Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

NTT · 8 Des 2025 09:13 WITA ·

Plt Kadis Pendidikan Murka, Kepsek Mendukung Oknum Guru yang Menyakitkan Murid SD Nauhadoen Umur 12 Tahun, Kasus Dilaporkan ke Polisi


Foto Ilustrasi Perbesar

Foto Ilustrasi

Rote Ndao,Sulutnews.com – Suasana di SD Nauhadoen, Kecamatan Lobalain, menjadi tegang setelah kejadian menyakitkan yang mencoreng nama dunia pendidikan di Kabupaten Rote Ndao terjadi, menimbulkan kemarahan yang meluas di antara masyarakat setempat. Pada hari yang tidak terduga, seorang oknum guru di sekolah tersebut melakukan tindakan menyakitkan terhadap salah satu muridnya, hingga menyebabkan cedera parah yang membuat korban dalam kondisi sangat lemah.

Korban, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, menunjukkan tanda-tanda cedera yang jelas: pipi kanan dan kiri yang membengkak parah, dengan bekas pendarahan yang masih terlihat di sekitar mulutnya. Ketika keluarga korban tiba di sekolah setelah menerima pemberitahuan, mereka melihat anak mereka dalam keadaan yang menyedihkan – lelah, menangis, dan sulit berbicara karena nyeri.

Lebih memperparah situasi, informasi yang beredar di lingkungan sekolah dan masyarakat menunjukkan bahwa Kepala Sekolah (Kepsek) SD Nauhadoen dinyatakan mendukung tindakan oknum guru tersebut. Sikap ini membuat keluarga korban semakin kesal dan tidak tahan, sehingga mereka segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lobalain untuk mencari keadilan dan perlindungan bagi anak mereka.

Ketika dikonfirmasi Senin (07 Desember 2025), PLT Kadis Pendidikan Kabupaten Rote Ndao, Benay Fora, menunjukkan reaksi murka terhadap insiden ini. “Lapor polisi biar kita tau masalahnya,” ujarnya dengan nada yang tegas dan penuh kebencian terhadap sikap kepsek. Pernyataan ini menggambarkan gambaran jelas tentang komitmen pihak dinas pendidikan untuk tidak menutupi kejadian apapun, termasuk masalah dukungan yang diberikan kepsek, dan menuntut kebenaran melalui jalur hukum yang berlaku.

Reaksi murka Plt Kadis Pendidikan mencerminkan betapa tidak dapat diterimanya sikap kepsek yang mendukung tindakan menyakitkan terhadap murid. Tindakan semacam itu di lingkungan sekolah – yang seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan peserta didik – adalah pelanggaran serius terhadap hak anak. Sikap dukungan kepsek semakin memperparah masalah, dan menimbulkan pertanyaan penting mengenai sistem pengawasan, integritas, serta penegakan disiplin yang berjalan di lingkungan pendidikan daerah.

Saat ini, tim penyelidikan dari Polsek Lobalain sedang melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, mengumpulkan informasi dari saksi mata, dan memeriksa kondisi korban untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian, alasan yang mendasari tindakan menyakitkan, serta kebenaran informasi tentang dukungan yang diberikan kepsek. Masyarakat setempat juga telah mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam melalui berbagai saluran, dan menuntut agar penanganan terhadap kasus ini dilakukan secara transparan dan tegas terhadap semua pihak yang terlibat – agar menjadi contoh bagi semua satuan pendidikan di Kabupaten Rote Ndao sehingga tidak terjadi lagi kejadian serupa di masa depan.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,465 kali

Baca Lainnya

Unsrat Akan Umumkan Hasil Ujian Ribuan Calon Mahasiswa Jalur Mandiri T2 Rabu 15 Juli 2026

14 Juli 2026 - 22:09 WITA

Kadis Dikda Femmy Suluh : Pelaksanaan MPLS Hari Pertama Lancar Murid Sangat Antusias, Murid ADEM dari 3T Senang Ikut MPLS

13 Juli 2026 - 23:52 WITA

Kepala BPMP Sulut Febry Dien: Pelaksanaan MPLS Ramah Mulai 13 Juli Jangan Ada Kekerasan, Kadis Dikda Semua Sekolah SMA/SMK Ikut Juknis MPLS

11 Juli 2026 - 23:00 WITA

Ujian Jalur Mandiri T2 di Unsrat Selesai Jumat 10 Juli 2026, Sekitar 5 Persen Dari 3.330 Yang Mendaftar Tidak Ikut Ujian

11 Juli 2026 - 22:49 WITA

Dikda Sulut Serahkan 50 Murid ADEM Asal Daerah 3T Kepada 7 Kepsek SMA dan SMK di Kota Manado Untuk Dididik

10 Juli 2026 - 23:03 WITA

SMA Negeri 9 Binsus Manado Lakukan Uji Kompetensi 602 Murid Baru, Untuk Masuk Kelas Binsus

9 Juli 2026 - 18:01 WITA

Trending di Manado