Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

News · 25 Feb 2026 16:49 WITA ·

Bupati Paulus Henuk Tutup Mata Dengan PPPK DPRD Rote Ndao Desak Pemerintah Lantik PPPK Paruh Waktu per 2 Maret 2026


Bupati Paulus Henuk Tutup Mata Dengan PPPK  DPRD Rote Ndao Desak Pemerintah Lantik PPPK Paruh Waktu per 2 Maret 2026 Perbesar

Reporter : Dance Henukh

Rote Ndao.sulutnews.com – Komisi I DPRD Kabupaten Rote Ndao menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Tahun Anggaran 2024 pada Selasa (24/2/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD, legislatif daerah mendesak pemerintah untuk segera melaksanakan pelantikan paling lambat awal Maret mendatang, dengan menyoroti bahwa Bupati Paulus Henuk dinilai belum memberikan respons yang jelas terkait kasus ini.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Rote Ndao Denny Mooy, ST, bersama Ketua Komisi I Mesak Zadrak Lonak, diselenggarakan sebagai bentuk tanggapan terhadap aduan para tenaga honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun namun belum mendapatkan kepastian status hukum. Kondisi ini membuat banyak pihak menyatakan bahwa Bupati tampaknya “menutup mata” terhadap perjuangan dan kontribusi para calon PPPK tersebut.

Dalam diskusi yang komunikatif namun sarat aspirasi, tiga poin utama menjadi fokus perbincangan:

– Kepastian pelantikan: Para calon PPPK Paruh Waktu mempertanyakan kendala administratif yang menghambat penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati, mengingat Nomor Induk Pegawai (NI PPPK) telah ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Mereka mengajukan pertanyaan mengapa proses tersebut masih terkendala padahal kelengkapan data sudah tersedia.
– Transisi ke PPPK Penuh Waktu: Perwakilan peserta mendesak agar DPRD mengawal mekanisme perubahan status di masa depan, mengingat rata-rata masa pengabdian mereka telah mencapai 10 hingga 20 tahun. Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pelantikan paruh waktu namun juga merencanakan jalan keluar untuk status penuh waktu.
– Hambatan anggaran dan teknis: Para pihak juga menggali informasi terkait faktor-faktor yang menyebabkan penyerahan SK belum terlaksana hingga bulan Februari 2026, sekaligus menanyakan apakah alasan tersebut benar-benar menjadi penghalang atau hanya alasan untuk menunda.

Wakil Ketua I DPRD Denny Mooy menekankan nilai historis dan emosional dalam proses yang dilalui para calon PPPK. “Proses perjalanan PPPK Paruh Waktu ini sudah sangat panjang. Dimulai dari dedikasi dan pengabdian mereka di lapangan, melewati ketatnya seleksi, hingga sampai pada titik terang saat ini. Untuk itu, mari kita perjuangkan, selesaikan kapan mereka mendapatkan SK pelantikan ini,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa DPRD akan terus mengawal hingga proses pelantikan terlaksana sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Artikel ini telah dibaca 48 kali

Baca Lainnya

Warga Lutu Kecewa! Kapal Mencurigakan Diperiksa Polisi, Warga Pertanyakan Dugaan Hanya Minta Ikan

10 Oktober 2026 - 00:36 WITA

Kadis Pendidikan NTT Geram: SAYA SEGERA PANGGIL KEPSEK! 80 HP Siswa Diambil Diam-Diam

9 Oktober 2026 - 17:29 WITA

80 HP Siswa Diambil Pihak Sekolah, Orang Tua Nekat Lapor Polisi Hari Senin Guru Pencurian HP Milik siswa-siswi

9 Oktober 2026 - 14:48 WITA

80 HP Siswa Diambil Paksa Oleh Pihak Sekolah, Orang Tua Datangi SMA Negeri 1 Kupang Barat, Disdik NTT Diminta Bertindak!

9 Oktober 2026 - 14:08 WITA

APBD Perubahan Rote Ndao Disahkan, Rp36,4 Miliar Tambahan Fiskal Jadi Sorotan

7 Oktober 2026 - 20:15 WITA

DPRD dan Pemkab Rote Ndao Sahkan Perubahan APBD 2026 dalam Penutupan Sidang III

7 Oktober 2026 - 20:12 WITA

Trending di Internasional