Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bisnis · 2 Jun 2026 14:45 WITA ·

PT Nica Globalmarin Indonesia Dukung Backbone Digital Regional Lewat Proyek Kabel Laut RISING 8


PT Nica Globalmarin Indonesia Dukung Backbone Digital Regional Lewat Proyek Kabel Laut RISING 8 Perbesar

PT Nica Globalmarin Indonesia mengambil peran dalam pembangunan RISING 8 Submarine Cable System, infrastruktur kabel laut berkapasitas tinggi yang akan memperkuat konektivitas digital Indonesia dan Asia Tenggara. Proyek ini hadir seiring meningkatnya kebutuhan data center, cloud computing, dan layanan digital di kawasan.

PT Nica Globalmarin Indonesia Dukung Backbone Digital Regional Lewat Proyek Kabel Laut RISING 8

Jakarta, 2 Juni 2026 — PT Nica Globalmarin Indonesia memperkuat peran perusahaan nasional dalam pembangunan infrastruktur digital regional melalui keterlibatannya pada proyek internasional RISING 8 Submarine Cable System, jaringan kabel laut berkapasitas hingga 400 Tbps yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura.

Dalam proyek tersebut, PT Nica Globalmarin Indonesia dipercaya menangani pekerjaan shore end installation dan cable landing di wilayah Tanjung Pakis, Jawa Barat, termasuk penggelaran shore end cable sepanjang sekitar 9 kilometer pada jalur strategis Jakarta–Batam.

RISING 8 sendiri memiliki total panjang sistem sekitar 1.128,5 kilometer dengan segmen Jakarta–Batam mencapai sekitar 1.053,5 kilometer. Infrastruktur ini dirancang untuk memperkuat kapasitas konektivitas data regional di tengah meningkatnya kebutuhan cloud computing, AI infrastructure, hyperscale data center, hingga layanan digital lintas negara.

Keterlibatan perusahaan nasional dalam proyek subsea cable berskala internasional dinilai semakin penting seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data APJII 2024, jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai sekitar 221 juta pengguna dengan tingkat penetrasi 79,5%, meningkat signifikan dibandingkan 64,8% pada 2018. Pertumbuhan konsumsi data tersebut turut mendorong kebutuhan penguatan backbone jaringan dan infrastruktur kabel laut nasional.

Di sisi lain, pasar data center Indonesia juga diproyeksikan tumbuh pesat. Sejumlah laporan industri memperkirakan nilai pasar data center nasional meningkat dari sekitar USD 1,83 miliar pada 2026 menjadi USD 3,48 miliar pada 2031, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sekitar 13,71%.

Sementara itu, kapasitas IT load data center Indonesia diperkirakan meningkat dari 1,44 GW pada 2025 menjadi 3,56 GW pada 2030. Pertumbuhan tersebut dipandang akan semakin meningkatkan kebutuhan pembangunan jaringan submarine cable sebagai tulang punggung konektivitas digital.

Direktur PT Nica Globalmarin Indonesia, Arnezus Ayal, mengatakan pembangunan infrastruktur kabel laut kini menjadi elemen strategis dalam mendukung transformasi digital nasional maupun regional.

“Pertumbuhan data center, cloud infrastructure, dan kebutuhan digital services membuat subsea connectivity menjadi infrastruktur yang sangat penting. Kami melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu hub konektivitas digital di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan perusahaan nasional dalam proyek internasional juga menunjukkan bahwa kapabilitas marine engineering dan subsea operation Indonesia semakin kompetitif di tingkat regional.

Dalam pelaksanaan proyek RISING 8, PT Nica Globalmarin Indonesia juga menjalankan operasi ship-to-ship transpooling cable di area offshore menggunakan armada Landing Craft Tank (LCT) yang dimodifikasi khusus untuk mendukung penggelaran kabel laut dan cable handling operation.

Selain itu, tim marine perusahaan turut melaksanakan anchor mooring operation untuk menjaga stabilitas posisi kapal selama proses transfer kabel antar vessel berlangsung.

Pekerjaan subsea cable installation dikenal memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena membutuhkan koordinasi presisi antara offshore marine operation, cable handling team, serta personel onshore guna memastikan kualitas dan keamanan instalasi kabel.

Saat ini, pasar submarine cable Indonesia juga diproyeksikan tumbuh sekitar 12% CAGR sepanjang 2024–2030, didorong oleh ekspansi high-speed internet, hyperscale data center, dan percepatan pembangunan infrastruktur digital nasional.

Dengan selesainya tahapan cable landing dan shore end installation tersebut, proyek RISING 8 selanjutnya akan melanjutkan proses equipment integration dan system connectivity dengan target Ready For Service (RFS) pada 2026.

Tentang PT Nica Globalmarin Indonesia

PT Nica Globalmarin Indonesia merupakan perusahaan nasional Indonesia yang bergerak di bidang subsea dan marine engineering dengan spesialisasi pada submarine cable installation, shore end works, marine permitting, cable recovery, shallow water operation, dan offshore support services untuk sektor telekomunikasi maupun tenaga listrik.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Transaksi Kripto RI Hampir Rp100 Triliun, Pelaku Industri Mulai Profit

8 Juni 2026 - 14:14 WITA

Festival of Digital Innovation (FDI) Kembali Hadir untuk Edisi Ke-4 di BSD City

8 Juni 2026 - 13:30 WITA

Dari Lubang Tambang Menjadi Kawasan Hijau: Reklamasi Jadi Instrumen Pemulihan Ekologi

8 Juni 2026 - 12:13 WITA

India dan Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis dalam Pertemuan Komisi Bersama ke-8 di New Delhi

8 Juni 2026 - 11:37 WITA

Komitmen Terhadap Keberlanjutan, KAI Logistik Raih Indonesia CSR Awards 2026

8 Juni 2026 - 10:58 WITA

Susu MBG Jadi Sorotan, Ini Fakta Minuman Rasa Susu Multivitamin yang Banyak Dicari

7 Juni 2026 - 21:10 WITA

Trending di Bisnis