Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 11 Jan 2026 13:18 WITA ·

Krakatau Steel Perkuat Pondasi Bisnis dengan Komitmen Pasokan Jangka Panjang dan Sinergi Strategis


Krakatau Steel Perkuat Pondasi Bisnis dengan Komitmen Pasokan Jangka Panjang dan Sinergi Strategis Perbesar

Jakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)/Krakatau Steel Group mengawali tahun 2026 dengan meneguhkan fondasi bisnis yang solid melalui kesepakatan strategis jangka panjang. Perseroan menandatangani perjanjian pemenuhan pasokan produk baja Cold Rolled Coil (CRC) dengan PT Tata Metal Lestari sebanyak 10 kilo ton per bulan selama satu tahun. Langkah konkret ini bukan hanya sekadar transaksi, tetapi merupakan cerminan dari kekuatan operasional dan strategi bisnis Krakatau Steel Group dalam membangun kepastian dan stabilitas rantai pasok nasional.

Kesepakatan
Long Term Supply Agreement (LTSA) ini merefleksikan kekuatan positioning
Krakatau Steel Group sebagai pemain kunci di industri hulu baja nasional.
Komitmen ini menciptakan landasan bisnis yang predictable, mendukung
efisiensi operasional, dan memperkuat struktur industri yang terintegrasi. Hal
ini menjadi modal penting bagi Perseroan untuk tetap kompetitif di tengah
dinamika pasar global yang fluktuatif.

“Bagi Krakatau Steel, LTSA ini tidak hanya berbicara soal
volume penjualan, tetapi tentang membangun struktur industri yang lebih sehat.
Ketika produsen hulu dan hilir nasional saling memperkuat, maka ketahanan
industri dalam negeri akan semakin solid,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga
menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association
(IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Kekuatan bisnis Krakatau Steel juga ditopang oleh sinergi
berkelanjutan dengan mitra hilir seperti Tata Metal Lestari, yang telah
terjalin sebelumnya. Kolaborasi ini telah terbukti menghasilkan kinerja ekspor
yang membanggakan, termasuk menembus pasar Amerika Serikat dengan total 15.000
ton pada periode Februari dan September 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti
nyata bahwa produk Krakatau Steel telah memenuhi standar kualitas global dan
dikelola dengan model bisnis yang kompetitif.

Lebih luas, komitmen bisnis jangka panjang ini selaras
dengan visi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Dengan
pondasi bisnis yang semakin kuat melalui kemitraan strategis, Krakatau Steel
siap berkontribusi lebih besar dalam memperkuat ketahanan industri nasional dan
mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo meyatakan bahwa kerja sama antara
Krakatau Steel Group dan PT Tata Metal Lestari bukanlah kolaborasi yang
pertama. Hubungan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya menjadi fondasi
penting bagi penguatan ekosistem industri baja nasional, khususnya dalam
mendorong pemanfaatan produk baja dalam negeri dan peningkatan nilai tambah
industri hilir.

“Dan sinergi ini juga menunjukkan konsistensi kedua
perusahaan dalam membangun kolaborasi berbasis kepercayaan jangka panjang,
sejalan dengan kebutuhan industri nasional akan pasokan baja yang stabil dan
berkualitas” lanjut Hernowo.

Rekam Jejak
Global: Menembus Pasar Amerika Serikat

Sebelumnya, Krakatau Steel Group bersama PT Tata Metal
Lestari telah menunjukkan kapabilitas industrinya melalui ekspor produk baja
lapis ke Amerika Serikat sebesar 10.000 ton pada September 2025 dan 5.000 ton
pada Februari 2025.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa industri baja
Indonesia mampu bersaing di pasar dengan tingkat proteksi tinggi. Keberhasilan
menembus pasar Amerika Serikat menegaskan bahwa produk Krakatau Steel Group
memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima oleh pasar internasional.

Percepatan
Industrialisasi Nasional

Kerja sama strategis ini sejalan dengan Asta Cita
Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan
industrialisasi dalam negeri. Dengan industri baja nasional yang semakin solid,
kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dan
berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%.

Sebagai informasi, penandatanganan LTSA ini dilakukan
oleh Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel,
Hernowo, dan President Director PT Tata Metal Lestari, Stephanus Bagus Pambudi
Koeswandi, pada Rabu (7/1) di Jakarta.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1,050 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cara Mengatur Jadwal Pembayaran Tagihan Rumah Tangga

19 Agustus 2026 - 17:44 WITA

Godrej dan Childcare di Tempat Kerja: Ketika Dukungan bagi Perempuan Menjadi Strategi Bisnis

19 Agustus 2026 - 16:44 WITA

FLOQ Hadirkan Program Community Bus, Bawa Komunitas Kripto ke Coinfest Asia 2026 di Bali

19 Agustus 2026 - 15:06 WITA

Dari ONDC ke ION: Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian

19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Motor dengan Bagasi Besar, Kenapa Semakin Banyak Dicari?

19 Agustus 2026 - 14:25 WITA

NOVOTEL SINGAPORE ROBERTSON QUAY RESMI BUKA

19 Agustus 2026 - 13:58 WITA

Trending di Bisnis