Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 14 Jan 2026 20:22 WITA ·

Outlook EV 2026, Transformasi Indonesia Jadi Produsen Global


Outlook EV 2026, Transformasi Indonesia Jadi Produsen Global Perbesar

Jakarta – Industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) nasional diprediksi bakal memasuki fase konsolidasi pada 2026. Berakhirnya masa berlaku sejumlah insentif impor di penghujung 2025 menjadi momentum krusial bagi pendalaman struktur ekosistem industri otomotif berbasis baterai domestik.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar otomotif 2025 menunjukkan performa solid dengan penjualan wholesales mencapai 803.687 unit.

Dari jumlah tersebut, segmen kendaraan ramah lingkungan (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV) tumbuh signifikan hingga 122.686 unit atau menguasai 15,3% pangsa pasar.

Sebagai informasi, insentif impor kini hanya dialokasikan bagi produsen yang memiliki komitmen manufaktur di Indonesia. Saat ini, setidaknya ada tujuh pabrikan yang terpantau gencar membangun fasilitas produksi lokal, yakni VinFast, Volkswagen (VW), BYD, Citroen, AION, Maxus, dan Geely.

Menanggapi berakhirnya “subsidi” impor, Direktur Eksekutif CEP, Kholid Syeirozi menymapikan bahwa hal ini merupakan momentum Transformasi Indonesia Jadi salah satu Produsen kendaraan listrik global.

Dengan kebijakan ini, pasar akan melakukan penyesuaian secara alamiah melalui hukum skala industri. Dia mencontohkan bagaimana pergerakan harga jenama seperti Wuling yang kian kompetitif seiring dengan besarnya volume pasar dan efisiensi biaya teknologi.

“Awalnya memang butuh afirmasi melalui insentif fiskal, namun seiring market yang membesar, harga akan turun secara alamiah. Kendaraan listrik harus siap bersaing secara kinerja dan harga dengan kendaraan konvensional (ICE),” kata Kholid.

Kholid berharap kondisi ekonomi makro saat ini dapat terus stabil agar mendukung tren industrialisasi ini semakin baik. Jika daya beli masyarakat terjaga, permintaan akan tetap tumbuh, dana akan memperkuat industri hulu hingga hilir yang menjadi penopang dari kendaraan listrik.

Di level strategis, Indonesia melalui pemerintah melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) Anggota dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus memperkuat integrasi ekosistem baterai kendaraan listrik.

Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL dikembangkan melalui 6 (enam) proyek, yama mana 5 (lima) proyek di Kawasan FHT Halmahera Timur dan 1 (satu) proyek di Karawang.

Head of Transportation and Sustainable Mobility, Institute for Essential Services Reform (IESR) Faris Adnan, menekankan bahwa keberadaan pabrik baterai domestik adalah syarat mutlak terciptanya ekosistem EV di Indonesia.

Faris mengingatkan pentingnya penerapan standar Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA) agar produk baterai Indonesia kompetitif di pasar global, khususnya Eropa yang akan menerapkan “paspor baterai” pada 2030.

“Integrasi rantai pasok ini akan meningkatkan efisiensi produksi karena dekat dengan sumber daya alam,” papar Faris.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1,028 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, Pelindo Multi Terminal Inspirasi Generasi Muda

18 Agustus 2026 - 14:50 WITA

Cara Top Up Token HoK Tercepat di GAMEZI

18 Agustus 2026 - 14:38 WITA

KAI Bandara Hadirkan Promo “Bayar Tiket Cuma 81%” Sambut HUT ke-81 RI

18 Agustus 2026 - 13:45 WITA

Rekomendasi Motor Matic untuk Harian, Pilihan Stylish dengan Fitur Modern Mulai Rp20 Jutaan

18 Agustus 2026 - 13:09 WITA

Moladin Finance dan Pashouses Jalin Kemitraan Strategis, Hadirkan Solusi Pembiayaan bagi Pemilik Properti

18 Agustus 2026 - 13:00 WITA

“HUT ke-81 RI, PAM JAYA Rayakan Kebersamaan dan Dukung Penyerahan Ambulans untuk Masyarakat Suku Baduy”

18 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Trending di Bisnis