Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 23 Okt 2025 16:10 WITA ·

LindungiHutan Tanam Pohon di Way Kambas, Perkuat Habitat Gajah Sumatra yang Kian Menyusut


LindungiHutan Tanam Pohon di Way Kambas, Perkuat Habitat Gajah Sumatra yang Kian Menyusut Perbesar

Lampung Timur, 21 Oktober 2025 — Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur, rumah bagi gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus), kini menghadapi tantangan berat. Populasi gajah yang pada 2010 diperkirakan mencapai 247 individu, kini tersisa sekitar 180–200 ekor. Penurunan ini tak lepas dari penyusutan hutan, perubahan bentang alam, serta meningkatnya interaksi antara satwa liar dan aktivitas manusia.

Sebagai respon terhadap kondisi tersebut, LindungiHutan bersama masyarakat sekitar menggagas program penanaman pohon endemik di kawasan penyangga Way Kambas. Penanaman ini bertujuan untuk memperkuat tutupan hutan, menyediakan sumber pakan alami bagi gajah, serta menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan berbagai spesies langka.

“Hutan di Way Kambas bukan hanya tempat hidup gajah, tapi juga benteng terakhir bagi keanekaragaman hayati dataran rendah Sumatra. Menanam pohon di sini berarti ikut menjaga keberlanjutan seluruh rantai kehidupan,” ujar Miftachur “Ben” Robani, CEO LindungiHutan, Senin (21/10).

Program ini menanam berbagai jenis pohon, seperti Laban (Vitex pinnata) dan Pule (Alstonia scholaris), dua spesies lokal yang berperan penting dalam ekosistem Way Kambas. Pohon-pohon ini menjadi sumber makanan bagi burung dan satwa herbivor, serta membantu memperbaiki struktur tanah di lahan-lahan yang sebelumnya terdegradasi.

“Ketika pohon tumbuh, hutan pulih, dan satwa kembali punya ruang hidup,” tambah Ben.

Keunikan Way Kambas tak hanya terletak pada perannya sebagai kawasan konservasi gajah, tetapi juga pada hubungan harmonis antara manusia dan satwa liar. Warga desa di sekitar taman nasional kini bertransformasi dari konflik menjadi kolaborasi. Mereka terlibat dalam ekowisata dan hasil hutan bukan kayu seperti madu dan olahan buah hutan, menciptakan sumber pendapatan tanpa merusak alam.

“Dulu, gajah dianggap hama karena merusak kebun. Sekarang kami belajar bahwa gajah adalah tetangga. Dengan wisata desa dan konservasi, kami bisa hidup berdampingan,” kata Suhadak, anggota kelompok tani hutan di sekitar TNWK.

Selain menekan konflik, pendekatan ini memperkuat ekonomi lokal. Warga memproduksi souvenir ramah lingkungan dan madu hutan, yang diminati wisatawan. Hasil penjualan membantu pendanaan patroli masyarakat untuk mencegah perburuan liar dan menjaga wilayah konservasi.

Way Kambas sendiri mencakup lebih dari 125.000 hektare hutan dataran rendah dan lahan gambut, yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami serta habitat bagi spesies langka lainnya seperti harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) dan rusa sambar (Rusa unicolor). Namun, tanpa rehabilitasi yang berkelanjutan, ancaman kehilangan habitat akan terus meningkat.

Melalui program penanaman di Way Kambas, LindungiHutan mengajak publik dan perusahaan untuk berperan aktif dalam menjaga kawasan konservasi strategis ini.

“Setiap pohon yang ditanam di Way Kambas bukan hanya menyelamatkan hutan, tapi juga memberi harapan bagi gajah, masyarakat, dan generasi mendatang,” tutup Ben.

Dukung konservasi Way Kambas bersama LindungiHutan. Tanam pohon hari ini di lindungihutan.com

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 963 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

iFortePay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Digital di Pekan Halal Indonesia 2026, Dorong Transaksi UMKM Lebih Cepat dan Tepercaya

29 Agustus 2026 - 20:36 WITA

Dari Keluarga, untuk Generasi Esok PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perluas Program Pelita di Jakarta

29 Agustus 2026 - 18:10 WITA

Perlukah Menyiapkan Dana Darurat Sejak Usia 20-an?

29 Agustus 2026 - 16:45 WITA

Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa–Bali: Mendorong Pemerintah Daerah Terus Berinovasi dan Memperluas Praktik Baik

29 Agustus 2026 - 16:14 WITA

Sepekan Closed Beta Sanct: Gelombang Pertama Rampung, Pendaftaran Batch Kedua Dibuka

29 Agustus 2026 - 13:51 WITA

Penghormatan bagi Para Pejuang Kemerdekaan, MIND ID Salurkan Dukungan dari Sumatra hingga Sulawesi

29 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Trending di Bisnis