Mamado, Sulutnews.com – Pemilihan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM periode kedepan masih jauh sekitar bulan Maret atau April 2027 tahun depan.
Namun demikian saat ini sudah ramai nama nama calon Ketua BPMS GMIM yang mulai dibicarakan ditingkat Jemaat. Baik nama nama Pendeta dari unsur laki-laki juga termasuk Pendeta unsur perempuan yang memang cukup banyak jumlahnya di wilayah pelayanan GMIM dan berkualitas dan punya kompetensi untuk melayani.
Drs Ruben Saerang warga GMIM yang juga tokoh pemuda GMIM sejak tahun 1990- an dan Mantan Penatua di Jemaat GMIM Torsina Tuminting kepada wartawan Sulutnews.com Senin (1/6/2026) di Manado mengatakan, saat ini memang tahapan pemilihan Pelsus dikolom kolom baik Penatua dan Diaken yang mulai ramai karena pemilihan Oktober 2026 nanti dan sebagian besar panitia pemilihan sudah dilantik di tingkat Jemaat.
Namun menurut Ruben Saerang yang juga mantan pengurus Pemuda Sinode GMIM melihat dan memantau di Jemaat, mulai ramai membahas nama nama calon Ketua BPMS GMIM kedepan.” Ya benar saat ini mulai ramai membahas siapa yang layak menjadi Ketua Sinode GMIM kedepan” ujar Ruben.
Belum Pernah Perempuan
Menurut Ruben sejak Ketua Sinode GMIM puluhan tahun lalu zaman Pdt Wenas hingga saat ini belum ada perempuan atau wanita yang menjadi Ketua Sinode GMIM. Yang ada hanya wakil Ketua atau menjadi anggota saja. Ini fakta yang ada, Padahal kata Ruben Saerang yang juga anggota Jemaat GMIM Torsina Tumumpa di Tuminting itu saat ini cukup banyak kader kader atau pelayan Tuhan Pendeta GMIM perempuan yang berkualitas dan berkompeten dengan gelar Doktor baik lulusan Perguruan Tingi (PT) Theologia dalam dan luar negeri dan memiliki pengalaman melayani di Jemaat dan wilayah serta memiliki semangat bekerja melayani.
“Saya menilai sudah saatnya kita mendorong unsur perempuan menjadi Ketua BPMS GMIM. Ini bukan berarti unsur laki laki tidak layak. Tapi saat ini sudah saatnya kita dorong unsur perempuan” ujar Ruben Saerag.
Memang akan ada proses pemilihan nanti untuk menentukan Ketua BPMS GMIM dari peserta Sidang Sinode nanti dari seluruh utusan Jemaat dan wilayah.” Unsur perempuan bisa diusung apalagi sebagian besar Pendeta di GMIM unsur perempuan jadi sangat layak” tambah Ruben.
Dikatakan banyak Pendeta GMIM unsur perempuan yang memenuhi syarat dan memiliki leadership yang baik. Bahkan bergelar Doktor baik masih memimpin Jemaat dan Wilayah serta di Sinode GMIM saat ini.” Jadi banyak memenuhi syarat ” kata Ruben.
Pendeta Bergelar Doktor
Dari data yang ada menurut Ruben Saerah ada Pdt Dr Jois Sondakh M Th Wakil Ketua Sinode GMIM saat ini. Ada juga Pdt Dr Fanny Suoth M.Th (Dosen di UKIT) dan aktif dalam pelayanan, ada Pdt Dr Eva Karamoy M.Th Ketua Jemaat GMIM Petra Sario Tumpaan dan juga Pdt Dr Feybe Lumanauw S Th M.Pc Ketua Jemaat GMIM di Singgigilang Tuminting serta Pdt Dr Peggy Sandra Tewu M.Th serta ada juga Pendeta perempuan lainnya yang sudah banyak pengalaman dalam pelayanan.
” Cukup banyak dan sangat memehuhi syarat tingal tergantung dukungan Jemaat lewat perutusan pada Sidang Sinode nanti pada Maret 2027 yang akan memilih ” ujar Ruben.
Dikatakan unsur perempuan bukan berarti tidak mampu memimpin Ketua BPMS GMIM kedepan. Meski tantangan banyak dan kompleks yang akan dihadapi Gereja kedepan” Ruben optimis perempuan bisa mengatasinya tentunya dengan berdoa kepada Tuhan agar bisa tercapai tugasnya” kata Ruben yang cukup lama menjadi Pelsus GMIM.
Program GMIM yang saat ini sudah sampai diluar negeri di Jepang dan Amerika Serikat pelayanannya itu perlu pimpinan Sinode GMIM yang bisa melayani dengan baik dan tulus serta memiliki leadership yang baik. (Fanny)






