Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 31 Okt 2025 12:34 WITA ·

Konsistensi BRI MI sebagai pengelola Reksa Dana Campuran Terbesar di Indonesia


Konsistensi BRI MI sebagai pengelola Reksa Dana Campuran Terbesar di Indonesia Perbesar

Di tengah kondisi pasar keuangan yang masih berfluktuasi dan preferensi investor yang semakin selektif, BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu pengelola aset terbesar di Indonesia.

Jakarta, 27 Oktober 2025 – Di tengah kondisi pasar keuangan yang masih
berfluktuasi dan preferensi investor yang semakin selektif, BRI Manajemen
Investasi (BRI-MI) kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu
pengelola aset terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Bareksa Mutual Fund Industry, per September 2025
industri reksa dana campuran nasional mencapai total dana kelolaan (Asset Under
Management
) sebesar Rp27,87 triliun, tumbuh 3,63% secara bulanan (MoM) dan
1,60% sepanjang tahun berjalan (YTD), meskipun masih turun 8,09% secara tahunan
(YoY).

Adapun Direktur Utama BRI-MI, Tina Meilina mengatakan bahwa BRI-MI semakin
kokoh di posisi tiga besar Manajer Investasi dengan AUM reksa dana campuran
mencapai Rp2,32 triliun, setara dengan pangsa pasar sekitar 8%.

“Salah satu produk unggulan BRI-MI di kategori ini adalah Reksa Dana
Campuran BRI Balanced Regular Income Fund (BRIF), yang berhasil mencatatkan
imbal hasil sebesar 8,24% Year-to-Date (YTD) per 28 Oktober 2025. BRIF,
melalui BRIF Kelas A, mempertahankan posisinya sebagai produk reksa dana
campuran dengan dana kelolaan tertinggi, dengan nilai AUM sebesar Rp2,28
triliun,” ujarnya.

Tina menambahkan bahwa pencapaian ini menunjukkan kemampuan tim
investasi BRI-MI dalam menavigasi pasar obligasi dan saham secara seimbang,
dengan fokus pada pemilihan instrumen berkualitas tinggi yang mampu memberikan
hasil optimal tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Kinerja positif ini mencerminkan pendekatan investasi BRI-MI yang
menekankan active asset allocation dan manajemen risiko terukur. Dengan
memanfaatkan momentum ekonomi domestik dan tren suku bunga yang mulai stabil,
BRIF berhasil memberikan imbal hasil kompetitif di tengah kondisi pasar yang
konservatif.

“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa strategi investasi BRI-MI tetap
relevan dan adaptif terhadap perubahan pasar. Kami berkomitmen untuk terus
menghadirkan produk investasi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga mampu
menjawab kebutuhan dan profil risiko investor di berbagai kondisi pasar,”
tambah Tina.

Adapun BRI-MI juga terus memperluas jangkauan investor melalui
transformasi digital dan program edukasi keuangan berkelanjutan. Inisiatif ini
bertujuan meningkatkan literasi investasi masyarakat serta mendukung
pertumbuhan industri reksa dana yang sehat.

“Melalui pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah, BRI-MI
berkomitmen menjaga kepercayaan dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi
seluruh Masyarakt Indonesia,” tutup Tina.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 947 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satu Bulan Menuju Indoindians Diwali Bazaar 2026, Tiket Early Bird Buy 1 Get 1 Free Resmi Dibuka

28 Agustus 2026 - 11:36 WITA

Telkom AI Center Makassar Dorong UMKM Optimalkan Konten Instagram dengan AI

28 Agustus 2026 - 11:18 WITA

FLOQ dan ASTER Tandatangani MoU di Indonesia Blockchain Week 2026 Perluas Akses Web3 di Indonesia

28 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Melemah Pekan Depan, Dupoin Futures Bidik 4.517

28 Agustus 2026 - 10:16 WITA

Barantum Kian Perkuat Posisi di Pasar CRM Indonesia

28 Agustus 2026 - 08:00 WITA

Kucing Boleh Makan Nasi atau Tidak? Ini Penjelasannya

28 Agustus 2026 - 08:00 WITA

Trending di Bisnis