Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 4 Jun 2026 15:50 WITA ·

PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Siapkan Proyek Percontohan Kedelai untuk Dukung Target Swasembada Pangan


PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Siapkan Proyek Percontohan Kedelai untuk Dukung Target Swasembada Pangan Perbesar

Jakarta — Upaya pemerintah mempercepat swasembada pangan nasional terus mendapat dukungan dari sektor perkebunan. Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN IV PalmCo menyiapkan proyek percontohan pengembangan kedelai di sejumlah wilayah potensial sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa saat mengunjungi sentra produksi kedelai di Desa Ngudikan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (15/5/2026). Kunjungan berlangsung di tengah panen raya kedelai nasional yang turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto.

Di hamparan lahan kedelai yang mulai dipanen petani tersebut, Jatmiko mengatakan perusahaan mulai memetakan peluang pengembangan kedelai secara lebih serius. Menurut dia, kedelai memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan masyarakat sehari-hari.

“Kedelai bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi bagian dari stabilitas pangan masyarakat karena menjadi bahan baku utama tahu dan tempe. Karena itu kami mulai melihat peluang pengembangannya secara jangka panjang,” ujar Jatmiko.

Ia menilai langkah diversifikasi ke sektor pangan juga sejalan dengan agenda pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tingginya ketergantungan impor kedelai.

Kebutuhan kedelai nasional saat ini diperkirakan mencapai 2,6 juta hingga 2,7 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga sebagian besar pasokan masih berasal dari impor. Dalam beberapa tahun terakhir, luas panen kedelai nasional juga terus menyusut akibat peralihan lahan dan rendahnya minat petani.

Pemerintah kini mulai mendorong peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, hingga kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan TNI.

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu daerah yang dinilai potensial dalam pengembangan kedelai nasional. Berdasarkan hasil peninjauan PalmCo, pola tanam petani di Desa Ngudikan tergolong produktif dengan kombinasi satu musim padi, satu musim kedelai, dan dua musim bawang merah dalam setahun.

Dukungan irigasi, kondisi lahan yang relatif datar, serta kelembagaan petani yang kuat membuat produktivitas kedelai di wilayah tersebut mampu mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare. Bahkan, melalui penerapan teknologi organik dan prebiotik, hasil panen disebut berpotensi meningkat hingga 3,5 ton per hektare.

Menurut Jatmiko, pengalaman budidaya di Nganjuk menjadi referensi penting bagi PalmCo sebelum menjalankan proyek percontohan di wilayah perkebunan perusahaan.

Saat ini perusahaan mulai melakukan kajian kesesuaian areal untuk memastikan lahan yang akan digunakan memenuhi aspek agronomis, mulai dari kondisi tanah, ketersediaan air, topografi, hingga faktor iklim. “Kami ingin memastikan pengembangannya berjalan optimal dan berkelanjutan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipetakan terlebih dahulu,” katanya.

Tahap awal proyek akan dilakukan di sejumlah areal terpilih sebelum diperluas secara bertahap. Beberapa wilayah di Sumatera seperti Langkat, Deli Serdang, Pasaman, dan Banyuasin mulai masuk dalam pemetaan awal karena dinilai memiliki karakter agroklimat yang sesuai untuk pengembangan kedelai.

PalmCo berharap pengembangan kedelai tidak hanya berkontribusi memperkuat pasokan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan melalui pola kemitraan dan kolaborasi bersama petani.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 923 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pilihan Mobil Makin Beragam di GIIAS 2026, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Lebih Terukur

4 Agustus 2026 - 20:25 WITA

Hadirkan BRIF Sunday Auto Corner, BRI Finance Mudahkan Warga Bali Wujudkan Mobil Impian

4 Agustus 2026 - 20:23 WITA

Perawatan LRT Jabodebek Berlangsung Saat Malam, Tim Kesehatan Jaga Kondisi Petugas

4 Agustus 2026 - 19:33 WITA

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kepedulian Sosial melalui Aksi Donor Darah Sri Pamela Medika Nusantara

4 Agustus 2026 - 19:20 WITA

Cara Menentukan Tujuan Menabung Sesuai Rencana Hidup

4 Agustus 2026 - 18:19 WITA

CLEAR Bagikan Tips Punya Rambut dan Kulit Kepala Sehat Seperti Cristiano Ronaldo

4 Agustus 2026 - 17:51 WITA

Trending di Bisnis