Menu ✖

Mode Gelap
Geger! KSP Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar

Bisnis · 4 Nov 2026 19:50 WITA ·

Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India


 Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India Perbesar

JAKARTA — Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, berencana mengirimkan 24 anggota tim olahraga dayung atau Pacu Jalur untuk berpartisipasi dalam ajang 2nd International Mahanadi Boita Race yang akan diselenggarakan dalam rangkaian festival budaya Bali Yatra di Cuttack, Odisha, India, pada 28–29 November 2026.

Rencana partisipasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Direktur Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (JNICC), Kamal Khurana, dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kuantan Singingi, Mukhlisin, beserta sejumlah pejabat pemerintah daerah. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan bersahabat, sekaligus menjadi kesempatan untuk membahas penguatan hubungan dan kerja sama antara India dan Kabupaten Kuansing.

Dalam pertemuan tersebut, H. Mukhlisin menyampaikan antusiasme dan kesediaannya untuk mengirimkan 24 anggota Tim Pacu Jalur Kuansing guna mengikuti kompetisi perahu tradisional berskala internasional tersebut. Keikutsertaan ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi tradisi olahraga dan budaya masyarakat Kuansing untuk semakin dikenal di tingkat global.

Rayyan Arkan Dikha Turut Masuk dalam Rencana Delegasi

Salah satu nama yang menjadi perhatian dalam rencana keikutsertaan delegasi Kuansing adalah Rayyan Arkan Dikha, sosok muda yang memperoleh popularitas internasional melalui penampilannya dalam tradisi Pacu Jalur.

Rayyan menjadi perhatian publik setelah aksi khasnya di atas perahu Pacu Jalur viral di berbagai platform media sosial dan melahirkan fenomena yang dikenal sebagai Aura Farming. Popularitas tersebut turut memperkenalkan tradisi Pacu Jalur kepada masyarakat internasional, menjadikan olahraga tradisional asal Riau ini semakin dikenal di luar Indonesia.

Rencana keikutsertaan Rayyan bersama tim Kuansing dalam ajang di Odisha diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih jauh kekayaan budaya Indonesia, khususnya tradisi Pacu Jalur, kepada masyarakat India dan komunitas internasional.

Partisipasi ini juga membuka peluang pertukaran pengalaman antara para atlet dayung Indonesia dan India, mengingat kedua negara memiliki tradisi panjang yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat sungai dan budaya maritim.

Mahanadi Boita Race dan Festival Bali Yatra

2nd International Mahanadi Boita Race merupakan bagian dari rangkaian perayaan Bali Yatra, sebuah festival budaya tahunan yang diselenggarakan di Odisha, India. Festival ini memiliki nilai historis yang kuat karena memperingati tradisi pelayaran dan perdagangan maritim masyarakat Odisha pada masa lampau.

Melalui festival tersebut, masyarakat Odisha mengenang perjalanan para pelaut dan pedagang kuno yang dahulu berlayar menuju berbagai wilayah di Asia Tenggara, termasuk kawasan yang kini menjadi bagian dari Indonesia.

Tradisi tersebut memiliki keterkaitan historis dengan hubungan budaya antara India dan Indonesia yang telah terjalin selama berabad-abad. Oleh karena itu, kehadiran delegasi Pacu Jalur dari Kuansing tidak hanya menjadi partisipasi dalam kompetisi olahraga, tetapi juga merepresentasikan hubungan persahabatan dan kedekatan budaya kedua negara.

Keikutsertaan tim Indonesia diharapkan dapat memberikan warna tersendiri dalam perayaan tersebut sekaligus memperkuat pertukaran budaya melalui olahraga tradisional.

Membuka Peluang Kerja Sama India dan Kuansing

Selain membahas partisipasi dalam Mahanadi Boita Race, pertemuan tersebut juga menyinggung peluang untuk mengembangkan kerja sama yang lebih luas antara India dan Kabupaten Kuantan Singingi.

Sejumlah bidang potensial yang menjadi perhatian meliputi kebudayaan, olahraga, pendidikan, serta sektor-sektor lain yang memiliki kepentingan bersama. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan kolaborasi antara institusi maupun masyarakat kedua pihak.

Pertemuan antara Direktur JNICC dan Plt. Bupati Kuansing ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan antar masyarakat (people-to-people ties) sekaligus memperluas hubungan bilateral India dan Indonesia melalui keterlibatan pemerintah daerah.

Melalui inisiatif semacam ini, kekayaan tradisi lokal Indonesia seperti Pacu Jalur memiliki peluang untuk tampil di panggung internasional, sekaligus menjadi jembatan dalam membangun hubungan budaya dan persahabatan yang semakin erat antara Indonesia dan India.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

India Siapkan Rp5,39 Triliun untuk Perkuat Industri Pengolahan Mineral Kritis

4 November 2026 - 21:16 WITA

Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026

4 November 2026 - 19:46 WITA

Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)

4 November 2026 - 19:18 WITA

Peluang Belajar Global Sejak Dini : 609 siswa SMP dari Indonesia dan Jepang belajar bersama dengan Coding First Purwokerto

4 November 2026 - 18:26 WITA

Bank Mandiri Taspen Jalin Kerja Sama dengan KSPPS Sena Putra Mandiri, Perkuat Sinergi Layanan Perbankan

4 November 2026 - 18:08 WITA

Pertamina Patra Niaga Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur di Tuban melalui Program Biodiversity Action Plan

4 November 2026 - 17:37 WITA

Trending di Bisnis