Menu

Mode Gelap
Sidang Terbuka Senat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Samratulangi Acara Purnabakti Guru Besar Prof Bernhard Tewal Walikota Tomohon Caroll Senduk Didampingi Sekot Edwin Roring Hadiri Dialog Publik “Masyarakat Bertanya Walikota Menjawab” Pelestarian Laut Dukung Peningkatan Pariwisata, Suzuki Indonesia Adakan Bersih-Bersih Pantai Bunaken Dengan Ratusan Pelajar Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang

Bitung · 6 Mar 2024 23:57 WIB ·

Kuasa Hukum Keluarga Batuna Sebut Ada Perlawanan Hukum Pihak Ketiga


 Kuasa Hukum Keluarga Batuna Sebut Ada Perlawanan Hukum Pihak Ketiga Perbesar

Sulutnews.com, Bitung – Pelaksanaan eksekusi lahan milik keluarga Batuna harus tersendat setelah dikabarkan ada perlawanan hukum oleh  oknum pihak ketiga.

Saat jumpa pers di Warkop 88 Ewako, Kelurahan Pakadoodan, Kecamatan Maesa, Kota Bitung selaku kuasa hukum dari Keluarga Alm dr Batuna, Reinhard M. Mamalu SH MH dan Rivoldy Koliangan menyebutkan akan mengikuti proses yang ada.

Menurut mereka, pengosongan lahan yang diatasnya berdiri 27 rumah direncanakan eksekusi pada Jumat, tanggal 08 Maret 2024.

Namun, pihaknya menerima informasi dari Pengadilan bitung bahwa rencana tersebut belum boleh dilaksanakan sebab ada perlawanan hukum.

Pihaknya menuding bahwa, ada permainan di balik pembatalan eksekusi ini yang dilakukan oleh oknum yang pernah mendiami lahan milik kliennya.

” 1 Lokasi tanah itu, ada 27 rumah, dan itu akan kami eksekusi. Warga disitu tidak ada surat apapun. Kami dengar bahwa ada segelintir oknum yang coba mempengaruhi pihak kelurahan”. Cetus Reinhard M Mamalu SH MH

Ia menambahkan, mereka yang mendiami lahan milik kliennya itu telah menjalani upaya mediasi bersama di pengadilan.

Namun hal itu tidak kunjung ada titik terangnya, ” Pihak pengadilan sempat melakukan mediasi, delapan kali pengadilan menghimbau untuk membongkar sendiri, namun tidak diindahkan oleh penghuni disana dan mereka menolak himbauan pengadilan.” Kata dia.

Ia juga menuding oknum yang melakukan perlawanan hukum terhadap kliennya adalah oknum yang sudah mendapat pembagian saat pembebasan lahan sebelumnya,

” namun lahan itu dijual dan kembali lagi dan membuat perlawanan terhadap klien kami.” Ungkapnya. Rabu(06/03/24)

Yang ia sesali, sebagai pemohon eksekusi, pengadilan harus melaksanakan eksekusi ketika sudah ada putusan.

” Kami dinyatakan menang, inkrah dan kami siap melakukan eksekusi.” Jelas Reinhard.

Diketahui, lahan eks erfact seluas 7 hektar di Kelurahan Girian Indah Kota Bitung, milik keluarga dr Batuna ditangguhkan oleh Pengadilan Bitung setelah sebelumnya menjadi objek sengketa.

Untuk itu, pihak kuasa hukum keluarga alm dr Batuna meminta ketegasan dari Pengadilan terkait menjalankan eksekusi ketika sudah ada putusan, yang mana pihaknya sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,502 kali

Baca Lainnya

Dengar Pendapat Publik Perubahan RUU Keimigrasian : Regulasi Baru untuk Menjawab Tantangan Masa Kini dan Masa Depan

19 July 2024 - 18:38 WIB

8 Kecamatan di Bitung Ambil Bagian Tarkam GOR Manembo nembo

19 July 2024 - 14:57 WIB

Operasi Gabungan Timpora Laut Bitung Amankan 5 Dugaan WNA Filipina Tak Miliki Dokumen Keimigrasian

18 July 2024 - 12:44 WIB

Bitung Kota Pertama di Asia Cover 100 Persen BPJS Kesehatan Untuk Masyarakat

17 July 2024 - 22:46 WIB

KPU Rakor Pembentukan TPS Khusus Lapas Kelas llB Bitung

17 July 2024 - 21:46 WIB

6 Perwakilan Bhabinkamtibmas Polres Bitung Terima Motorola Lex 11 

16 July 2024 - 20:15 WIB

Trending di Bitung