Asahan,Sulutnews.com – Korban Penganiayaan dan Penodongan dengan Senpi Pistol dengan Saksi diperiksa Jatanras Polres Asahan diruang unit Jatanras Polres Asahan, Senin 18 Agustus 2025.
Korban Dtm Syarifuddin dan 2 orang saksi yang melihat peristiwa penganiayaan dan Penodongan pestol beberapa hari lalu , sebagai saksi masing masing, Dtm Muslim(33),dan Aliyus Lubis(63) warga desa bagan pekan Asahan ,hari ini di mintai kesaksiannya(18/8)jam 10.00 wib di unit Jatanras Polres Asahan.
Menurut Dtm Syarifuddin korban Penganiayaan(pernah di muat berita di media Sulut News 13/8 ) ditemui media di ruang tunggu unit Jatanras Polres Asahan mengatakan, bahwa ada oknum Polisi yang mengharapkan mereka berdamai,bila perlu dimediasi mereka.
Dan berapa yang bapak mau minta,besar dananya kalau bapak Dtm Syarifuddin mau berdamai dan menarik laporannya.
Namun ,saya tidak bergeming dengan uang,saya mau pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.
Saya dipukulin dan ditodong senpi jenis pestol didepan orang,sepertinya tidak ada harga diri saya.
Saya tidak tahu sebab dan musabab saya dipukul dan ditodong senjata.

Foto : Alliyus Lubis (63) saksi
Tuduhan bahwa saya melaporkan kegiatannya ke Dumas Mabes Polri itu tidak benar,dia bilang si Syahrial yang mengatakan padanya,padahal Syahrial tidak pernah ketemu dengan si Atan kybot ,kalau saya dijadikan saksi oleh Dtm syarifuddin Saya siap ,memberi kesaksian,jadi dia mengada Ngada pak ..ujar Dtm ke media.
Alliyus Lubis (63)saksi yang juga dimintai keterangan menerangkan ke media setelah selesai diperiksa dan dimintai keterangan oleh juper unit Jatanras,mengatakan ..
Juper menanyakan apakah saya melihat pestol ditodongkan oleh Atan kybot ke saudara Dtm Syarifuddin dan berapa jaraknya dengan kejadian.
Saya bilang memang saya lihat Atan kybot ada mengeluarkan senjata jenis pestol ,tapi saya tidak tahu itu softgun atau tidak dan mengarahkan ke Dtm Syarifuddin ,dan jarak saya sama dia hanya 3 meter jadi jelas saya lihat.Dan tidak ada intimidasi dari juper.
Dtm Muslim,saksi kedua setelah habis diperiksa ditemui media ,mengatakan bahwa dia ada di intimidasi juper.

Foto : Saksi Dtm muslim
Mereka mengatakan bahwa saya ada mengancam pakai gancu,padahal waktu kejadian itu saya masih bekerja di pembuatan es batu,ketepatan saya lihat ribut,jadi saya datangi dan alat gancu untuk menarik es batangan itu saya pegang. Bukan untuk mengancam,
saya katakan silahkan saja Pak dia maksudnya pelaku Atan kybot menuduh saya.ujarnya.
Harapan korban dan saksi agar pihak Kepolisian segera menangkap pelaku. Setelah memberi keterangan korban maupun saksi mohon diri .
Reporter : Agustua Panggabean





