Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 4 Jun 2026 14:40 WITA ·

Mengenal UVA & UVB dan Dampaknya pada Kulit Bayi


Mengenal UVA & UVB dan Dampaknya pada Kulit Bayi Perbesar

Saat cuaca cerah, banyak orang tua merasa itu waktu yang tepat untuk mengajak si kecil keluar rumah. Namun dibalik hangatnya sinar matahari, ada paparan sinar ultraviolet (UV) yang tidak terlihat oleh mata. Dua jenis sinar UV yang paling sering berdampak pada kulit adalah UVA dan UVB. Meski terdengar mirip, keduanya memiliki efek berbeda pada kulit bayi yang masih sensitif.
Memahami perbedaan UVA dan UVB membantu orang tua lebih bijak dalam melindungi kulit si kecil sejak dini.

Mengenal Perbedaan UVA & UVB

Sinar ultraviolet terbagi menjadi beberapa jenis, tetapi yang paling berpengaruh pada kulit adalah UVA dan UVB.

UVA adalah sinar yang mampu menembus lebih dalam ke lapisan kulit. Sinar ini ada sepanjang hari, bahkan saat cuaca mendung, dan bisa menembus kaca jendela. UVA sering dikaitkan dengan kerusakan kulit jangka panjang karena bekerja di lapisan kulit yang lebih dalam.

Sementara itu, UVB adalah sinar yang bekerja di lapisan kulit paling luar. Inilah sinar yang biasanya menyebabkan kulit kemerahan atau terbakar saat terlalu lama berada di bawah matahari.

Keduanya sama-sama perlu diwaspadai, terutama karena kulit bayi masih tipis dan lapisan pelindung alaminya belum terbentuk sempurna.

Dampak UVA & UVB pada Kulit Bayi

Karena struktur kulit bayi belum sekuat orang dewasa, paparan UVA dan UVB bisa memberikan efek yang lebih cepat terlihat.

Beberapa dampak yang bisa terjadi antara lain:
1. Kulit kemerahan atau iritasi ringan
2. Kulit terasa kering dan lebih sensitif
3. Skin barrier melemah sehingga mudah mengalami gangguan
4. Risiko kerusakan kulit jangka panjang akibat paparan berulang
5. Paparan ini sering terjadi tanpa disadari. Misalnya saat bayi duduk di stroller, bermain di halaman, atau ikut Mom and Dad bepergian di siang hari. Meski terlihat sebentar, paparan yang terjadi terus-menerus tetap bisa berdampak.

Cara Mencegah Efek UVA & UVB

Langkah pencegahan paling sederhana adalah membatasi paparan langsung di bawah sinar matahari, terutama pada jam 10 pagi hingga 3 sore. Selain itu, penggunaan topi, pakaian lengan panjang berbahan lembut, dan pelindung stroller juga membantu.

Namun, perlindungan fisik saja belum cukup. Kulit tetap membutuhkan perlindungan tambahan berupa sunscreen yang mampu melindungi dari UVA dan UVB sekaligus.

Sunscreen dengan kandungan Titanium Dioxide menjadi salah satu pilihan yang banyak direkomendasikan, termasuk oleh IDAI, karena bekerja sebagai physical sunscreen yang memantulkan sinar matahari dari permukaan kulit. Cara kerja ini cenderung lebih lembut dan cocok untuk kulit bayi yang sensitif.

Loluna Baby Sunscreen mengandung Titanium Dioxide yang membantu melindungi kulit dari paparan UVA dan UVB dengan cara memantulkan sinar matahari. Dengan perlindungan broad spectrum, sunscreen ini membantu mengurangi risiko iritasi akibat paparan sinar UV dalam aktivitas sehari-hari.

Cara Mengatasi Dampak UVA & UVB

Jika kulit bayi sudah terlanjur terpapar dan menunjukkan tanda kemerahan atau kering, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Segera pindahkan bayi ke tempat yang teduh.
2. Bersihkan kulit dengan lembut menggunakan air hangat.
3. Gunakan pelembap khusus bayi untuk membantu menenangkan dan menjaga kelembapan kulit.
4. Hindari paparan ulang hingga kondisi kulit membaik.
5. Jika muncul iritasi berat atau reaksi yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.

Perawatan setelah paparan tetap penting, tetapi pencegahan jauh lebih efektif dibanding mengobati. Konsistensi dalam menggunakan sunscreen dan perlindungan fisik menjadi kunci utama menjaga kesehatan kulit si kecil.

Kesimpulan

UVA dan UVB memiliki dampak berbeda tetapi sama-sama berisiko bagi kulit bayi yang masih sensitif. Dengan mengetahui bagainaba cara kerja keduanya membantu orang tua lebih sadar pentingnya perlindungan sejak dini. Dengan kombinasi perlindungan fisik dan penggunaan sunscreen yang tepat, kulit bayi bisa tetap sehat, nyaman, dan terlindungi dalam berbagai aktivitas hariannya

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 953 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pilihan Mobil Makin Beragam di GIIAS 2026, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Lebih Terukur

4 Agustus 2026 - 20:25 WITA

Hadirkan BRIF Sunday Auto Corner, BRI Finance Mudahkan Warga Bali Wujudkan Mobil Impian

4 Agustus 2026 - 20:23 WITA

Perawatan LRT Jabodebek Berlangsung Saat Malam, Tim Kesehatan Jaga Kondisi Petugas

4 Agustus 2026 - 19:33 WITA

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kepedulian Sosial melalui Aksi Donor Darah Sri Pamela Medika Nusantara

4 Agustus 2026 - 19:20 WITA

Cara Menentukan Tujuan Menabung Sesuai Rencana Hidup

4 Agustus 2026 - 18:19 WITA

CLEAR Bagikan Tips Punya Rambut dan Kulit Kepala Sehat Seperti Cristiano Ronaldo

4 Agustus 2026 - 17:51 WITA

Trending di Bisnis