Manado, Sulutnews.com – Koordinator Pengawasan (Korwas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado, Ventje Lengkong, S.Pd., menyatakan bahwa hasil pengawasan, monitoring, dan evaluasi terhadap progres pekerjaan program Revitalisasi 38 satuan pendidikan TK/PAUD, SD, dan SMP di Kota Manado berjalan lancar serta sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dan aturan yang berlaku.
“Progres pekerjaan Revitalisasi satuan pendidikan dari Kemendikdasmen sesuai juknis dan akan tepat waktu realisasinya,” kata Korwas Dikbud Manado Ventje Lengkong kepada wartawan Sulutnews.com, Rabu (14/10/26) di Manado.
Berdasarkan data yang diperoleh Sulutnews.com, 38 satuan pendidikan penerima proyek revitalisasi tersebut terdiri dari 11 TK/PAUD negeri dan swasta, 16 SD negeri dan swasta, serta 11 SMP negeri dan swasta yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Manado.
Menurut Korwas Ventje Lengkong, pihaknya bersama Kemendikdasmen terus melakukan pengawasan bersama konsultan. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) juga terus bekerja dengan baik.

Foto – Kepsek SD Negeri 20 Kaiwatu Manado Monalisa Saul S.Pd
“Pengawasan dilakukan secara ketat dan kami optimistis pekerjaan dapat selesai tepat waktu sesuai ketetapan,” ujar Lengkong.
Ia memastikan program ini akan berdampak positif terhadap proses belajar mengajar di Kota Manado ke depan.
“Program dari Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikdasmen sangat baik untuk meningkatkan kualitas belajar,” tambahnya.
Kepsek: Program Revitalisasi Sangat Membantu
Sementara itu, sejumlah kepala sekolah TK/PAUD, SD, dan SMP penerima Revitalisasi di Kota Manado yang dikonfirmasi wartawan pada Senin (13/10/26) dan pekan lalu menyatakan bahwa mereka bekerja sesuai juknis dan aturan yang berlaku.
“Kami sebagai kepala sekolah dan P2SP diawasi ketat oleh Kemendikdasmen dan Dikbud Manado, termasuk Kadis dan Korwas,” kata sejumlah kepala sekolah penerima proyek Revitalisasi.
Berikut keterangan para kepala sekolah yang dikonfirmasi:
Erna Pandenuwu, S.Pd. – Kepala TK Katolik Frater Don Bosko Manado. Proyek revitalisasi di sekolahnya bernilai lebih dari Rp822 juta dan akan membantu proses belajar 86 siswa TK Frater Don Bosko. Pekerjaan dimulai awal September hingga Desember nanti, meliputi pembangunan ruang kelas dan ruang bermain.
Aneke Tatondos, S.Pd. – Wakil Kepala SD Negeri 31 Paal 4 Manado, yang menjadi penanggung jawab proyek revitalisasi senilai Rp1,6 miliar. Didampingi Kepala Sekolah Femmy Mokosolang, S.Pd., Aneke menyatakan pekerjaan tetap mengikuti juknis yang ada. Beberapa ruang kelas, toilet, dan ruang guru direhab. Tenaga kerja berjumlah 15 orang yang berasal dari sekitar sekolah.
Monalisa Saul, S.Pd. – Kepala SD Negeri 20 di Politeknik Manado. Menurut Monalisa, nilai revitalisasi lebih dari Rp772 juta untuk membangun perpustakaan, beberapa ruang belajar, serta toilet. Ia menilai proyek revitalisasi sangat membantu sekolahnya dan bantuan Presiden ini sangat baik.
Gesry Polunggu, S.Pd. – Kepala SD GMIM 54 Mapanget Manado. Proyek revitalisasi bernilai sekitar Rp700 juta lebih untuk perbaikan beberapa ruang kelas dan toilet. Ia optimistis pekerjaan rampung sesuai jadwal akhir Desember. Dengan 400 siswa di sekolahnya, proyek revitalisasi dinilai akan memperlancar proses belajar.
Fransien Rooroh, S.Th., M.Pd. – Kepala SMP Negeri 14 di Kaiwatu, Mapanget, Manado. Dana revitalisasi senilai Rp1,3 miliar digunakan untuk merehab 7 ruang kelas, satu perpustakaan, toilet, dan sarana lainnya. Progres pekerjaan sudah mencapai 50 persen.
Westy Tatulus, S.Pd., M.Pd. – Kepala SMP Kristen GMIM 46 Mapanget Barat. Proyek revitalisasi bernilai lebih dari Rp712 juta untuk merehab beberapa ruang belajar, perpustakaan, dan penampungan air. Revitalisasi tahun ini sangat membantu sekolah.
Yunus – dari P2SP SMP Kristen GMIM 45 di Paniki Bawah, Kaiwatu, Manado. Proyek revitalisasi bernilai Rp1.063.333 miliar untuk merehab beberapa ruangan, mengganti atap, serta memperbaiki toilet dan beberapa ruang lainnya. Program ini dinilai sangat membantu.

Foto – Westy Tatulus S.Pd M.Pd Kepsek SMP Kristen GMIM 46 Mapanget Barat
Berterima Kasih kepada Presiden
Menurut tujuh kepala sekolah dan perwakilan P2SP, semua pekerjaan dilakukan sesuai juknis dan diawasi secara ketat.
“Pekerjaan swakelola ini juga menggunakan pekerja atau tukang dari masyarakat sekitar sekolah dan ada pula orang tua siswa,” kata Kepala Sekolah Erna Pandenuwu dan Aneke Tatondos.
Untuk bahan bangunan, para kepala sekolah memastikan ketersediaannya cukup.

Foto – Progres Pekerjaan SMP Kristen GMIM 45 Paniti Bawah
“Tidak ada masalah karena bahan bangunan banyak tersedia, baik cat, batu bata, baja ringan, maupun spandek,” kata Kepala Sekolah Fransien Rooroh dan Westy Tatulus.
Menurut para kepala sekolah, program dari Presiden Prabowo Subianto ini sangat membantu meningkatkan kualitas belajar.
“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Presiden, Kemendikdasmen, serta Dikbud Manado atas bantuan revitalisasi,” ujar Kepala Sekolah Gesry Polunggu. (Fanny)






