Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Sulut · 19 Jan 2024 07:20 WITA ·

Kerja Nyata Felly Estelita Runtuwene Sukses Sosialisasi KIE Stunting di 35 Lokus di Sulut


Kerja Nyata Felly Estelita Runtuwene Sukses Sosialisasi KIE Stunting di 35 Lokus di Sulut Perbesar

MANADO,Sulutnews.Com – Upaya menangani masalah Stunting di Sulawesi Utara menjadi perhatian legislator DPR-RI Felly Estelita Runtuwene untuk dilakukan. Terbukti bersama mitra kerja BKKBN Ketua Komisi IX DPR-RI ini sukses melakukan sosialisasi dan promosi KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) program percepatan penurunan stunting di 35  lokus yang tersebar di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

“Kegiatan  kemitraan  BKKBN  dan  Komisi  IX DPR-RI  adalah bukti nyata perjuangan Wakil Rakyat Sulut Felly Estelita Runtuwene bagi masyarakat yang telah mempercayakan dirinya duduk di lembaga DPR-RI, sehingga upaya pencegahan stunting  dengan  optimalisasi  pengasuhan  dalam  keluarga menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat sebab soal stunting di Indonesia memerlukan penanganan tepat karena bisa menjadi salah satu ancaman serius bila tidak dilakukan tindakan pencegahan,” ungkap Ketua  Pokja ADPIN BKKBN Sulut Rosillia  B  Wowiling, S.Sos, M.Si.

Promosi KIE program percepatan penurunan stunting, mengingatkan  bagaimana pentingnya memperhatikan kesehatan  masyarakat, apalagi anak-anak, jangan  sampai  anak-anak  kehilangan masa depan  karena  infeksi  gizi. Banyak perempuan yang akan menikah sampai harus melakukan diet sehingga  mempengaruhi  kondisi gizi  tubuh. Bila terjadi kehamilan, kondisi ini ikut mempengaruhi gizi janin dalam kandungan. Ini problem kita sekaligus tanda awas bagi kita.” Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada 1000 HPK. Artinya, mulai dari dalam rahim 9 bulan 10 hari dan ditambah 2 tahun, setelah dilahirkan, di mana masa itu anak-anak sangat membutuhkan perhatian atas gizi dan kesehatan,sebelum calon ibu dan calon ayah dianjurkan memeriksakan diri ke dokter, ketika sudah mempunyai keinginan untuk mempunyai anak. Ini  untuk mengetahui apakah kedua orang tua ada infeksi atau tidak karena Infeksi akan mempengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan,” tutur Felly saat melakukan sosialisasi di Lokus Desa Buyungon Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan.

Diketahui ada 19 kementerian dan Lembaga yang terlibat dalam upaya pemerintah  menekan angka stunting di Indonesia. Percepatan penurunan stunting adalah program pemerintah yang diketuai  Wakil Presiden dan ketua pelaksananya adalah Kepala BKKBN.sehingga Ketua Komisi IX Felly Runtuwene yang pada Pemilu 14 Februari 2024 kembali mencalonkan diri untuk DPR-RI Nomor Urut 5 dari Partai Nasdem kiranya kembali mendapatkan dukungan warga Sulut agar program serta bantuan yang sudah direalisasikan dan telah dirasakan manfaatnya oleh kita masyarakat akan kembali berlanjut.(josh tinungki)

 

Artikel ini telah dibaca 1,075 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Felly Estelita Runtuwene Jadi Pembicara di Kuliah Umum Universitas Klabat

25 April 2026 - 10:33 WITA

DPRD Sulut Gelar Paripurna LKPJ Gubernur Tahun 2025. Fransiscus A Silangen Apresiasi Keberhasilan Sulut

25 April 2026 - 08:02 WITA

Felly Estelita Runtuwene Kunjungi Universitas klabat Pendirian Fakultas Kedokteran Siap Dilakukan

25 April 2026 - 06:24 WITA

Gracia Oroh Himbau Pilkades Minahasa Dapat Berlangsung Aman, Damai dan Terkendali

23 April 2026 - 21:46 WITA

Cindy Wurangian : Kepemimpinan Gubernur YSK Sangat Fenomenal Dan Jarang Ditemukan Dilembaga Politik

23 April 2026 - 21:18 WITA

Tersandera’ Utang PEN, Pemerintahan YSK- Victory Berada Pada Posisi Tidak Ideal

23 April 2026 - 20:30 WITA

Trending di Manado