Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Internasional · 12 Jul 2025 15:24 WITA ·

Olly Dondokambey Dampingi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri Pada Forum Dialog Peradaban Beijing


Foto : Bendahara Umum PDI Perjuangan Olly Dondokambey (paling kiri) mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada Forum Dialog Peradaban Internasional Beijing. (Istimewa) Perbesar

Foto : Bendahara Umum PDI Perjuangan Olly Dondokambey (paling kiri) mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada Forum Dialog Peradaban Internasional Beijing. (Istimewa)

Beijing,Sulutnews.com – Bendahara Umum PDI Perjuangan Prof.Dr(HC) Olly Dondokambey, SE., bersama petinggi PDI Perjuangan lainnya mendampingi Ketua Umum PDI Perjuangan yang sekaligus Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri pada Forum Dialog Peradaban Global Beijing yang digelar di Wisma Tamu Negara Diaoyutai, Beijing, Kamis (10/7).

Dondokambey mengatakan, forum internasional ini dihadiri 600 perwakilan dari 144 negara yang diawali dengan pembukaan pesan dari Presiden Xi Jinping dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres.

“Dalam forum dialog internasional ini Ibu Megawati menjadi pembicara pertama. Kehadiran Ibu Megawati menjadi kebanggaan bagi Indonesia dan dunia. Dalam forum ini Ibu Megawati mampu menyampaikan ide-ide brilian berkaitan dengan pembangunan dan perdamaian dunia,”kata Dondokambey yang dihubungi pada Sabtu (12/7).

Foto : Presiden Kelima RI dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada Forum Dialog Internasional Peradaban Beijing. (Istimewa)

Forum dialog internasional mengusung tema “Safeguarding Diversity of Human Civilizations for World Peace and Development.” Selain Megawati sejumlah tokoh dunia dan pemimpin lainnya juga didaulat menjadi pembicara seperti Nangolo Mbumba (Presiden keempat Namibia), Yukio Hatoyama (mantan PM Jepang), Essam Sharaf (mantan PM Mesir), Yves Leterme (mantan PM Belgia) dan Jhala Nath Khanal (mantan PM Nepal).

“Dengan penuh kerendahan hati dan rasa hormat yang mendalam, saya berdiri di hadapan para pemimpin dunia, para negarawan dan pemikir lintas peradaban dan pejuang kemanusiaan dari berbagai bangsa, yang pada hari ini berkumpul dengan satu tekad: membangun masa depan umat manusia yang lebih damai, adil, dan berkeadaban,” kata Megawati. Megawati menyampaikan apresiasi yang tinggi dan rasa terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok di bawah kepemimpinan Yang Mulia Presiden Xi Jinping serta Partai Komunis Tiongkok, atas kehormatan dan undangan yang diberikan kepadanya.

Menurut Megawati forum dialog ini tidak sekadar pertemuan antar tokoh-tokoh pemimpin bangsa tetapi juga panggilan hati nurani bagi siapapun yang merindukan tata dunia yang berkeadaban dan berkeadilan. “Pertemuan ini adalah ruang untuk mengingat kembali memori kolektif kita sebagai bangsa-bangsa yang pernah menjadi penyintas puing-puing penjajahan serta memimpikan dunia yang lebih adil, lebih damai, dan lebih beradab,” kata Megawati.(*/Ria)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 1,036 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Demokrasi di Amerika dari Sudut Pandang Politisi dan Aktivis

6 Maret 2026 - 06:16 WITA

ESTHON FOENAY BUKA SUARA ISU 9.000 PPPK NTT DIRUMAHKAN? JANGAN MAIN-MAIN DENGAN NASIB RAKYAT

5 Maret 2026 - 12:58 WITA

PROF. YUSUF LEONARD HENUK: DARI UNSTAR ROTE MENJADI PAKAR PTUN TOP JAKARTA

3 Maret 2026 - 22:10 WITA

GMIJ Betlehem Oarai dan GMIST Teken MoU Kerja Sama Pelayanan

24 Februari 2026 - 23:12 WITA

Konsul Jenderal RI Davao City Hadiri Acara Adat Sangihe Tulude Di General Santos City

19 Februari 2026 - 20:58 WITA

Taiwan Ingatkan Arti Penting Keamanan Jaringan Kabel Bawah Laut Global

19 Februari 2026 - 15:04 WITA

Trending di Internasional