Mitra, Sulutnews.com — Para pelaku usaha pertambangan emas di Desa Ratatotok, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), bersatu berjiwa gotong royong atau Mapalus untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur desa yang rusak.
Hal tersebut diungkapkan Dedy Rundengan, Ketua Pelaksana Perbaikan Infrastruktur Desa Ratatotok, kepada awak media di Ratatotok, belum lama ini.
Menurut Rundengan, inisiatif pembangunan kampung yang digagas dan dilaksanakan oleh para pelaku usaha pertambangan di Desa Ratatotok merupakan langkah yang patut diapresiasi. Terdapat puluhan warga desa yang telah menekuni usaha pertambangan emas sejak lama, hingga kini telah meraih kesuksesan dan kemapanan ekonomi.
Karena telah meraih keberhasilan dalam usahanya, para pelaku usaha tersebut merasa terpanggil untuk menyatukan tekad dan menyepakati pembangunan serta perbaikan infrastruktur jalan dan saluran drainase di Desa Ratatotok yang mengalami kerusakan.
“Alhamdulillah, dana awal sebesar lebih dari Rp900 juta telah terkumpul dari sumbangan sukarela sejumlah pelaku usaha pertambangan emas,” ujar Rundengan.
Titik dan Ruas Jalan yang Akan Diperbaiki
Rundengan merinci sejumlah titik ruas jalan yang akan mendapat penanganan:
Jalan Lakban: Pekerjaan lapisan aspal panas (hotmix) sepanjang 14 meter × lebar 4,5 meter; serta penambalan aspal pada pertigaan Lakban ukuran 1 meter × 1 meter.
Lorong Ci Mei LPA: Penambalan aspal pada 6 titik, masing-masing 1 meter × 2 meter; dengan ruas utama sepanjang 37 meter × lebar 4 meter.
Lingkungan SD Impres: Pekerjaan LPA sepanjang 28 meter × lebar 4 meter.
Jalan Depan Lapangan Narato: Pekerjaan LPA sepanjang 5 meter × lebar 4 meter.
Pertigaan Perkuburan: Pekerjaan LPA sepanjang 81 meter × lebar 4 meter.
Pertigaan Penjual Daging: Hanya penambalan aspal, ukuran 3 meter × 2 meter.
“Semua titik yang mengalami kerusakan akan kami catat dan kami tangani. Kami yakin apabila pekerjaan ini terealisasi sepenuhnya, masyarakat Desa Ratatotok pasti merasa senang dan terbantu,” tambah Rundengan.
Dengan jumlah penduduk Desa Ratatotok yang mencapai lebih dari 3.000 jiwa dan sebagian besar bermata pencaharian di sektor pertambangan, perekonomian masyarakat setempat terlihat terus berkembang dan membaik dari waktu ke waktu.
(Fanny)




