinkan lawan bicaranya. Percakapan kemudian berlanjut dengan rincian angka dan penyebutan instansi, “Beta baru keluar dari kantor PU, basong harus bawa 40 juta tambah dengan kemarin kasih 20 juta di beta jadi semua total sudah 60 juta, karena PPK juga mau kasih memang dia punya, dan ini sudah kancing mati semua,” demikian yang dikutip dari rekaman suara tersebut.
Suara dalam rekaman itu juga menyinggung tanggal penting terkait pengumuman proyek, “Jadi tinggal tunggu sa tanggal 23 dengar pengumuman, karena tadi beta sudah selesai ketemu dong semua.” Selain itu, nama seorang pejabat lain, EPY NUNUHITU, turut disebut dalam percakapan tersebut, “Tadi juga pak EPY NUNUHITU sudah panggil semua di ruangan jadi katong semua sudah selesaikan dan sudah fix.”
Di penghujung rekaman, terdengar instruksi mengenai pembuatan kwitansi dan materai, “Lu tulis memang kwitansi dan materai supaya datang beta tinggal tanda tangan saja karena ini malam dong sudah mulai evaluasi.”
Media ini telah berupaya mengkonfirmasi kebenaran rekaman suara ini kepada Papy Manafe, PM yang diduga terlibat, pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Namun, Papy Manafe membantah keras keterlibatannya dalam proyek apa pun. “Sonde ada proyek, proyek dimana ko masa sonde ada yang kerja, sonde ada proyek ko beta Sa sonde kerja proyek na masa kasih orang lain,” tegasnya. Ia menambahkan, “Pak lihat sa katong ada kerja dimana? Proyek semua orang suka ambil jadi katong nonton saja.”
Hingga berita ini diturunkan, keaslian rekaman suara tersebut masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang. Jika terbukti benar, kasus ini berpotensi menyeret sejumlah nama dan mengungkap praktik korupsi yang merugikan negara, serta mencoreng citra pemerintahan di Rote Ndao.
Reporter: Dance Henukh





