Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 26 Feb 2026 12:35 WITA ·

Regulasi Baru Amerika Serikat Permudah Akses Perbankan Aset Kripto, Bittime Tekankan Pentingnya Literasi Digital bagi Investor Indonesia


Regulasi Baru Amerika Serikat Permudah Akses Perbankan Aset Kripto, Bittime Tekankan Pentingnya Literasi Digital bagi Investor Indonesia Perbesar

Jakarta, 26 Februari 2026 – Bank Sentral Amerika Serikat, atau Federal Reserve (The Fed), baru-baru ini mengambil langkah strategis yang dinantikan oleh para pelaku industri aset digital dengan mengumumkan usulan peraturan baru yang bertujuan memperbaiki akses perbankan bagi perusahaan aset kripto. 

Sebelumnya, dalam kebijakan ini The Fed membuka masa tanggapan publik selama 60 hari untuk memastikan bahwa lembaga perbankan tidak lagi diperbolehkan menggunakan alasan “risiko reputasi” sebagai dasar tunggal untuk menolak layanan kepada pelaku industri aset digital ini. 

Perubahan ini dipandang sebagai solusi nyata untuk merobohkan tembok besar yang selama beberapa tahun terakhir menghambat pertumbuhan sektor aset kripto, terutama melalui praktik yang sering disebut sebagai Operation Chokepoint 2.0 di mana bank sering kali merasa tertekan untuk memutus hubungan dengan nasabah dari industri aset digital.

Keputusan The Fed untuk mewajibkan bank mendasarkan keputusan mereka pada perhitungan risiko finansial yang terukur, dan bukan sekadar kekhawatiran subjektif mengenai citra, yang memberikan sinyal positif bagi integrasi kripto ke dalam sistem ekonomi global. 

Dengan berkurangnya ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat, sentimen positif ini diperkirakan akan merambah ke pasar internasional, termasuk memberikan dampak psikologis yang kuat bagi para investor di Indonesia yang sering kali menjadikan kebijakan finansial AS sebagai barometer pergerakan pasar.

Di tengah situasi pasar yang penuh tantangan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Sebab, kehadiran aset kripto sebagai salah satu diversifikasi aset investasi juga dapat dilirik sebagai investasi jangka panjang.

Pasar yang fluktuatif menuntut setiap individu untuk memahami mekanisme fundamental dan risiko teknis agar tidak hanya sekadar mengikuti tren sesaat. Di sinilah peran literasi keuangan menjadi kunci utama bagi investor lokal agar mampu mengelola portofolio secara cerdas dan terlindungi dari potensi kerugian akibat kurangnya pemahaman terhadap dinamika aset digital yang terus berkembang pesat.

Namun, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mitra10 Resmikan Gerai Ke-61 di Bandung, Perluas Akses Solusi Home Improvement

13 Agustus 2026 - 22:25 WITA

Banyak Orang Salah Fokus Saat Memilih Motor, Padahal Fitur Ini yang Dipakai Hampir Setiap Hari

13 Agustus 2026 - 21:51 WITA

Waskita Beton Precast Matangkan Kesiapan Gedung Baru Jurusan Kesehatan POLTERA, Ditargetkan Rampung Akhir Agustus 2026

13 Agustus 2026 - 19:01 WITA

Film ‘Baby Udon’ Rilis Trailer dan Poster Resmi, Angkat Kisah Nyata Viral Perjuangan Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami

13 Agustus 2026 - 18:38 WITA

VRITIMES Hadirkan Solusi SEO, AIO, dan Brand Awareness di IBW 2026

13 Agustus 2026 - 17:28 WITA

VRITIMES Dorong Inovasi Brand Awareness, SEO, dan AIO Perusahaan Melalui Kehadirannya di INTI Asia 2026

13 Agustus 2026 - 17:25 WITA

Trending di Bisnis