Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Kepolisian · 14 Feb 2023 11:14 WITA ·

Minggu I Operasi Keselamatan Samrat 2023, Pelanggaran Meningkat 39 Persen


Minggu I Operasi Keselamatan Samrat 2023, Pelanggaran Meningkat 39 Persen Perbesar

MANADO,SULUTNEWS.COM– Pelanggaran lalu lintas selang minggu pertama pelaksanaan Operasi Keselamatan Samrat 2023 di Sulawesi Utara, didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm standar.

Hal tersebut dikatakan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat ditemui di Mapolda Sulut, Selasa (14/2/2023).

“Pelanggaran tidak menggunakan helm masih mendominasi selama minggu pertama Operasi Keselamatan 2023, yang dimulai sejak 7 Februari 2023. Diikuti pelanggaran kendaraan memakai knalpot bising dan kendaraan tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB),” ujarnya.

Berdasarkan data dari Ditlantas Polda Sulut, dalam seminggu pelaksanaan Operasi tersebut, jumlah pelanggaran pun mengalami peningkatan sebanyak 39 persen dari tahun sebelumnya.

“Jumlah pelanggaran selama 1 minggu pelaksanaan Operasi Keselamatan pada tahun 2022 sebanyak 4.021, naik 39 persen menjadi 5.590 di tahun 2023,” lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Dari total jumlah pelanggaran tersebut, yang dikenai tilang naik sebanyak 565 persen, sedangkan yang dikenai teguran naik sebesar 15 persen.

“Di tahun 2022, jumlah pelanggaran yang dikenai tilang sebanyak 178, naik menjadi 1.183 di tahun 2023. Dan yang dikenai teguran pada tahun 2022 sebesar 3.843, naik menjadi 4.407 di tahun 2023,” urainya.

Sementara itu untuk peristiwa kecelakaan lalu lintas (lakalantas), terjadi peningkatan dari 21 kejadian di tahun 2022 menjadi 26 kejadian di tahun 2023.

“Lakalantas naik 24 persen, dengan korban meninggal dunia sebanyak 4 orang yang sebelumnya 2 orang di tahun 2022, luka berat 3 orang yang sebelumnya 6 orang di tahun 2022 dan luka ringan 25 orang, yang sebelumnya 21 orang di tahun 2022,” ucap Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sedangkan lokasi peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di beberapa kota dan kabupaten di wilayah Sulawesi Utara.

“Kecelakaan lalu lintas terjadi di beberapa kota dan kabupaten, yaitu Manado 12 kejadian, Minut 3 kejadian, Tomohon 2 kejadian, Minahasa 1 kejadian, Minsel 3 kejadian, Bolmong 2 kejadian, serta Bolmut, Bolsel dan Boltim masing-masing 1 kejadian,” lanjutnya.

Selain menegakkan disiplin berlalulintas di lapangan, petugas juga melakukan imbauan dan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas.

“Imbauan dan pendidikan berlalulintas antara lain, pemasangan spanduk dan stiker, safety riding dan driving, forum LLAJ, kampanye keselamatan, sekolah mengemudi dan global road safety partnership action,” katanya.

Kombes Pol Jules Abraham Abast juga mengingatkan semua warga khususnya pengguna jalan agar mengutamakan keselamatan dalam berlalulintas. “Keselamatan adalah yang pertama dan utama,” pungkasnya. (**/arp)

Artikel ini telah dibaca 1,966 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penemuan Jenazah Nani Anabokay di Pantai Ingguhun Dalam Bungkusan Hitam

16 Mei 2026 - 20:15 WITA

Pemilik Akun “Rido Rido” Dilaporkan ke Polres Asahan, Diduga Lakukan Penistaan Agama Kristen

14 Mei 2026 - 23:12 WITA

PWI Sumut Apresiasi dan Bangga Atas Prestasi Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu

14 Mei 2026 - 23:05 WITA

Media Benteng Utama Lawan Hoaks di Era Digital

14 Mei 2026 - 12:00 WITA

Anabelle Angouw Bangga Kunjungi Kantor DPRD Sulut Bersama Ratusan Siswa MIS

13 Mei 2026 - 14:09 WITA

Kalvari Pineleng Bermazmur Interdenominasi Gereja Siap Digelar

13 Mei 2026 - 13:07 WITA

Trending di Manado