Reporter : Dance Henukh
BA’A. SULUTNEWS. COM – Suasana ricuh saat demonstrasi di ruang paripurna DPRD Kabupaten Rote Ndao, Kamis 16 April 2026, meninggalkan sejumlah pertanyaan besar. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah ketika seorang oknum pendemo berhasil diamankan oleh aparat kepolisian namun tetap bertindak tidak terkendali.
Terlihat jelas, pria yang mengenakan kaos hitam dan celana jeans dengan gaya rambut gondrong itu, saat digiring menuju meja paripurna, terus merogok saku celananya sambil berteriak kencang memanggil-manggil nama.
“Mana Denison Moy! Mana Denison Moy!”
Terakan itu dilontarkan dengan nada tinggi dan penuh emosi, seolah-olah tersimpan dendam pribadi atau masalah personal yang sangat mendalam antara oknum tersebut dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Denison Moy.
Aksi pencarian nama ini memunculkan tanda tanya besar di benak publik. Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa nama Denison Moy terus dipanggil dan dicari dengan cara yang begitu agresif? Apakah ada hubungan khusus, urusan bisnis, atau masalah pribadi lain yang menghubungkan oknum pendemo tersebut dengan politisi senior itu?
Hingga saat ini, masih menjadi misteri apa latar belakang yang membuat nama Denison Moy menjadi sasaran utama kemarahan dalam aksi unjuk rasa tersebut. Masyarakat pun menanti klarifikasi dan jawaban jelas mengenai hubungan antara kedua belah pihak.







