Sulutnews.com Bengkulu Selatan – beberapa dukungan muncul dari kalangan masyarakat yang ada di kabupaten Bengkulu Selatan atas pernyataan yang di sampaikan sekretaris daerah kabupaten Bengkulu Selatan Ujang Susmanto usai melakukan pertemuan terbuka di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan.
Pada wawancara yang di lakukan awak media terhadap Sekretaris daerah kabupaten Bengkulu Selatan Ujang Susmanto menyatakan bahwa pemerintah kabupaten Bengkulu Selatan tidak akan membiarkan arogansi terhadap pendidikan di kabupaten Bengkulu Selatan, terkait apa yang terjadi di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan Ujang Susmanto menyatakan masih menunggu hasil dari inspektorat.
Demikian juga kadis pendidikan kabupaten Bengkulu Selatan Lusi Wijaya menjelaskan bahwa hasil dari pada TKA tersebut tidak dapat diganggu gugat dan tidak dapat di kondisikan, hasil itu murni kemampuan anak yang timbul secara online, jadi beliau menjelaskan bahwa hasil yang di peroleh anak tersebut tidak memandang apakah itu anak petani, ASN, pejabat dan yang lainnya semuanya sama tergantung kemampuan anak yang pasti dengan adanya hasil itu menurut Lusi Wijaya sebagai orangtua kita dapat memahami kondisi anak dan dapat lebih meningkatkan pembinaan terhadap mereka.
Untuk di ketahui pada hari Jumat yang lalu sekitar jam 10 wib kejadian yang memilukan yang tidak pantas di contoh terjadi di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan, yang mana salah satu dari orangtua siswa SMP 1 yang diketahui selaku camat kecamatan Seginim inisial TR mendatangi sekolah untuk mempertanyakan penyebab nilai anaknya kecil, namun mendengar penjelasan dari pihak sekolah nampaknya orangtua dari siswa yang bersangkutan nampaknya tidak terima dan melakukan tindakan arogan dengan merusak fasilitas sekolah yakni memecahkan sebuah meja kaca yang berada di ruangan sekolah tersebut.
Perlakuan yang di lakukan oleh orangtua siswa yang diketahui salah satu pejabat inisial TR selaku camat Seginim menjadi topik hangat di tengah masyarakat kabupaten Bengkulu Selatan, beberapa tanggapan bermunculan baik itu terkait tindakan orangtua murid yang dianggap terlalu arogan serta harapan terhadap pemerintah kabupaten Bengkulu Selatan yang akan memberikan tindakan tegas bagi pelaku pengrusakan yang sudah mencoreng nama baik ASN di kabupaten Bengkulu Selatan dan menodai dunia pendidikan.
“Kita berharap kejadian ini dibuat jadi pembelajaran yang berharga oleh pemerintah Bengkulu Selatan dalam hal ini inspektorat kabupaten Bengkulu Selatan sebagai dinas terkait yang ditunjuk untuk melakukan proses atas insiden yang terjadi di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan” terang Nazarman.
Lebih lanjut Nazarman menegaskan apabila pemerintah kabupaten Bengkulu Selatan tidak mengambil sikap tegas, di khawatirkan hal ini terjadi di tempat yang berbeda oleh sebab itu demi membuat efek jerah dan menunjukkan profesionalnya pemerintah dalam menegakkan aturan maka sangat di harapkan proses yang di lakukan oleh dinas terkait sesuai prosedur yang ada tanpa menghiraukan siapa yang akan ditindak apabila jelas melanggar aturan. (JN)






