Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

NTT · 20 Mei 2025 14:10 WITA ·

Misteri Hilangnya Bantuan Keramba Rp7,5 Miliar Di Tangan Simson Polin di Rote Ndao: Publik Pertanyakan Transparansi


Misteri Hilangnya Bantuan Keramba Rp7,5 Miliar Di Tangan Simson Polin di Rote Ndao: Publik Pertanyakan Transparansi Perbesar

Rote Ndao, Sulutnews.com – Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur tengah dihebohkan oleh kasus dugaan penyelewengan bantuan keramba jaring apung senilai Rp7,5 miliar. Bantuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada tahun anggaran 2015 ini, diduga tidak sampai ke tangan para nelayan yang seharusnya menjadi penerima manfaat.

Informasi yang beredar menyebutkan, puluhan nama dalam proposal pengajuan bantuan, termasuk nama-nama anak sekolah, tercantum sebagai penerima manfaat. Namun, kenyataannya, dana tersebut diduga jatuh ke tangan oknum pengusaha di Kecamatan Pantai Baru. Seorang nelayan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kecurigaan tersebut, menuding bantuan keramba dan dana pemeliharaan tersendat di tangan pengusaha tersebut.

Nelayan tersebut juga menjelaskan bahwa saat penyaluran bantuan pada tahun 2015, hanya beberapa orang, yang merupakan keluarga dari pengusaha tersebut, yang hadir.

Kejanggalan ini semakin diperkuat dengan kondisi keramba yang ditemukan rusak parah dan terbengkalai di Dusun Deoen Desa Persiapan Ofalangga dan Dusun Batubelak Desa Tesabela. Tali jangkar terkubur pasir, jaring robek dan putus, serta dipenuhi tiram—bukti nyata dari kurangnya perawatan.

Ketidakjelasan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi pengelolaan dana bantuan. Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Rote Ndao, Yermias Kota, berujung pada arahan untuk menghubungi sekretaris dan Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK). Hal ini semakin memperkuat dugaan kurangnya pengawasan dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan tersebut.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan yang ketat dalam penyaluran bantuan pemerintah, terutama di daerah tertinggal. Bantuan yang seharusnya menjadi pengungkit perekonomian masyarakat, justru diduga disalahgunakan dan merugikan banyak pihak. Publik menuntut kejelasan dan transparansi dari pemerintah terkait penggunaan dana tersebut, serta proses hukum yang adil bagi pihak-pihak yang terlibat.

Kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah akan semakin tergerus jika kasus seperti ini dibiarkan tanpa penyelesaian yang tuntas. Investigasi menyeluruh dan tindakan tegas diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Semoga kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar selalu mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 3,726 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional