Manado,Sulutnews.com – Perekonomian Sulawesi Utara berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2024 mencapai Rp43,35 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp25,17 triliun. Ekonomi Sulawesi Utara pada triwulan I-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,64 persen (y-on-y) dan terkontraksi 7,69 persen (q-to-q).

Hal tersebut disampaikan Heri Utomo Kakanwil DJPB Sulut, dalam paparan penyampaikan kinerja APBN sampai dengan akhir Mei 2024 bahwa ALCo Regional bertugas menyusun proyeksi realisasi dan rekomendasi langkah-langkah mitigasi risiko penerimaan, belanja, dan pembiayaan APBN 2024, Kamis, 28 Juni 2024.
Dikatakan bahwa tingkat Inflasi di Sulawesi Utara meningkat. Pada bulan Mei 2024, Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,84% sedangkan di Sulawesi Utara mengalami Inflasi sebesar 4,15% dibandingkan bulan Mei 2023 (y-on-y).
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara 74,36, dimana harapa hidup saat lahir 73,85 tahun, harapan lama sekolah 12,96 tahun, rata-rata lama sekolah 9,77 tahun dan pengeluaran riil per kapita per tahun sebesar Rp. 11.497.000.
Sementara untuk Nilai ekspor Sulawesi Utara pada Mei 2024 tercatat sebesar US$ 82,94 juta sementara impornya senilai US$ 17,62 juta. Komoditas ekspor terbesar pada Mei 2024 yakni Ekspor 42.33% (yoy), Impor -23,40% (yoy).
Komoditas ekspor terbesar pada Mei 2024 yakni Lemak & Minyak Hewani/Nabati (HS 15) 70,83% dari total Ekspor US$ 58,75 Juta dan Bahan Bakar Mineral (HS 27) 82,94 % dari total Impor.
Ada perubahan NTP dikarenakan nilai Indeks Harga yang diterima Petani(It) naik sebesar 0,67 persen NTP Sulawesi Utara 112.76. Sedangkan niIai Indeks Harga yang dibayar Petani(Ib) mengalami peningkatan sebesar 0,52 persen, NTN Sulawesi Utara 107.41.
Sementara untuk tingkat Kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara Maret 2023 7,38%. Jumlah Penduduk Miskin Provinsi Sulawesi Utara 189 ribu jiwa.
Rasio Gini Berdasarkan angka Gini Ratio, tingkat ketimpangan Sulawesi Utara termasuk dalam kategori Ketimpangan Sedang (berada dalam rentang 0,3 s.d 0,5). Rasio Gini Sulawesi Utara menempati peringkat ke-2 terendah di Pulau Sulawesi.
Rasio Gini Perkotaan Perdesaan 0,37, Rasio Gini Perkotaan 0,377, Rasio Gini Perdesaan 0,345.
Pendapatan Belanja Pendapatan negara di Sulawesi Utara secara umum tercatat mengalami pertumbuhan 6,17% yoy.
Total pendapatan sudah terealisasi adalah Rp2.131,06 miliar atau sebesar 40,73% dari target.
Pendapatan Negara utamanya ditopang oleh Penerimaan Perpajakan yaitu sebesar Rp1.568,93 miliar atau terealisasi sebesar 38,39%. Pertumbuhan 5,98% Penerimaan Perpajakan utamanya disebabkan tumbuhnya pajak penghasilan sebesar 17,6%.
Komponen PNBP ditopang oleh PNBP BLU yang sudah terealisasikan Rp400,42 miliar (39,75% dari target) dan PNBP Lainnya sebesar Rp161,72 miliar.
Realisasi Pendapatan Dalam Negeri tumbuh sebesar 6,17% yoy, didorong oleh peningkatan yang signifikan pada pendapatan PPh, PPN dan Pajak Perdagangan Internasional. Namun, penerimaan dari PBB dan Cukai mengalami penurunan.
Realisasi Pendapatan Dalam Negeri tumbuh sebesar 6,17% yoy, didorong oleh peningkatan yang signifikan pada pendapatan PPh, PPN dan Pajak Perdagangan Internasional. Namun, penerimaan dari PBB dan Cukai mengalami penurunan.

Realisasi penerimaan Perpajakan mengalami peningkatan 5,98% yoy, sedangkan penerimaan pajak perdagangan internasional mengalami penurunan 13,01% yoy yang diakibatkan pada menurunnya Bea Keluar/ Pungutan Ekspor.
PNBP mengalami kenaikan sebesar 6,71% yoy yang didorong oleh peningkatan PNBP BLU yang signifikan pada sektor Kesehatan dan pendidikan.
Dari sisi belanja, Belanja Pemerintah Pusat mencatatkan peningkatan serapan, tercatat sudah terealisasikan Rp3.441,03 miliar (35,95%).
Capaian ini tumbuh 18,08% yoy terhadap tingkat realisasi pada periode yang sama pada TA 2023. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh pertumbuan Belanja Barang yang digunakan dalam rangka Pemilihan Umum 2024. Transfer Ke Daerah mengalami pertumbuhan 11,51% yoy dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Sudah tersalurkan Rp5.358,46 (capaian 39,91% dari pagu) miliar dana TKD ke Sulawesi Utara yang didominasi oleh DAU sebesar Rp3.977,96 (44,99% dari pagu) dan Dana Desa sebesar Rp569,81 miliar (51,14% dari pagu).(*/Merson)





