Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Internasional · 30 Mar 2026 10:52 WITA ·

Gubernur Melki Laka Lena Resmikan Dapur Flobamorata SMK Katolik Kusuma di Belu


Gubernur Melki Laka Lena Resmikan Dapur Flobamorata SMK Katolik Kusuma di Belu Perbesar

Reporter : Dance Henukh

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan Dapur Flobamorata SMK Katolik Kusuma di Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Senin (30/3/2026). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol dimulainya operasional dapur berbasis sekolah tersebut.

Peresmian ini tidak sekadar seremoni. Gubernur langsung mengeluarkan kebijakan konkret untuk menjamin keberlanjutan usaha tersebut, yakni mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) Pemprov NTT yang bertugas di Belu untuk makan dan berbelanja di Dapur Flobamorata minimal satu kali dalam seminggu.

“Minimal seminggu sekali ASN provinsi harus makan di sini. Ini supaya dapur ini hidup dan karya anak-anak SMK benar-benar punya pasar,” tegas Melki.

Ia menilai, kehadiran dapur ini menjadi jawaban atas persoalan klasik produk lokal yang kerap berhenti di produksi tanpa kepastian pasar. Dengan intervensi konsumsi oleh pemerintah, rantai ekonomi diharapkan berjalan.

“Sekarang kalau orang datang ke Belu dan mau makan makanan khas, sudah jelas tempatnya di sini. Ini harus jadi referensi,” ujarnya.

Gubernur juga meminta pengaturan kunjungan ASN dilakukan bergiliran antar organisasi perangkat daerah (OPD), agar dampak ekonomi merata dan tidak menumpuk pada satu waktu.

Selain mendorong konsumsi, Melki menekankan pentingnya memberi contoh kepada masyarakat. Ia menegaskan pejabat tidak boleh hanya menerima jamuan, tetapi harus membayar sebagai bentuk penghargaan terhadap hasil karya masyarakat.

“Kita ini pejabat, tapi bukan berarti makan gratis. Kita harus bayar supaya masyarakat tahu pemerintah menghargai kerja mereka,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, Gubernur bersama rombongan langsung memborong produk yang dijual di dapur tersebut dengan nilai minimal Rp1 juta untuk dibawa ke Kupang. Langkah ini, menurutnya, adalah pesan nyata bahwa pemerintah hadir sebagai pembeli pertama bagi produk lokal.

“Kita beli supaya ada perputaran ekonomi. Ini bentuk dukungan nyata, bukan hanya bicara,” ujarnya.

Dalam arahannya, Melki juga mendorong agar dapur tersebut beroperasi secara optimal dari pagi hingga malam untuk melayani kebutuhan makan masyarakat. Ia melihat potensi besar sektor kuliner sebagai penggerak ekonomi karena merupakan kebutuhan dasar.

“Semua orang pasti makan. Tinggal bagaimana kita arahkan supaya makan itu menghidupi produk lokal,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan Dapur Flobamorata akan diintegrasikan dengan konsep NTT Mart sebagai bagian dari ekosistem pemasaran produk daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Gubernur juga memberi perhatian pada aspek pendidikan. Ia meminta siswa SMK Kusuma yang berjumlah ratusan orang untuk serius mengembangkan keterampilan di semua jurusan, termasuk kuliner dan wastra.

“Saya minta semua siswa fokus belajar dan kembangkan kreativitas. Pemerintah akan buka ruang supaya hasil karya itu bisa ditampilkan dan dihargai,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran dapur ini harus menjadi ruang praktik nyata bagi siswa, bukan sekadar fasilitas sekolah. Ia juga mendorong agar model ini direplikasi oleh SMK lain di Kabupaten Belu.

“Jangan hanya satu produk. Semua SMK harus punya produk unggulan yang jelas pasarnya,” tegasnya.

Peresmian Dapur Flobamorata ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTT Alfonsius Theodorus, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lery Rupidara, Sekretaris BPBD Johanes Takadosi, serta Plt. Kepala Bapenda NTT Johny Ericson Ataupah. Hadir pula Bupati Belu bersama jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda Belu.

Dengan kebijakan yang langsung menyasar pasar, Pemprov NTT ingin memastikan keberadaan Dapur Flobamorata tidak berhenti sebagai proyek seremonial, tetapi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis sekolah dan masyarakat lokal.

Artikel ini telah dibaca 1,329 kali

Baca Lainnya

DIDUGA HILDA SIKONE KEPALA BRI CABANG ROTE NDAO ANCAM NASABAH YANG TERLAMBAT BAYAR ANGSURAN

23 Agustus 2026 - 11:25 WITA

Beni Mulik Yang Minta Media Tulis Tambah Resmi Ditahan, Penyidik Polres Rote Ndao Serahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejaksaan

21 Agustus 2026 - 20:18 WITA

21 Agustus 2026 - 19:52 WITA

Kasus Pembunuhan Di Rote Ndao Masuk Dalam Tahap Dua Tersangka Yusuf Adu Di Serahkan Ke Kejaksaan

20 Agustus 2026 - 16:37 WITA

MBG DIPERCEPAT DI NTT, MENKO PANGAN TURUN LANGSUNG KE SIKKA: “JANGAN DIKURANG-KURANGI MENUNYA!”

20 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Majelis taklim dan takwa Di Jakarta Tak Henti henti Mengirim Do’a Untuk Saudara saudara di Flores Nusa Tenggara Timur. NTT

20 Agustus 2026 - 09:45 WITA

Trending di Internasional