Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bisnis · 24 Jun 2026 15:01 WITA ·

Lintasarta dan OpenClaw Perkuat Ekosistem Agentic AI untuk Percepat Transformasi Industri Indonesia


Lintasarta dan OpenClaw Perkuat Ekosistem Agentic AI untuk Percepat Transformasi Industri Indonesia Perbesar

Perkembangan Agentic AI atau AI Agents semakin mendapat perhatian dari
pelaku industri di Indonesia. Tingginya minat tersebut tercermin dalam OpenClaw
Meetup Jakarta #4 yang didukung oleh Lintasarta melalui Cloudeka dan berhasil
menarik lebih dari 500 pendaftar. Antusiasme ini menunjukkan bahwa pemanfaatan
AI tidak lagi berhenti pada tahap eksplorasi, tetapi mulai bergerak menuju
implementasi nyata untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan
pengambilan keputusan bisnis.

Sebagai
salah satu komunitas AI yang berkembang pesat di Indonesia, OpenClaw telah
menjadi ruang kolaborasi bagi para AI practitioner, developer, startup,
enterprise, dan technology leaders untuk berbagi pengalaman dalam membangun,
mengintegrasikan, dan mengoperasikan AI Agents di lingkungan produksi. Topik yang dibahas
mencakup AI automation, AI engineering, multi-agent systems, hingga
implementasi Agentic AI untuk berbagai kebutuhan industri.

Momentum ini sejalan
dengan proyeksi Gartner yang memperkirakan bahwa pada 2028 sekitar 33% aplikasi
perangkat lunak enterprise akan mengadopsi Agentic AI, meningkat signifikan
dari kurang dari 1% pada 2024. Pada periode yang sama, sekitar 15% keputusan
operasional sehari-hari diproyeksikan dapat dijalankan secara otonom oleh AI
Agents. Perubahan ini menandai lahirnya era baru autonomous
enterprise yang akan mengubah cara organisasi beroperasi dan menciptakan nilai
bisnis.

Gidion Suranta Barus, Chief Cloud Officer Lintasarta,
mengatakan bahwa adopsi Agentic AI membutuhkan lebih dari sekadar model AI yang
canggih. Organisasi juga memerlukan fondasi digital yang mampu memastikan
keamanan, integrasi, kedaulatan data, serta kesiapan infrastruktur untuk
menjalankan AI dalam skala enterprise.

“Agentic AI menjadi salah satu evolusi paling penting
dalam perjalanan transformasi digital. Namun keberhasilannya tidak hanya
ditentukan oleh teknologi AI itu sendiri, melainkan oleh kesiapan fondasi
digital yang menopangnya. Karena itu, Lintasarta terus memperkuat Intelligent
Core sebagai fondasi yang mengintegrasikan konektivitas, cloud, cybersecurity,
dan AI dalam satu ekosistem yang aman, terintegrasi, dan siap mendukung
kebutuhan industri,” ujar Gidion.

Sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison Group, Lintasarta
menghadirkan Intelligent Core sebagai fondasi digital yang mengintegrasikan
kapabilitas Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) untuk
membantu organisasi mengadopsi teknologi AI secara lebih cepat, aman, dan
terukur. Dengan prinsip Sovereign, Integrated, dan Seamless
Experience, Intelligent Core memungkinkan organisasi membangun dan menjalankan
berbagai solusi AI di atas infrastruktur yang berdaulat, aman, dan sesuai dengan
kebutuhan bisnis masing-masing.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui gerakan AI Merdeka, dengan
mempercepat pengembangan ekosistem AI nasional melalui Laskar AI yang mencetak
talenta digital dan AI Indonesia serta Semesta AI yang memberdayakan startup dan
pengembangan berbagai AI use case di berbagai sektor industri strategis. Melalui
AI Merdeka, Lintasarta mempertegas perannya sebagai AI Factory yang
menghubungkan talenta, teknologi, dan kebutuhan industri untuk membangun
ekosistem AI Indonesia yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, melalui dukungannya terhadap OpenClaw
Meetup, Lintasarta menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem AI nasional
yang terbuka dan kolaboratif. Bagi Lintasarta, percepatan adopsi AI tidak dapat
dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara komunitas
teknologi, penyedia infrastruktur, pengembang solusi, akademisi, pemerintah,
dan pelaku industri.

Perwakilan OpenClaw Sofian Hadiwijaya menyampaikan
bahwa kolaborasi lintas ekosistem menjadi faktor penting dalam mempercepat
adopsi Agentic AI di Indonesia. “AI Agents memiliki
potensi besar untuk mentransformasi cara organisasi bekerja. Namun untuk
mewujudkannya dibutuhkan ruang kolaborasi yang memungkinkan komunitas,
industri, dan penyedia teknologi saling berbagi pengetahuan serta pengalaman
implementasi. Kami mengapresiasi dukungan Lintasarta yang tidak hanya
menyediakan platform diskusi, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam
membangun ekosistem AI Indonesia,” ujarnya.

Kolaborasi antara Lintasarta dan OpenClaw menjadi bagian dari upaya
mendorong terbentuknya ekosistem AI yang berdaulat, inklusif, dan
berkelanjutan. Dengan menghubungkan komunitas, teknologi, dan kebutuhan
industri, Lintasarta ingin memastikan bahwa pemanfaatan AI di Indonesia tidak
hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga menciptakan dampak nyata bagi
produktivitas, daya saing, dan kedaulatan digital nasional.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 942 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Miqat Tour & Travel, Spesialis Umroh Hemat dengan Layanan Visa dan Tiket Pesawat Resmi

24 Juni 2026 - 16:06 WITA

SpaceX Melonjak dan disusul Bitcoin Rebound, Investor Indonesia Kembali Berburu Peluang di Aset Global?

24 Juni 2026 - 16:01 WITA

BRI Region 6 Hadir di Media Gathering Bersama Media Partner

24 Juni 2026 - 15:09 WITA

Dianggap Suami Idaman, Regi Datau Terbang Lintas Negara demi Kejutan Anniversary untuk Ayu Dewi

24 Juni 2026 - 14:51 WITA

Lebih dari Sekadar Kipas: Bagaimana Generasi Baru Perangkat Pendingin Portabel Meningkatkan Standar

24 Juni 2026 - 13:28 WITA

Tokocrypto Buka Akses Saham NVIDIA hingga SpaceX Lewat Kripto, Investor Indonesia Bisa Ikut Masuk!

24 Juni 2026 - 12:48 WITA

Trending di Bisnis