Rote Ndao, Sulutnews.coom – Kasus memprihatinkan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rote Ndao, di mana seorang pasien yang membutuhkan pertolongan persalinan terlantar tanpa penanganan dokter. Pasien tersebut telah berada di rumah sakit sejak pukul 10 pagi, namun hingga pukul 17.02 WITA belum mendapatkan penanganan medis yang memadai.
RSUD Rote Ndao, yang berlokasi di Jl. Ba’a-Busalangga, Kabupaten Rote Ndao, NTT, dengan nomor telepon (0380) 871084, diketahui memiliki fasilitas ruang PONEK (Perawatan Obstetri dan Ginekologi Emergensi Komprehensif) yang seharusnya dapat menangani kasus-kasus persalinan darurat. Namun, ketiadaan dokter bersalin pada saat yang krusial ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang optimal.
dr. Nelly Feby Riwu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, saat dimintai keterangan, tidak memberikan penjelasan yang memadai terkait kejadian ini. Beliau justru mengarahkan wartawan untuk menghubungi pihak rumah sakit secara langsung. Sikap ini menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan mengenai tanggung jawab dinas kesehatan dalam mengawasi dan memastikan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan daerah.
Masyarakat Rote Ndao sangat mengharapkan adanya penjelasan yang transparan dari pihak RSUD mengenai ketersediaan dokter bersalin dan prosedur penanganan pasien, terutama dalam situasi darurat. Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk memantau situasi dan memberikan dukungan yang diperlukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Rote Ndao.
Kejadian ini menjadi sorotan penting mengenai perlunya peningkatan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam pelayanan kesehatan di daerah, demi memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat waktu.
Reporter: Dance Henukh





