Menu

Mode Gelap
Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek! Merah Putih Shooting Competition Digelar, Gubernur Optimistis Perbakin Bengkulu Raih Emas PON

Boltim · 18 Okt 2024 13:53 WITA ·

Pembongkaran Rumah di Desa Motongkad Oleh Pemiliknya Tak Terkait Pilkada 2024 atau Beda Pilihan


Foto : Tampak Pemilik tanah saat memperlihatkan sertifikat tanah. Perbesar

Foto : Tampak Pemilik tanah saat memperlihatkan sertifikat tanah.

Boltim, Sulutnews.com – Pembongkaran rumah di Desa Motongkad Tengah, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) oleh pemiliknya sendiri yakni Alfian Mamonto beberapa hari lalu yang terindikasi diminta oleh pemilik lahan yakni Witarsyah Mamonto sehingga diviralkan oleh oknum – oknum tidak bertanggung jawab di media sosial (Medsos) atau Facebook selanjutnya diangkat sejumlah media online, tak terkait dengan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024.

“Persoalan itu tak ada kaitannya dengan Pilkada 2024,”kata Witarsyah Mamonto selaku pemilik lahan. Kamis 17 Oktober 2024 dirumahnya usai shalat Magrib kepada awak media.

Dia mengatakan, hal itu murni urusan pribadi antara pemilik lahan dan pembeli yang bertahun – tahun tak kunjung dilunasi oleh pihak pembeli lahan atau tanah  pekarangan.

“Saya sampaikan lagi ini tak ada kaitannya dengan urusan Pilkada atau beda pilihan, karena itu hak bersangkutan memilih siapa Paslon Bupati dan Wakil Bupati yang dia sukai sehingga jangan dipolitisir,”Tegas Mamonto.

Dia menerangkan beberapa waktu lalu, pihaknya melakukan pengukuran tanah pekarangan miliknya tepatnya dibelakang dapur Alfian Mamonto.

“Jadi saat itu  Ibu Lin Suangi mau beli tanah pekarangan ukurannya 8 meter x 7 meter sisa dari tanah yang dibeli oleh Alfian dan istrinya dan 1 meternya itu kena dapurnya, jadi saya bilang ke dia coba dibetulkan ukurannya karena tanah pekarangan dibelinya ukuranya hanya 8 meter x 15 meter, bukan ukuran 8 meter x 16 meter jadi saya bilang mana Surat Keterangan Pemilikan Tanah (SKPT) dan ia bilang oh ada di Bank, saya sempat marah ke dia dan bilang ukurannya hanya 8 meter x 15 meter karena saya yang buat, itu pun saya buat surat keterangan karena sayang kan sama mereka dia bilang mau pinjam uang di Bank, sebenarnya belum bisa dibuatkan SKPT karena masih 19 juta rupiah yang harus mereka bayar ke saya, tapi karena sayang dan masih saudara jadi saya bantu,”Ungkap Mamonto.

Dia menjelaskan pembelian lahan oleh Alfian Mamonto, ini terjadi beberapa tahun jauh sebelum tahapan  Pilkada 2024, dimana  pihak Alfian Mamonto selaku pembeli lahan menitip uang sekian juta sebagai uang muka  tanah atau lahan pekarangan ukuran 8 meter x 15 m untuk membuat rumah sebagai tempat tinggal mereka.

“Jadi si Alfian ini titip uang 7 juta rupiah tapi sempat dikurangi lagi sekian juta karena dia bayar mesin  milik saya yang dia bilang mau digunakan di talang emas  miliknya dipantai buat hisap pasir besi yang ada kandungan emasnya yang harganya itu 2 juta rupiah, sehingga saldonya  tinggal 5 juta rupiah. Sisanya itu buat uang muka untuk beli tanah atau lahan pekarangan ukuran 8 meter x 15 meter yang sebenarnya panjang tanah pekarangan itu 22 meter yang total harganya itu sekitar 24 juta rupiah, jadi kejadian ini tak ada urusannya dengan Pilkada seperti disampaikan oleh pendukung Paslon 2 bilang, itu jelas fitna,”Tegas Tete Dodi sapaan akrabnya.

Dirinya juga sangat  menyayangkan pihak lain yang mempolitisir kejadian tersebut tampak  melakukan konfirmasi ke pihaknya selaku pemilik lahan sehingga dengan mudahnya mengambil kesimpulan yang menurutnya  fatal, perlu juga diketahui tanah tersebut sudah mempunyai sertifikat yang dikeluarkan sejak tahun 1994 oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bolaang Mongondow.

“Ini jelas berimplikasi hukum karena sangat merugikan saya selaku pemilik lahan yang mau menuntut hak saya, apakah itu salah ?  karena ini momen  Pilkada sehingga  dipolitisir,”Kesalnya.

Diketahui kejadian pembongkaran rumah oleh pemiliknya Alfian Mamonto Rabu 16 Oktober 2024 kemarin, memicu perhatian masyarakat setempat bahkan calon Bupati nomor urut 2 yakni Sam Sachrul Mamonto yang mendatangi kediaman pendukungnya tersebut,

didampingi Camat Motongkad Iskandar Dg Mangawi, dan para pendukungnya yang selanjutnya di viralkan para pendukungnya di media sosial atau Facebook. (*/Ayax)

Artikel ini telah dibaca 1,025 kali

Baca Lainnya

Tak Henti-henti Usman Husin Anggota DPR RI Memberikan Perhatian kepada Masyarakat NTT

20 Januari 2026 - 21:30 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Anggota DPR RI Memberikan Perhatian kepada Masyarakat NTT

20 Januari 2026 - 20:44 WITA

Banjir di Rote Timur Sudah Ada Sebelum Pembangunan Tambak Garam, Dampak Positif Industri Didukung Masyarakat

19 Januari 2026 - 15:49 WITA

Bantuan CSR Pemprov NTT Dorong Pembangunan Gedung Ibadah di Rote Ndao

19 Januari 2026 - 12:56 WITA

Tidak Mau Masyarakat NTT Susah Usman Husen Bersuara Nyaring Demi Ekonomi NTT lewat Anakan Kopi

16 Januari 2026 - 07:16 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Desak Pembebasan Kawasan Hutan untuk Petani NTT Dalam RDP Komisi IV DPR RI

16 Januari 2026 - 07:05 WITA

Trending di Aceh
error: Content is protected !!