Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Jakarta · 25 Agu 2025 23:41 WITA ·

Komisi II DPR RI Gelar RDP dengan KemenPANRB dan BKN, Honorer Diminta Tetap Tenang


Komisi II DPR RI Gelar RDP dengan KemenPANRB dan BKN, Honorer Diminta Tetap Tenang Perbesar

Jakarta,Sulutnews.com – Komisi II DPR RI kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian PANRB dan BKN di Komplek Parlemen, Jakarta, pada Senin (25/8/2025).

RDP ini membahas tiga agenda penting yang menyangkut masa depan para honorer, yaitu progres penetapan NIP CPNS dan PPPK tahun 2024, mekanisme pengangkatan PPPK paruh waktu, dan progres penyusunan RPP Manajemen ASN.

Dalam RDP tersebut, Kepala BKN menyampaikan bahwa terdapat 66.495 usulan yang ditolak untuk menjadi PPPK paruh waktu. Alasan penolakan tersebut antara lain tidak aktif bekerja, tidak tersedia anggaran, tidak ada kebutuhan organisasi, dan meninggal dunia.

Juru Bicara Aliansi R2 dan R3 Indonesia, Bahri Permana, menghimbau para honorer untuk tetap tenang karena usulan PPPK paruh waktu dari masing-masing instansi sedang berproses.

Menurut Bahri, honorer R2 dan R3 tidak perlu cemas dan khawatir karena sesuai dengan Kepmen PANRB No. 16 Tahun 2025, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) wajib mengusulkan seluruh honorer R2 dan R3 menjadi PPPK paruh waktu.

“Dari keempat alasan yang Kepala BKN sampaikan, hanya ada dua alasan yang menyebabkan R2 dan R3 ditolak usulan paruh waktu, pertama meninggal dunia, kedua tidak aktif bekerja. Adapun alasan tidak ada kebutuhan organisasi dan tidak tersedianya anggaran, itu alasan opsional instansi terhadap usulan honorer R4 dan R5,” ujar Bahri Permana ketika dihubungi oleh wartawan, Rabu (27/8/2025).

Berdasarkan data BKN per 22 Agustus 2025, jumlah honorer R2 yang ditolak sebanyak 1.000 dan honorer R3 sebanyak 13.636.

Namun, Bahri menegaskan bahwa honorer R2 dan R3 tetap wajib diusulkan menjadi PPPK paruh waktu, terlepas dari ketersediaan anggaran atau kebutuhan organisasi.

Dengan demikian, Aliansi R2 dan R3 Indonesia menghimbau para honorer untuk tetap tenang dan tidak perlu cemas dan khawatir tentang masa depan mereka.(Abdul)

Artikel ini telah dibaca 1,023 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hj. Salmawati Istri Gubernur Aceh Raih AMKI Kartini Award 2026: Terima Kasih Atas Dukungan Suami dan Keluarga

29 April 2026 - 22:28 WITA

AMKI Kartini Award 2026 Menobatkan 11 Perempuan Inspiratif, Dorong Kepemimpinan di Era Digital

29 April 2026 - 18:44 WITA

Gerry Bauana Sukses Menyelesaikan Pendidikan, Doa Orang Tua Selalu Menyertai

25 April 2026 - 00:01 WITA

LAKSI Desak Stop Narasi Fitnah & Sesat Terkait Proyek IT BGN

24 April 2026 - 23:33 WITA

Bauana Group: Ungkapan Terima Kasih dan Harapan Penuh Makna Bagi Handoko Santoso

24 April 2026 - 22:25 WITA

RUPST Bank SMBC Indonesia Setujui Pembagian Dividen, Bukti Komitmen terhadap Pemegang Saham

23 April 2026 - 23:13 WITA

Trending di Bisnis