Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Asahan · 25 Okt 2024 11:38 WITA ·

Pemerintah Kabupaten Asahan Mengadakan Pelatihan Khusus Bagi Penyandang Disabilitas


Pemerintah Kabupaten Asahan Mengadakan Pelatihan Khusus Bagi Penyandang Disabilitas Perbesar

Asahan, sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten Asahan mengadakan pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas dalam bidang terapi reflexology dan relaksasi pada. Pelatihan ini berlangsung sejak 21 s/d 25 Oktober 2024 di Aula Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan. Program ini dibuat bertujuan untuk memberdayakan peserta dengan keterampilan praktis dan profesional sebagai terapis, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas di wilayah tersebut.

Dalam pelatihan ini, peserta difabel dibimbing oleh tenaga pengajar profesional untuk memahami teknis-teknis refleksi, titik-titik akupresur, dan cara menghadirkan pengalaman relaksasi yang optimal bagi klien. Dengan ini materi pelatihan akan diberikan lebih dulu kepada peserta sebelum memulai praktik. Terbukti bahwa pelatihan refleksi dan relaksasi ini memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan fisik dan mental

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan Dra. Meilina Siregar, M.Si menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan kesempatan yang setara bagi semua kalangan. “Kami ingin memastikan bahwa semua warga Kabupaten Asahan, termasuk penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan yang berdaya guna dan ekonomis,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya mampu membuka usaha mandiri atau bekerja di industri kesehatan, melainkan juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan rasa kemandirian mereka. Harapannya, pelatihan ini dapat memperkuat nilai inklusi di tengah masyarakat, menginspirasi lebih banyak pihak untuk membuka peluang bagi difabel, serta mendorong perubahan positif dalam lingkungan kerja yang lebih beragam dan menghargai perbedaan. Kabupaten Asahan berharap menjadi pelopor dalam memberikan kesempatan nyata dan adil bagi seluruh warganya, sehingga tercipta masyarakat yang inklusif dan harmonis bagi semua. (Dan)

Artikel ini telah dibaca 1,227 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

SMP Swasta HKBP Sei Kepayang Mengeluh MBG Berbau dan Tidak Bisa Dikonsumsi

14 April 2026 - 23:27 WITA

Kisaran Hujan Deras Anggota LPM dan Aparat Kelurahan Gotong Royong Bersihkan Selokan

6 Maret 2026 - 23:25 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Hanya Tuhan Yang Tau Kasus MBG di Ba’a: Anak-anak Tak Dapat Makan sudah Lima Bulan, Anggaran Ada – Perlu Klarifikasi dari Pengelola Dapur Metina

27 Januari 2026 - 08:08 WITA

Trending di Adat Budaya