Menu

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Manado · 26 Jun 2025 15:19 WITA ·

Louis Schramm : Pekerjaan Scemer di Kamboja Berbahaya. Warga Sulut Dihimbau Tidak Tergiur


Louis Schramm : Pekerjaan Scemer di Kamboja Berbahaya. Warga Sulut Dihimbau Tidak Tergiur Perbesar

Foto : Louis Carl Schramm bersama Dirjen Perlindungan Pekerja Migran BP2MI Rinardy, SE.Msc

MANADO,Sulutnews.com – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Louis Carl Schramm. SH, MH menghimbau kepada warga Sulut agar tidak tergiur bekerja sebagai Scemer di Negara Kamboja karena pekerjaan tersebut  sangat berbahaya, hal ini dikatakan Louis usai bertemu dengan Dirjen Perlindungan Pekerja Migran Kementrian BP2MI Rinardi, S.E., M.Sc. beberapa waktu lalu. Menurutnya dalam mengungkap jaringan sindikat yang merekrut pekerja Indonesia dengan iming-iming gaji tinggi, kini telah dilakukan upaya mitigasi agar tidak ada lagi korban berikutnya dimana sudah banyak bukti kasus  yang menyebabkan pekerja migran di Kamboja asal Sulut disiksa hingga meninggal dunia.

“Harus ada langkah-langkah mitigasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah agar ada edukasi kepada masyarakat, jika pekerjaan skimmer itu tidak benar dan sangat membahayakan,” ungkap Louis Rabu (25/6/2025).

Juga dikatakan politisi yang sangat peduli dengan kepentingan masyarakat ini mengatakan, bukti jika pekerjaan skimmer itu sangat membahayakan telah ada banyak korban yang saat pergi bekerja tetapi setelah kembali sudah berada didalam peti mati.” Dengan banyaknya bukti yang sudah terjadi, bagaimana kita orang Sulut tidak bisa melihat jika pekerjaan itu tidak benar,” kata Louis

Terkait mitigasi bagi pekerja migran, pihaknya telah melakukan pertemuan bersama Dirjen Perlindungan dimana ada kesepakatan Kolaborasi antara Kementrian BP2MI dengan Pemerintah Daerah dalam menangani persoalan perlindungan pekerja migran, juga pengembangan sistim informasi untuk membantu mengelola data pekerja migran.” Upaya menangkap jaringan pelaku yang merekrut pekerja juga wajib dilakukan agar tidak ada lagi korban berikutnya,” tegas Louis sambil berharap agar masyarakat tidak lagi tergiur apa bila ada yang menawarkan pekerjaan sebagai skimmer di Kamboja karena itu sangat berbahaya.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,037 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rapat Paripurna DPRD Sulut: Pengambilan Keputusan Ranperda Perubahan APBD 2026 dan Penjelasan RAPBD 2027

24 September 2026 - 09:36 WITA

Gerak Cepat, Polres Kotamobagu Dipimpin Wakapolres Romel Pontoh Berhasil Cegah Tarkam Desa Upai

24 September 2026 - 04:24 WITA

Kadis Dikbud Manado Peter Assa: Revitalisasi 38 Satuan Pendidikan TK/PAUD, SD, dan SMP Sesuai Aturan, Aparat yang Melanggar Akan Ditindak dan Dipecat

23 September 2026 - 23:39 WITA

Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Upacara HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara

23 September 2026 - 19:58 WITA

SMANSA Manado Luncurkan Sistem Absen Digital dan Ukir Prestasi di HUT ke-66, Dikda Sulut Berikan Apresiasi

23 September 2026 - 11:13 WITA

HUT ke 62 Sulawesi Utara, Masyarakat di Wlayah Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud Rindukan Penambahan Transportasi Laut dan Lapangan Kerja

23 September 2026 - 09:52 WITA

Trending di Manado