Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bengkulu Selatan · 2 Jul 2026 08:16 WITA ·

Mengingat Pemerintah Desa Ini Masih Dalam Pantauan Pihak Terkait Diduga Kerugian Keuangan Desa Kembali Terulang Pada Pemerintahan Kades PAW


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Sulutnews.com Bengkulu Selatan – mengingat desa sukabandung kecamatan air nipis masih dalam pemantauan ketat oleh para pihak atas adanya dugaan penyala gunaan dana desa di desa sukabandung pada pemerintahan sebelumnya, diharapkan pengawasan ekstra tetap harus dilakukan pada pemerintahan yang baru sebab diduga kuat kembali terjadi realisasi dana desa yang tidak sesuai dengan prosedur.

Pemerintah desa ini di informasikan bagikan anggaran dana desa dengan nilai yang berbeda beda terhadap rekanannya, namun yang paling di sayangkan pemerintah desa ini tidak mengedepankan administrasi yang lengkap dalam merealisasikannya salah satu contoh seperti bukti fisik yang mestinya harus di selesaikan terlebih dahulu sebelum pencairan dananya.

Beberapa pihak rekanan desa ini yang menerima pencairan anggaran kegiatan di desa sukabandung menceritakan bahwa dana yang di bagi bagikan dengan nilai nominal yang berbeda, mereka juga mengakui bahwa pencairan yang di terima belum ada fisik sebagai pertanggung jawaban anggaran yang di cairkan.

Oleh sebab itu Feriansyah salah satu penggiat di  kabupaten bengkulu selatan menyatakan bahwa, “apabila benar apa yang di nyatakan oleh beberapa pihak rekanan bahwa mereka menerima pencairan tanpa memberikan fisik terlebih dulu maka hal itu patut diduga adanya kegiatan fiktif di desa sukabandung kecamatan air nipis.

Tidak hanya itu kejanggalan pada pencairan anggaran dana desa di desa sukabandung juga semakin menguatkan pemerintah desa dengan sengaja melakukan pencairan  yang tidak sesuai regulasi, pasalnya pemerintah desa ini sesuai pengakuan beberapa rekanan desa ini bahwa mereka menandatangani surat perjanjian kerja SPK, padahal rekanan tersebut belum ada melakukan penawaran ataupun memasukkan profosal untuk pengajuan.

Penanda tanganan SPK yang di lakukan saat pencairan anggaran kegiatan di desa sukabandung tampa adanya permohonan kerjasama terlebih dahulu dinilai mengada ada, “bagaimana bisa surat perjanjian kerja SPK timbul sementara permohonan kerjasama dari pihak rekanan tidak ada” ujar Feri.

Terpisah pemerintah desa sukabandung kecamatan air nipis ini diketahui pada tahun ini juga melakukan pembangunan penahan air disamping kantor desa, pembangunan ini menurut kades di peruntukkan untuk perlindungan embung desa dari banjir, sementara TPK kegiatan menyatakan bahwa pembangunan penahan air tersebut sebagai perlindungan kolam ikan.

Tidak hanya itu juga, pemerintah desa sukabandung kecamatan air nipis memberikan informasi anggaran kegiatan pembangunan penahan air yang sedang di kerjakan dengan anggaran yang berbeda, yang mana kepala desa sukabandung Solehin menyatakan anggaran tersebut senilai 30jt rupiah, sementara TPK kegiatan menyatakan bahwa anggaran tersebut senilai 39jt rupiah, awak media tidak dapat memberitakan kebenaran anggaran akibat papan merek pekerjaan tidak di temukan di lokasi pekerjaan.

Sementara Inspektur inspektorat kabupaten Bengkulu Selatan Hamdan Sarbaini jelas dalam himbauannya menyatakan agar kiranya setiap desa agar dapat merealisasikan dana desa sesuai dengan regulasi yang ada dan berpihak dengan masyarakat, jangan sampai terjadi kegiatan fiktif apabila tidak mau berurusan dengan hukum.

Dengan banyaknya kejanggalan pada realisasi dana desa sukabandung kecamatan air nipis diharapkan pihak terkait dapat melakukan audit yang serius di desa sukabandung mengingat desa ini sudah menjadi perhatian yang serius, terlebih perangkat desanya diketahui kebanyakan masih perangkat desa yang lama, disaat kepala desanya tersandung masalah.

Dengan bergantinya kepala desa sukabandung tidak dibarengi dengan perangkat desa yang juga memegang peranan penting disaat itu, dalam pengelolaan dana desa patut kita duga hal tersebut belum merubah tubuh pemerintahan desa sukabandung, “apabila kepala desa sebelumnya dinilai lakukan penyalah gunaan dana desa, apakah bisa seorang kepala desa bertindak sendiri tanpa bendahara, sekdes dan TPK, ini sangat kita harapkan ketegasan pemerintah dalam pengusutan kasus di desa sukabandung” ujar Feri.

Feryansah juga menilai dengan adanya perangkat desa yang lama disaat pemerintahan kades lama, dinilai pada pemerintahan kades PAW juga masih terulang realisasi anggaran dana desa yang diduga tidak sesuai regulasi. Maka dengan itu kita mengharapkan pihak terkait dalam hal ini kecamatan air nipis, PMD yang saat ini diragukan kinerjanya dengan banyaknya kelemahan di desa desa yang masih lolos di tangan PMD kabupaten Bengkulu Selatan. (JN)

Artikel ini telah dibaca 1,661 kali

Baca Lainnya

P3Ai Batau Batu 1 Desa Ganjuh Bangun Siring Irigasi Diduga Air Yang Mengalirinya Tebat Yang Mengharapkan Air Hujan

15 Agustus 2026 - 11:07 WITA

Di Usia 81 Tahun Republik Indonesia Dodi Martian S.Hut MM Mengajak Seluruh Elemen Memerankan Hal Hal Positif

14 Agustus 2026 - 21:03 WITA

P3Ai Desa PenindaianDiduga Kuat Akan Memanipulasi Pelaporan! PPK P3Ai Dilingkungan  Balai Willayah Sungai Untuk Berhati Hati Menerima Laporannya 

14 Agustus 2026 - 00:11 WITA

P3Ai Desa Ganjuh  Diduga Kuat Akan Memanipulasi Pelaporan! PPK P3Ai Dilingkungan  Balai Willayah Sungai Untuk Berhati Hati Menerima Laporannya 

13 Agustus 2026 - 23:52 WITA

Peduli Kesehatan Warganya Pemerintah Desa Kemang Manis Kecamatan Pino Raya Fasilitasi Posyandu Secara Rutin

13 Agustus 2026 - 23:34 WITA

P3Ai Desa Tanjung Beringin  Diduga Kuat Akan Memanipulasi Pelaporan! PPK P3Ai Dilingkungan  Balai Willayah Sungai Untuk Berhati Hati Menerima Laporannya 

13 Agustus 2026 - 23:07 WITA

Trending di Bengkulu Selatan