Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Bolmut · 14 Feb 2026 17:47 WITA ·

Prosesi Adat Mopohabaru / Mopotau Menjelang Awal Puasa Ramdhan 1447 H Bolmong Utara


Prosesi Adat Mopohabaru / Mopotau Menjelang Awal Puasa Ramdhan 1447 H Bolmong Utara Perbesar

Bolmong Utara, Sulutnews.com – Tradisi adat setiap menjelang hari besar Agama Islam di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dilaksanakan prosesi adat ‘mopohabaru/mopotau’ atau para pemangku adat mengabarkan kepada kepala daerah akan kedatangan hari besar keagamaan tersebut. 

Menjelang bulan suci Ramadhan 1447H /2026 Masehi yang semakin dekat, Aliansi Adat Kabupaten Bolmong Utara menggelar acara prosesi adat ‘mopotau/mopohabaru’, dilaksanakan di kediaman Bupati Bolmong Utara Desa Boroko Kec. Kaidipang. Sabtu (14/02/26).

 


Dikabarkan  atau ‘mopohabaru / mopotau’ dalam bahasa adat Kaidipang bahwa menurut perhitungan bulan dilangit, Ramadhan tahun ini jatuh pada tanggal 17 Februari 2026.

Bupati Bolmong Utara atau dalam bahasa adat diberi gelar  ‘Ki Doni Pangulu’ dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada Aliansi Lembaga Adat Kabupaten Bolmut yang telah menyampaikan kabar terkait dengan datangnya awal Bulan Suci Ramadhan 1447 H.

Bupati Sirajudin Lasena mengimbau, terkait dengan penetapan 1 Ramadhan 1447 H, walaupun telah dilakukan pemberitahuan secara adat, juga diharapkan tetap menunggu pengumuman resmi Kementerian Agama RI.

“Karena itu, kita mengharapkan kepada seluruh masyarakat adat Bolmong Utara agar dapat berkumpul di masjid wilayah masing-masing untuk mendengarkan hasil putusan sidang Isbat melalui media elektronik televisi.


Di Indonesia, praktik sidang isbat pertama kali dilaksanakan pada 1962 untuk menetapkan awal Ramadhan dan Idul Fitri, sebagaimana dicatat dalam arsip Kementerian Agama.

Menurut Ketua Aliansi Lembaga Adat Bolmong Utara Sahlan Tegela, dalam praktik sidang isbat, pemerintah Indonesia menggunakan dua metode utama, yaitu hisab dan rukyat.

“Hisab merupakan metode perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan secara matematis, sementara rukyat adalah metode observasi langsung terhadap hilal.”

“Kementerian Agama memadukan kedua pendekatan ini sebagai bahan pertimbangan sebelum menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat,” ungkap Tegela.

Pendekatan ganda ini mencerminkan upaya negara untuk menjembatani perbedaan pandangan di kalangan ormas Islam, khususnya antara Nahdlatul Ulama yang menekankan rukyat dan Muhammadiyah yang mengutamakan hisab. *** GG

Artikel ini telah dibaca 1,797 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sambutan Gubernur Sulut Pada Pelantikan & Pengukuhan Pengurus PWI Sulut 2026-2031

13 Mei 2026 - 22:51 WITA

Pecatur Muda Muh. Farzin Patadjenu Sukses Meraih Juara Di Open Turnamen Catur Pohohuato Cup 2026

11 Mei 2026 - 19:15 WITA

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Menunjuk Teddy Pontoh Pimpin PAN Bolmong Utara 2025-2030

8 Mei 2026 - 22:08 WITA

Penandatangan Pakta Integritas Pimpinan OPD Pemkab Bolmong Utara

7 Mei 2026 - 21:32 WITA

Kadis Supriadi Goma Meninjau Langsung Program MBG & Perangkat Digitalisasi

7 Mei 2026 - 13:05 WITA

Integritas Dalam Sumpah Jabatan Menjadi Pengingat Dalam Menjalankan Amanah Kepercayaan Publik

5 Mei 2026 - 19:16 WITA

Trending di Bolmut